ilustrasi menggosok parfum (pexels.com/Aleksey Danilchenko)
Parfum umumnya memiliki beberapa lapisan aroma yang berkembang secara bertahap. Lapisan tersebut terdiri dari top notes, middle notes, dan base notes:
Top notes adalah aroma yang paling pertama tercium sesaat setelah parfum disemprotkan. Molekul aromanya cenderung lebih ringan dan mudah menguap. Citrus, herbal ringan, dan beberapa aroma aldehyde merupakan contoh yang sering ditemukan pada lapisan ini. Karena lebih cepat menguap, top notes biasanya hanya bertahan sekitar 15–30 menit. Meski singkat, lapisan ini penting karena menjadi kesan pertama yang muncul ketika seseorang mencium parfum.
Setelah top notes mulai memudar, middle notes atau heart notes perlahan menjadi lebih dominan. Lapisan ini bisa dianggap sebagai inti karakter sebuah parfum. Aroma floral, buah, dan rempah sering digunakan dalam lapisan ini. Middle notes biasanya bertahan lebih lama dibandingkan dengan top notes dan dapat menjadi penghubung antara aroma pembuka dengan aroma akhir parfum.
Base notes terdiri dari molekul aroma yang lebih berat dan menguap lebih lambat. Contohnya adalah kayu, resin, musk, vanila, dan amber. Ketika parfum memasuki tahap dry down, base notes menjadi semakin dominan. Inilah yang membuat aroma parfum terasa lebih dalam, lembut, dan menetap lebih lama di kulit.
Sebenarnya, ketiga lapisan tersebut tidak langsung muncul secara terpisah. Sesaat setelah disemprotkan, hidung kita dapat mencium campuran berbagai aroma. Namun, seiring berjalannya waktu, bahan yang lebih mudah menguap akan menghilang lebih dulu sehingga keseimbangan aromanya berubah.