Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adrie Basuki Sulap Kain Bekas Jadi Karya Fashion Bernilai Tinggi
Media Gathering & Fashion Presentation di Ristorante by Pizza Hut, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026) (dok.Adrie Basuki)
  • Desainer Adrie Basuki memperkenalkan Kain Marmer, inovasi yang mengubah pakaian bekas dan limbah tekstil menjadi material fashion bernilai dengan tampilan menyerupai marmer.
  • Material ini dapat mengolah katun, polyester, hingga blended fabric melalui pemilahan, pencacahan, pemadatan, dan pembentukan lembaran; setiap hasil memiliki pola unik serta tidak dapat dibuat ulang.
  • Kain Marmer juga mendorong circular fashion lewat pelatihan dan kolaborasi bersama komunitas, termasuk penyintas kanker dan kelompok rentan, untuk membangun keterampilan serta peluang ekonomi kreatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Industri fashion di Indonesia terus berkembang dan melahirkan beragam karya menarik. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti persoalan limbah tekstil yang jumlahnya terus bertambah, sementara material seperti polyester dan blended fabric masih sulit didaur ulang dengan teknologi konvensional.

Melihat persoalan tersebut, desainer fesyen Adrie Basuki justru memandang limbah sebagai awal dari kemungkinan baru. Dalam Media Gathering & Fashion Presentation di Ristorante by Pizza Hut, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026), Adrie memperkenalkan Kain Marmer, material yang diolah dari kain bekas menjadi karya fashion bernilai.

Melalui Kain Marmer, Adrie ingin menunjukkan bahwa material yang sudah tidak terpakai, tetap dapat memiliki kehidupan kedua. Karya ini tidak hanya menggabungkan kreativitas dan sustainability, tetapi juga membawa nilai sosial serta pemberdayaan manusia.

1. Menawarkan pandangan baru terhadap fashion

Media Gathering & Fashion Presentation di Ristorante by Pizza Hut, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026) (dok.Adrie Basuki)

Sebagai Founder Kain Marmer, Adrie tidak melihat fashion hanya dari sisi estetika. Baginya, fashion juga dapat menjadi medium untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan dengan memberikan nilai baru pada material yang telah digunakan.

Kain Marmer merupakan inovasi material yang mengolah pakaian bekas dan limbah tekstil menjadi lembaran baru dengan karakter visual menyerupai marmer. Melalui pendekatan tersebut, Adrie ingin memperluas cara pandang terhadap produk fashion bahwa nilai sebuah karya tidak selalu berasal dari material baru.

2. Mengolah berbagai jenis limbah tekstil

Media Gathering & Fashion Presentation di Ristorante by Pizza Hut, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026) (dok.Adrie Basuki)

Salah satu keunggulan Kain Marmer terletak pada kemampuannya mengolah berbagai jenis limbah tekstil, mulai dari katun, polyester, hingga blended fabric yang menggabungkan serat alami dan sintetis. "Mungkin, masih banyak pendekatan daur ulang tekstil masih berfokus pada katun yang relatif lebih mudah diproses kembali menjadi benang. Tetapi, Kain Marmer membuka kemungkinan berbeda dengan mengolah material tanpa harus mengembalikannya menjadi benang," ungkapnya.

Alih-alih mengubah limbah kembali menjadi benang, Adrie mengolahnya menjadi material baru. Dengan cara ini, kain yang sebelumnya dianggap sebagai buangan, dapat kembali memiliki fungsi dan nilai dalam sebuah karya fashion.

3. Setiap karya bersifat unik

Media Gathering & Fashion Presentation di Ristorante by Pizza Hut, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026) (dok.Adrie Basuki)

Untuk menghasilkan Kain Marmer, limbah tekstil melalui sejumlah proses, mulai dari pemilahan, pencacahan, pemadatan, hingga pembentukan kembali menjadi lembaran material. Proses tersebut menghasilkan tekstur dan pola khas yang menyerupai permukaan marmer.

"Pembuatan karya fashion dari limbah tekstil memakan waktu yang cukup panjang dan melalui berbagai proses ketat agar menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai tinggi. Yang pasti, setiap karya yang tercipta hanya bisa dibuat satu dan tidak remakeable. So, it's one and only," tuturnya.

Setiap lembar Kain Marmer memiliki komposisi dan pola yang berbeda sehingga tidak ada dua lembar yang benar-benar sama. Keunikan tersebut membuat material ini tidak hanya menjadi hasil daur ulang, tetapi juga medium untuk mengeksplorasi desain, seni, dan inovasi.

4. Membawa pesan kemanusiaan

Media Gathering & Fashion Presentation di Ristorante by Pizza Hut, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026) (dok.Adrie Basuki)

Bagi Adrie, fashion juga memiliki ruang untuk menyuarakan isu kemanusiaan. Hal tersebut terlihat melalui sejumlah koleksinya yang mengangkat kisah tentang harapan, ketangguhan, hingga kepedulian terhadap kesehatan.

Koleksi Transforma menjadi bentuk penghormatan bagi para penyintas kanker. Sementara itu, Benang Jiwa yang dipresentasikan bersama Prisia Nasution, mengangkat kisah harapan dan proses penyembuhan penyintas kanker, sedangkan koleksi terbaru Jantung Nadi mengeksplorasi isu kesehatan jantung melalui interpretasi batik kontemporer.

5. Mengembangkan circular fashion melalui pemberdayaan

Media Gathering & Fashion Presentation di Ristorante by Pizza Hut, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026) (dok.Adrie Basuki)

Konsep circular fashion yang dibawa Adrie tidak berhenti pada pengolahan limbah tekstil. Melalui workshop, pelatihan, dan kolaborasi, Kain Marmer juga dikembangkan sebagai wadah berbagi pengetahuan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi berbagai komunitas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Adrie berkolaborasi dengan Cancer Information & Support Center (CISC), Love Pink Indonesia, Make-A-Wish Indonesia, dan Yayasan Jantung Indonesia dalam berbagai program yang memadukan fashion, edukasi, dan kepedulian sosial. Program tersebut melibatkan penyintas kanker, perempuan dari komunitas rentan, ibu rumah tangga dengan keterbatasan akses ekonomi, seniman neurodivergent, pengrajin lokal, hingga komunitas kreatif. Melalui kolaborasi ini, fashion tidak hanya menjadi produk, tetapi juga sarana untuk membangun keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membuka akses terhadap ekonomi kreatif.

Dengan demikian, Kain Marmer tidak hanya menjadi material yang digunakan dalam karya Adrie Basuki. Lebih dari itu, Kain Marmer berkembang sebagai platform yang mempertemukan fashion, seni, desain, keberlanjutan, dan pemberdayaan manusia dalam satu ekosistem kreatif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article