Dalam hubungan pertemanan, dukungan emosional seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk bercerita. Namun, tidak semua respons yang terdengar positif benar-benar menenangkan, justru membuat seseorang merasa emosinya tidak valid.
Fenomena ini dikenal sebagai toxic positivity, yaitu dorongan untuk selalu terlihat bahagia dan berpikir positif dalam situasi apa pun. Saat peringatan mental health awareness month, isu toxic positivity semakin sering dibahas karena dampaknya cukup besar terhadap kesehatan mental. Supaya lebih waspada, berikut beberapa bahaya toxic positivity dalam hubungan pertemanan yang perlu dipahami.
