Pukul delapan malam, kamu baru saja sampai di rumah setelah seharian bekerja. Sambil beristirahat di sofa, kamu membuka media sosial dan melihat teman-teman mulai mengunggah foto lamaran, pernikahan, hingga momen bersama anak mereka. Kamu ikut senang melihatnya, tetapi diam-diam muncul pertanyaan, "Kapan giliranku?" Pertanyaan serupa mungkin terdengar saat acara keluarga, ketika obrolan santai tiba-tiba berujung pada pertanyaan tentang pasangan dan rencana menikah.
Memasuki usia 30 tahun memang bisa membawa banyak pertimbangan. Ada keinginan membangun hubungan yang lebih serius, tapi ada pula karier yang ingin dikembangkan, tabungan yang perlu dikumpulkan, dan kehidupan pribadi yang masih ingin ditata. Di tengah semua itu, melihat orang lain menikah terkadang membuat perjalanan hidup sendiri terasa lebih lambat. Padahal, usia bukan satu-satunya penentu kesiapan seseorang untuk menikah.
