Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Merawat Bibir agar Gak Mudah Kering dan Pecah-pecah

5 min read
5 Cara Merawat Bibir agar Gak Mudah Kering dan Pecah-pecah
Ilustrasi gunakan lip balm (magnific.com/benzoix)
  • Bibir kering dipicu udara kering, cuaca panas, kebiasaan menjilat, serta produk iritatif; lapisan pelindung bibir yang tipis membuatnya lebih rentan pecah hingga berdarah.
  • Gunakan lip balm rutin dengan kandungan pelembap, pilih SPF minimal 30 untuk aktivitas luar ruang, dan oleskan ulang setelah makan, minum, atau mencuci wajah.
  • Hindari menjilat maupun mengelupas bibir, cukupi cairan tubuh, pilih produk lembut tanpa pemicu iritasi, dan konsultasikan dokter bila keluhan menetap atau disertai luka, bengkak, serta perdarahan berulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bibir kering dan pecah-pecah bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman. Saat tersenyum, berbicara, atau mengaplikasikan lipstik, kulit bibir yang mengelupas terkadang menimbulkan rasa perih. Kondisi ini juga bisa membuat tampilan bibir terlihat kurang halus sehingga kamu mungkin merasa kurang percaya diri saat menggunakan produk makeup favorit. Jika dibiarkan, bibir yang terlalu kering bahkan bisa mengalami pecah-pecah hingga berdarah.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bibir kehilangan kelembapannya, mulai dari paparan udara kering, cuaca panas, kebiasaan menjilat bibir, hingga penggunaan produk yang memicu iritasi. Berbeda dari kulit di bagian tubuh lain, bibir memiliki lapisan pelindung yang relatif tipis sehingga lebih rentan mengalami kekeringan. Kebiasaan mengelupas kulit bibir secara paksa juga bisa memperparah iritasi dan membuat proses pemulihannya lebih lama.

Kabar baiknya, merawat bibir gak harus menggunakan banyak produk atau melakukan perawatan yang rumit. Kamu bisa memulainya dengan kebiasaan sederhana, seperti menggunakan lip balm yang sesuai, melindungi bibir dari paparan sinar matahari, dan menghindari kebiasaan yang membuat bibir semakin kering. Perawatan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kelembapan bibir dan mengurangi risiko pecah-pecah. Yuk, simak lima cara merawat bibir agar gak mudah kering dan pecah-pecah!

  1. 1. Gunakan lip balm secara rutin

    Seorang perempuan muda mengoleskan lip balm pada bibir sambil bercermin dengan latar dinding putih di rumah.
    Ilustrasi gunakan lip balm (magnific.com/diana.grytsku)

    Salah satu langkah utama untuk menjaga bibir tetap lembap adalah menggunakan lip balm secara rutin. Produk ini membantu mempertahankan kelembapan dan melindungi permukaan bibir dari kondisi lingkungan yang membuatnya semakin kering. Kamu bisa menggunakannya sejak pagi, sebelum tidur, dan setiap kali bibir mulai terasa kering.

    Pilih lip balm dengan kandungan yang membantu menjaga kelembapan, seperti petrolatum, ceramide, shea butter, atau minyak mineral. Jika bibirmu sedang pecah-pecah, produk dengan formula sederhana tanpa tambahan pewangi biasanya lebih nyaman digunakan. Hindari produk yang menimbulkan sensasi panas, perih, atau kesemutan karena sensasi tersebut bisa menjadi tanda iritasi.

    Jangan menunggu sampai bibir terasa sangat kering untuk mengaplikasikan lip balm. Gunakan secara berkala, terutama setelah makan, minum, atau mencuci wajah. Untuk malam hari, kamu bisa mengoleskan lapisan yang sedikit lebih tebal agar bibir tetap terlindungi selama tidur.

  2. 2. Hindari kebiasaan menjilat dan mengelupas kulit bibir

    Seorang perempuan mengelupas kulit kering pada bibirnya menggunakan jari sebagai ilustrasi bibir pecah-pecah.
    Ilustrasi mengelupas kulit bibir (pexels.com/Polina)

    Saat bibir terasa kering, menjilatnya mungkin terasa seperti cara cepat untuk memberikan kelembapan. Padahal, air liur akan menguap dan bisa membuat bibir semakin kering. Enzim dalam air liur juga berpotensi mengiritasi kulit bibir jika kebiasaan ini dilakukan berulang kali.

    Kebiasaan lain yang perlu dihindari adalah menarik atau mengelupas kulit bibir yang pecah-pecah. Meski kulit yang mengelupas terasa mengganggu, menariknya secara paksa bisa menyebabkan luka, perdarahan, dan rasa perih. Kondisi tersebut juga dapat memperlambat pemulihan bibir.

