Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bulu Mata Makin Tipis? Cek 5 Kebiasaan Makeup Ini
ilustrasi bulu mata rontok (pexels.com/ Nataliya Vaitkevich)
  • Kerontokan beberapa helai bulu mata dapat normal, tetapi penipisan nyata perlu dievaluasi karena kebiasaan makeup dan kondisi medis sama-sama dapat berperan.
  • Menggosok mata keras, memakai penjepit secara keliru, serta memasang bulu mata palsu atau ekstensi yang mengiritasi dapat merusak atau mencabut bulu mata asli.
  • Bersihkan makeup mata dengan lembut sebelum tidur; bila kerontokan menetap disertai kemerahan, kerak, nyeri, atau gangguan penglihatan, periksakan ke dokter mata atau kulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak, kamu sedang membersihkan makeup di depan cermin, lalu mendapati beberapa helai bulu mata ikut menempel di kapas? Awalnya mungkin gak terlalu dipikirkan. Namun, kalau kejadian ini terus berulang, wajar kalau kamu mulai khawatir bulu mata bakal semakin tipis.

Sebenarnya, bulu mata juga mengalami siklus pertumbuhan dan kerontokan alami. Kehilangan beberapa helai setiap hari masih tergolong normal. Namun, kalau bulu mata terlihat semakin jarang atau rontok dalam jumlah yang gak biasa, ada baiknya kamu memperhatikan rutinitas perawatan mata selama ini. Kebiasaan yang tampaknya sepele bisa memicu iritasi atau kerusakan pada bulu mata, meskipun kerontokan juga bisa berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

1. Menggosok mata terlalu keras saat membersihkan makeup

ilustrasi menggosok mata (magnific.com/ magnific)

Setelah seharian memakai makeup, rasanya memang ingin segera membersihkan wajah sampai benar-benar bebas dari maskara dan eyeliner. Masalahnya, maskara yang menempel kuat terkadang membuat kita menggosok kelopak mata berulang kali, bahkan menarik bulu mata yang masih menempel pada produk. Gesekan dan tarikan berlebihan bisa merusak batang bulu mata atau membuatnya terlepas lebih cepat.

Coba gunakan pembersih makeup mata yang sesuai dengan produk yang kamu pakai. Tempelkan kapas secara lembut pada kelopak mata selama beberapa saat agar maskara lebih mudah larut, lalu usap perlahan tanpa menarik bulu mata. Kalau masih ada sisa makeup, ulangi dengan gerakan ringan daripada menggosoknya dengan tenaga lebih besar. Area mata cukup sensitif, jadi membersihkannya secara lembut lebih baik daripada memaksakan semua makeup terangkat dalam sekali usap.

2. Terlalu sering menggunakan penjepit bulu mata

ilustrasi menjepit bulu mata (pexels.com/ https://kaboompics.com/)

Penjepit bulu mata memang praktis untuk membuat bulu mata terlihat lebih lentik. Namun, tekanan yang terlalu kuat, penggunaan berulang, atau posisi penjepit yang kurang tepat bisa membuat bulu mata patah. Risiko kerusakan juga meningkat jika kamu menjepit bulu mata ketika maskara sudah mengering dan membuat helainya lebih kaku.

Kalau ingin tetap menggunakan penjepit, pastikan bulu mata dalam keadaan bersih dan kering sebelum mulai menjepit. Tekan perlahan tanpa menarik alat ke arah luar, lalu lepaskan sebelum memindahkan posisinya. Hindari menjepit terlalu dekat dengan kulit kelopak mata. Periksa juga bantalan karetnya secara berkala dan ganti jika sudah aus atau mengeras. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi risiko kerusakan mekanis pada bulu mata.

3. Memakai bulu mata palsu atau ekstensi tanpa memperhatikan kondisi bulu mata asli

ilustrasi pemasangan ekstensi bulu mata (pexels.com/ RDNE Stock project)

Bulu mata palsu dan ekstensi bisa membuat tampilan mata terlihat lebih tegas tanpa perlu banyak makeup. Namun, pemasangan yang kurang tepat, perekat yang memicu reaksi alergi, atau beban ekstensi yang terlalu berat dapat mengganggu kesehatan bulu mata asli. Tarikan berulang pada folikel juga berpotensi menyebabkan kerontokan akibat traksi, terutama jika penggunaan atau pemasangannya terus memberikan tekanan pada bulu mata.

