Ilustrasi pertemanan (unsplash.com/NONRESIDENT)
Ketika merasa kesepian, ada kalanya seseorang bertahan dalam pertemanan yang melelahkan karena takut kehilangan satu-satunya lingkaran sosial yang dimiliki. Kamu mungkin selalu menjadi pendengar bagi teman, tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menceritakan masalah sendiri.
Koneksi yang bermakna tidak harus selalu seimbang dalam setiap percakapan atau setiap hari. Ada masa ketika satu orang membutuhkan lebih banyak dukungan daripada yang lain. Namun, dalam jangka panjang, hubungan yang sehat memberi ruang bagi kedua pihak untuk didengarkan, dihargai, dan menjadi diri sendiri.
Kamu boleh meminta bantuan ketika sedang kesulitan, mengatakan tidak ketika kelelahan, dan mengungkapkan ketidaknyamanan tanpa harus selalu takut ditinggalkan. Mulailah dengan memperhatikan bagaimana perasaanmu setelah berinteraksi dengan orang lain.
Apakah kamu merasa lebih tenang dan diterima, atau justru terus merasa harus membuktikan diri agar disukai? Gunakan jawaban tersebut untuk memahami hubungan mana yang perlu dirawat, diperbaiki, atau diberi jarak. Jika rasa kesepian berlangsung lama, memengaruhi aktivitas sehari-hari, atau disertai kesedihan dan kecemasan yang berat, berbicara dengan psikolog juga bisa membantu.
Punya banyak teman tetapi tetap merasa kesepian bukanlah sesuatu yang perlu membuatmu malu. Kamu tidak harus menjadi orang paling populer, selalu hadir di setiap acara, atau memiliki ratusan teman untuk merasakan kedekatan yang sesungguhnya. Mulailah dengan mengenali kebutuhan emosionalmu, berani membuka diri kepada orang yang tepat, memberikan perhatian penuh ketika bersama orang lain, dan mengambil inisiatif untuk membangun hubungan.