    Jika kamu mulai merasa ingin menjilat bibir, coba segera gunakan lip balm sebagai pengganti. Ketika ada kulit yang mengelupas, biarkan kulit tersebut terlepas dengan sendirinya sambil menjaga kelembapannya. Cara ini membantu mengurangi risiko luka dan memberikan kesempatan bagi bibir untuk pulih secara bertahap.

  3. 3. Lindungi bibir dari paparan sinar matahari

    Perempuan muda mengoleskan lip balm pada bibir sebagai ilustrasi penggunaan pelembap bibir ber-SPF harian.
    Ilustrasi aplikasi lip balm ber-SPF (magnific.com/magnific)

    Paparan sinar ultraviolet dapat memengaruhi kesehatan kulit bibir dan membuatnya lebih rentan mengalami kerusakan. Karena itu, perlindungan dari sinar matahari perlu menjadi bagian dari rutinitas perawatan bibir, terutama jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan.

    Pilih lip balm yang memiliki perlindungan spektrum luas dengan SPF minimal 30. Aplikasikan sebelum keluar rumah dan ulangi secara berkala sesuai petunjuk produk, khususnya setelah makan, minum, atau mengusap bibir. Jika kamu menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, membawa lip balm ber-SPF bisa membantu memudahkan pemakaian ulang.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan topi bertepi lebar ketika berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Perhatikan juga kenyamanan produk yang dipilih. Jika lip balm ber-SPF tertentu membuat bibir terasa perih, hentikan pemakaiannya dan coba formula lain yang lebih sesuai.

  4. 4. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

    Seorang perempuan muda memegang gelas air sambil duduk di depan laptop pada pagi hari di rumah yang terang.
    Ilustrasi minum air (freepik.com/ pvproductions)

    Menjaga kebutuhan cairan tubuh merupakan bagian penting dari perawatan sehari-hari. Ketika mengalami dehidrasi, bibir bisa terlihat lebih kering, terutama jika disertai rasa haus, mulut kering, atau urine berwarna lebih pekat. Meski begitu, bibir kering gak selalu disebabkan oleh kurang minum karena kondisi lingkungan dan iritasi juga bisa berperan.

    Biasakan minum air putih secara berkala sepanjang hari. Sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan tubuh, aktivitas fisik, cuaca, dan kondisi kesehatanmu. Jika kamu banyak berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas, kebutuhan cairan mungkin meningkat.

    Kamu juga perlu memperhatikan kebiasaan lain yang bisa memperparah kekeringan, seperti terlalu lama berada di ruangan berpendingin udara dengan kelembapan rendah. Jika udara di rumah terasa sangat kering, penggunaan pelembap udara atau humidifier dapat membantu meningkatkan kelembapan ruangan. Kombinasi kebiasaan ini bisa mendukung kenyamanan bibir, meski tetap perlu diimbangi penggunaan pelembap bibir.

  5. 5. Pilih produk bibir yang lembut dan gak memicu iritasi

    Seorang perempuan mengaplikasikan lipstik merah pada bibirnya sambil bercermin sebagai ilustrasi riasan wajah.
    Ilustrasi apply lipstick (pexels.com/www.kaboompics.com)

    Produk bibir yang kamu gunakan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisinya. Lipstik, lip tint, atau lip balm tertentu mengandung bahan yang berpotensi memicu iritasi pada sebagian orang. Jika bibir sering terasa perih, memerah, atau mengelupas setelah memakai produk tertentu, coba perhatikan kembali kandungannya. Reaksi tersebut bisa menjadi tanda bahwa produk yang kamu gunakan kurang cocok untuk kondisi bibir.

    Untuk sementara, kurangi penggunaan produk yang menimbulkan rasa gak nyaman. Hindari lip product dengan bahan yang berpotensi mengiritasi, seperti mentol, kamper, pewangi, atau perisa tertentu, terutama ketika bibir sedang pecah-pecah. Kamu juga sebaiknya menghindari produk yang memberikan sensasi menyengat dengan klaim membuat bibir tampak lebih penuh. Setelah kondisi bibir membaik, kamu bisa mencoba kembali produk yang diinginkan secara bertahap dan memperhatikan reaksinya.

    Merawat bibir agar tetap lembap membutuhkan kebiasaan yang konsisten. Penggunaan lip balm, perlindungan dari sinar matahari, serta kebiasaan menghindari menjilat dan mengelupas kulit bibir dapat membantu mengurangi kekeringan. Jangan lupa memperhatikan produk yang digunakan dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jika bibir terus kering meskipun sudah dirawat, atau muncul luka, bengkak, dan perdarahan berulang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More