Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Punya Pacar Sangat Penting bagi Sebagian Orang?

Kenapa Punya Pacar Sangat Penting bagi Sebagian Orang?
ilustrasi pasangan (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Bagi sebagian orang, pacar dianggap penting karena memenuhi kebutuhan emosional untuk mencintai dan dicintai, yang menumbuhkan rasa bahagia serta kepenuhan batin.
  • Pacar berperan sebagai teman curhat dan pendamping yang bisa diandalkan, memberikan kenyamanan dalam berbagi perasaan maupun menemani aktivitas sehari-hari.
  • Kebutuhan memiliki pacar juga muncul dari dorongan sosial, keinginan menikah, hingga kebutuhan akan dukungan emosional yang tidak selalu didapat dari lingkungan terdekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ada beberapa tipe orang terkait pandangan mereka mengenai pacaran. Ada orang yang sama sekali tidak mau berpacaran karena menganggapnya gak baik. Mending berkenalan singkat lalu langsung menikah.

Ada juga orang yang sebenarnya tak masalah dengan fenomena pacaran. Namun, ia sendiri betah sekali menjomlo. Pacar bukan sesuatu yang urgen dalam kehidupan mereka. Satu lagi ialah tipe orang yang harus punya pacar apa pun yang terjadi.

Bahkan ketika mereka baru putus, pasti gak lama kemudian sudah kembali mencari gebetan. Pokoknya usaha tak akan berhenti sampai mereka memiliki pacar lagi. Apakah kamu heran dengan tipe terakhir ini? Punya pacar sangat penting bagi sebagian orang, tentu tak serta-merta diyakini olehnya. Ada alasan mengapa mereka menganggap hal tersebut seakan-akan seperti kebutuhan yang amat penting.

1. Memenuhi kebutuhan untuk mencintai dan dicintai

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Nguyễn Quang Bảo)

Ketika masih anak-anak, kebutuhan terbesar ialah dicintai. Kebutuhan untuk mencintainya belum besar. Maka anak-anak hanya suka diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya dan egosentris. Seiring waktu, kebutuhan untuk juga mencintai orang lain akan membesar.

Ini yang kemudian secara alami mendorong manusia untuk mencintai seseorang lebih dalam daripada orang-orang lainnya. Ada orang yang dicintai sebagai kekasih, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Kalau dia hanya dijadikan gebetan seseorang tapi gak punya perasaan yang sama, artinya kebutuhannya buat mencintai belum terpenuhi.

Demikian pula jika posisinya terus mengejar cinta seseorang dan gak pernah berbalas. Kebutuhannya untuk dicintai tak tergenapi. Saat ia berhasil menemukan pacar, maknanya kebutuhan mencintai serta dicintai terpenuhi dengan baik. Timbullah rasa penuh dan bahagia.

2. Teman mengobrol dari hati ke hati

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Vishv Shah)

Mengobrol memang bisa dengan siapa saja. Gak harus itu dilakukan hanya dengan pacar. Akan tetapi, kualitas percakapan antara teman biasa dan kekasih tentu berbeda. Bahkan obrolan dengan sahabat pun kedalamannya tak sama.

Bareng pacar yang cuma satu orang dalam suatu waktu, percakapan akan lebih mendalam. Orang dapat lebih jujur mengungkapkan isi hatinya. Rasanya sangat melegakan dibandingkan dengan percakapan ala kadarnya yang masih sekadar meminta atau memberi validasi atas sesuatu. Ada hal-hal yang hanya nyaman dibicarakan dengan pacar.

3. Juga kawan jalan yang paling bisa diandalkan

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/don chowdhury)

Mungkin buatmu ini alasan yang sangat receh sampai seseorang merasa harus memiliki pacar. Kamu bisa jalan bareng siapa pun. Bahkan jalan sendirian juga biasa dilakukan olehmu. Dirimu merasa baik-baik saja. Rasa senang tidak berkurang.

Akan tetapi, orang lain boleh jadi gak begitu. Kalau ia pergi sendirian, rasanya kurang percaya diri. Malah dia seperti orang hilang di tengah keramaian. Sementara kawan atau saudara tidak selalu mau menemani.

Bila dia punya pacar, mau jalan kapan saja tinggal bilang. Pacar dengan senang hati akan menemani. Ibaratnya, sampai ke ujung dunia sekalipun asal mereka bersama.

4. Fase penting buat mereka yang telah memiliki impian menikah

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/QUIN Bridal)

Orang yang kebutuhannya akan pacar tinggi bukan berarti bakal menikah dalam waktu dekat. Namun, saat impian untuk suatu saat menikah sudah terbayang jelas, seseorang lebih terdorong untuk mencari pacar. Apalagi bila target usia menikah telah ditetapkan.

Makin mendekati umur tersebut, makin dia bersemangat mencari kekasih. Masa pacaran dinilai penting untuk benar-benar menemukan calon suami atau istri yang cocok. Juga supaya ia luwes dalam hubungan. Kalau gak berpacaran, takut salah pilih pasangan atau kaku ketika berinteraksi sebagai pasutri.

5. Sebagai support system yang tidak diperoleh dari lingkungan terdekat

berjualan bareng pacar
ilustrasi berjualan bareng pacar (pexels.com/César O'neill)

Makin kosong kehidupan batin seseorang sejak kecil, makin mungkin kebutuhannya untuk punya pacar bertambah tinggi. Dia tidak lahir dan besar di keluarga yang bisa menjadi support system terbaik. Ia bahkan mengalami haus akan kasih sayang.

Begitu dia puber dan merasakan getaran perasaan terhadap lawan jenis, secara naluri terdorong untuk mencari pacar. Harapannya, kekasih selalu ada untuknya dan memberikan dukungan dalam berbagai hal. Setangguh apa pun seseorang, berusaha memotivasi diri sendiri dalam keadaan terburuk tidak mudah. Peran pacar akan amat membantunya agar tak merasa sendirian dalam hidup.

6. Gak mau dibilang cupu

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Lien JlienJ)

Biasanya, ketakutan bakal dijuluki cupu muncul karena ia berada di lingkungan yang berpandangan seperti itu. Jomlo dianggap culun dan kuper. Orang yang tak punya pacar dijadikan bahan olok-olok sampai diremehkan.

Sebaliknya, jika ia memiliki kekasih, ia akan lebih dihargai dalam lingkaran pertemanan tersebut. Tambah banyak mantan pacarnya, dia tambah disangka hebat dalam asmara. Oleh sebab itu, menjomlo sebentar saja sudah akan terasa sebagai kekalahan.

7. Bantu hidup lebih terarah

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/George Pak)

Ada orang yang kalau gak punya pacar seakan-akan tak tahu hendak membawa hidupnya ke mana. Boro-boro ia memiliki bayangan akan masa depannya sendiri. Saat ini pun dia bingung hendak mengisi hari-harinya dengan apa saja.

Sedikit saja terdapat godaan, ia bisa tergelincir ke jalan yang buruk. Seperti salah pergaulan atau menyia-nyiakan masa muda. Oleh sebab itu, kehadiran pacar dirasa penting untuk membantu hidupnya supaya lebih terarah. Biasanya ia akan mencari sosok yang berpengalaman dalam hidup, tegas, serta visioner.

Prinsip punya pacar sangat penting bagi sebagian orang adalah hal yang wajar. Jangan mengolok-olok orang yang merasa tidak bisa hidup tanpa pacar. Terpenting, ketika mereka menjalin hubungan, hal itu dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Bukan sekadar main-main, apalagi hanya bertujuan untuk memanfaatkan lalu mencampakkan kekasihnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More