ilustrasi bulu mata menipis (pexels.com/ Mypointofview)
Gak semua kerontokan bulu mata disebabkan oleh kebiasaan makeup. Kondisi seperti blefaritis, gangguan tiroid, alopecia areata, dan sejumlah masalah kesehatan lainnya juga dapat memengaruhi pertumbuhan bulu mata. Karena itu, ketika bulu mata mulai menipis secara nyata, terutama jika disertai kerontokan alis atau rambut kepala, penting untuk gak langsung menyalahkan produk kecantikan yang digunakan.
Perhatikan juga apakah kerontokan terjadi pada satu bagian saja, muncul dalam bentuk area yang kosong, atau disertai benjolan, kerak, kemerahan, dan rasa sakit. Jika perubahan tersebut menetap atau semakin parah, periksakan diri ke dokter mata atau dokter kulit agar penyebabnya dapat dievaluasi. Kerontokan bulu mata yang baru muncul sebaiknya gak dibiarkan terlalu lama tanpa pemeriksaan, terutama jika disertai perubahan pada kelopak mata atau gangguan penglihatan.
Bulu mata yang rontok beberapa helai sesekali gak selalu menandakan ada masalah. Rambut di area ini juga memiliki siklus pertumbuhan alami, sehingga kamu gak perlu langsung panik setiap kali menemukan satu atau dua helai di kapas pembersih makeup.
Namun, kalau bulu mata mulai terlihat semakin tipis, coba evaluasi cara kamu merawatnya. Kurangi gesekan, hindari menarik bulu mata secara paksa, dan perhatikan reaksi kulit terhadap produk yang digunakan. Kalau kerontokannya berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, mencari tahu penyebabnya lewat pemeriksaan medis jauh lebih bijak daripada sekadar mengandalkan serum penumbuh bulu mata.