Kalau kamu rutin memakai ekstensi, perhatikan apakah bulu mata asli mulai menipis, kelopak mata terasa gatal, atau muncul kemerahan setelah pemasangan. Jangan menarik ekstensi sendiri secara paksa karena tindakan tersebut bisa ikut mencabut bulu mata asli. Hentikan penggunaan produk yang memicu iritasi dan mintalah bantuan profesional untuk penanganan yang tepat. Jika kerontokan terus terjadi, pemeriksaan ke dokter mata atau dokter kulit dapat membantu menentukan penyebabnya.

4. Membiarkan sisa makeup menumpuk di sekitar kelopak mata

ilustrasi tidur tanpa membersihkan sisa makeup (pexels.com/ Andrea Piacquadio)

Pernah terlalu lelah untuk membersihkan makeup sebelum tidur, lalu berpikir bahwa sesekali membiarkan maskara menempel gak akan menjadi masalah? Kebiasaan ini memang gak otomatis membuat bulu mata rontok, tetapi sisa makeup yang menumpuk di sekitar pangkal bulu mata dapat mengganggu kebersihan kelopak mata. Produk yang gak cocok juga bisa memicu iritasi atau reaksi alergi, terutama jika mata mulai terasa gatal, perih, atau kemerahan.

Biasakan membersihkan makeup mata sebelum tidur menggunakan produk yang lembut dan sesuai dengan kebutuhan kulitmu. Jangan lupa membersihkan area pangkal bulu mata secara hati-hati tanpa menggosok terlalu keras. Kalau kelopak mata sering terasa gatal, muncul kerak di pangkal bulu mata, atau tampak meradang, jangan langsung menganggapnya sebagai efek makeup biasa. Gejala tersebut bisa berkaitan dengan blefaritis, yaitu peradangan pada kelopak mata yang juga dapat memengaruhi pertumbuhan bulu mata.

5. Mengabaikan kerontokan yang disertai perubahan pada mata atau kulit

ilustrasi bulu mata menipis (pexels.com/ Mypointofview)

Gak semua kerontokan bulu mata disebabkan oleh kebiasaan makeup. Kondisi seperti blefaritis, gangguan tiroid, alopecia areata, dan sejumlah masalah kesehatan lainnya juga dapat memengaruhi pertumbuhan bulu mata. Karena itu, ketika bulu mata mulai menipis secara nyata, terutama jika disertai kerontokan alis atau rambut kepala, penting untuk gak langsung menyalahkan produk kecantikan yang digunakan.

Perhatikan juga apakah kerontokan terjadi pada satu bagian saja, muncul dalam bentuk area yang kosong, atau disertai benjolan, kerak, kemerahan, dan rasa sakit. Jika perubahan tersebut menetap atau semakin parah, periksakan diri ke dokter mata atau dokter kulit agar penyebabnya dapat dievaluasi. Kerontokan bulu mata yang baru muncul sebaiknya gak dibiarkan terlalu lama tanpa pemeriksaan, terutama jika disertai perubahan pada kelopak mata atau gangguan penglihatan.

Bulu mata yang rontok beberapa helai sesekali gak selalu menandakan ada masalah. Rambut di area ini juga memiliki siklus pertumbuhan alami, sehingga kamu gak perlu langsung panik setiap kali menemukan satu atau dua helai di kapas pembersih makeup.

Namun, kalau bulu mata mulai terlihat semakin tipis, coba evaluasi cara kamu merawatnya. Kurangi gesekan, hindari menarik bulu mata secara paksa, dan perhatikan reaksi kulit terhadap produk yang digunakan. Kalau kerontokannya berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, mencari tahu penyebabnya lewat pemeriksaan medis jauh lebih bijak daripada sekadar mengandalkan serum penumbuh bulu mata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article