Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi mencintai orang yang sama (pexels.com/Andrea Piacquadio)

"Aku sayang kamu, tapi aku juga sayang dia." Kalimat seperti ini bisa menjadi sangat menyakitkan ketika diucapkan oleh seseorang yang sudah memiliki pasangan. Terlebih jika pengakuan tersebut disampaikan setelah perselingkuhan terbongkar, sementara hubungan dengan orang ketiga ternyata sudah berlangsung cukup lama.

Perasaan manusia memang tidak selalu sederhana. Seseorang bisa tetap menyayangi pasangan yang sudah menemaninya bertahun-tahun, tetapi pada saat bersamaan mulai memiliki ketertarikan kepada orang lain. Lantas, bisakah seseorang mencintai dua orang secara bersamaan dan apakah hal tersebut bisa membenarkan perselingkuhan?

1. Perasaan cinta kepada dua orang bisa muncul bersamaan

ilustrasi selingkuh (freepik.com/wavebreakmedia_micro)

Seseorang tidak selalu kehilangan rasa sayang kepada pasangannya ketika mulai tertarik kepada orang lain. Hubungan yang sudah terjalin lama biasanya menyimpan banyak kenangan, kebiasaan, dan pengalaman bersama yang membuat ikatan emosional tetap terasa kuat. Pada saat bersamaan, kehadiran orang baru bisa menimbulkan ketertarikan yang berbeda, misalnya karena obrolan yang terasa menyenangkan, perhatian yang diberikan, atau kecocokan yang baru ditemukan. Kedua perasaan tersebut bisa muncul dalam waktu berdekatan tanpa harus membuat salah satunya langsung menghilang.

Situasi ini menunjukkan bahwa perasaan manusia tidak selalu bekerja dengan cara memilih satu orang lalu berhenti menyukai orang lainnya. Seseorang mungkin masih mencintai pasangannya, tetapi juga mengembangkan rasa suka yang semakin dalam kepada orang ketiga. Meski begitu, perasaan tersebut belum tentu memiliki bentuk, kedalaman, dan makna yang sama. Rasa sayang kepada pasangan bisa tumbuh dari perjalanan panjang, sedangkan ketertarikan kepada orang baru mungkin masih dipengaruhi rasa penasaran dan pengalaman yang menyenangkan.

Jadi, menganggap seseorang mustahil memiliki perasaan kepada dua orang sekaligus juga tidak sepenuhnya tepat. Hal tersebut bisa terjadi, tetapi keberadaan perasaan itu tidak otomatis menentukan apakah seseorang sedang menjalani hubungan yang sehat atau justru menyakiti orang lain. Perlu dibedakan antara sesuatu yang dirasakan dan tindakan yang dipilih untuk menanggapi perasaan tersebut.

2. Perasaan cinta tidak menghapus kenyataan bahwa seseorang telah berselingkuh

ilustrasi selingkuh (vecteezy.com/dao_kp20226443)

Pengakuan bahwa seseorang mencintai pasangan sekaligus orang ketiga sering digunakan untuk menjelaskan alasan dirinya sulit mengakhiri salah satu hubungan. Ia mungkin merasa masih membutuhkan pasangan karena sudah memiliki banyak kenangan bersama, tetapi juga tidak ingin kehilangan kedekatan yang baru terjalin. Dalam situasi seperti ini, kata cinta bisa terdengar seperti penjelasan atas kebimbangannya, padahal ada persoalan lain yang tidak boleh diabaikan, yaitu keputusan untuk menjalin hubungan secara diam-diam.

Jika sejak awal hubungan dibangun dengan kesepakatan untuk saling setia, keterlibatan orang ketiga tanpa sepengetahuan pasangan merupakan pelanggaran terhadap komitmen tersebut. Perasaan cinta yang masih dimiliki tidak mengubah kenyataan bahwa kepercayaan telah dikhianati. Pasangan yang tidak mengetahui perselingkuhan juga tidak pernah diberi kesempatan untuk menyetujui situasi tersebut atau menentukan apakah dirinya bersedia menjalani hubungan dengan aturan yang berbeda.

Hal ini penting karena mencintai seseorang dan memperlakukannya dengan baik merupakan dua hal yang tidak selalu berjalan beriringan. Seseorang mungkin benar-benar merasa sayang kepada pasangannya, tetapi tetap melakukan tindakan yang menyakitkan. Pengakuan cinta tidak bisa dijadikan bukti bahwa dirinya tidak bersalah, apalagi digunakan untuk meminta pasangan menerima perselingkuhan begitu saja. Perasaan boleh rumit, tetapi tanggung jawab atas tindakan tetap harus dihadapi.

3. Mengaku mencintai dua orang bukan alasan untuk terus mempertahankan keduanya

ilustrasi selingkuh (pexels.com/RDNE Stock project)

Ketika seseorang menyadari bahwa perasaannya telah berkembang kepada orang lain, ia perlu menentukan sikap terhadap hubungan yang sedang dijalani. Jika hubungan tersebut memang disepakati sebagai hubungan monogami, komitmen kepada pasangan tetap harus dihormati. Ketertarikan kepada orang lain bukan sesuatu yang selalu bisa dikendalikan sejak awal, tetapi keputusan untuk terus mendekati orang tersebut, menyembunyikan hubungan, dan memberikan harapan kepada keduanya merupakan tindakan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Keputusan untuk tetap bersama pasangan juga tidak seharusnya hanya didasarkan pada rasa takut kehilangan kenyamanan yang sudah terbentuk. Begitu pula hubungan dengan orang ketiga tidak semestinya terus dipertahankan hanya karena ada perasaan yang belum selesai. Jika seseorang memang sudah tidak ingin menjalani hubungan sebelumnya, ia perlu menyampaikan hal tersebut secara jujur sebelum membangun hubungan baru. Cara ini mungkin tidak membuat semua pihak terhindar dari rasa sakit, tetapi setidaknya tidak menambah luka melalui kebohongan.

Pasangan yang dikhianati pun berhak menentukan apakah masih ingin melanjutkan hubungan setelah mengetahui kenyataan sebenarnya. Keputusan untuk memaafkan bukan kewajiban, begitu pula keputusan untuk mengakhiri hubungan tidak berarti seseorang gagal mempertahankan cinta. Pengakuan bahwa dirinya mencintai dua orang tidak boleh digunakan untuk menekan pasangan agar menerima keadaan yang sejak awal tidak pernah disepakati.

Kemampuan seseorang mencintai dua orang secara bersamaan memang bukan sesuatu yang mustahil. Akan tetapi, perasaan tersebut tidak menghapus komitmen yang sudah dibuat ketika seseorang memilih menjalani hubungan dengan pasangannya. Dalam persoalan perselingkuhan, pengakuan cinta bukan satu-satunya hal yang perlu dinilai karena kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab juga menentukan bagaimana seseorang memperlakukan orang yang dicintainya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article