Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Dry Down pada Parfum dan Kenapa Aromanya Bisa Berubah?

Apa Itu Dry Down pada Parfum dan Kenapa Aromanya Bisa Berubah?
ilustrasi parfum (pixabay.com/wilkernet)
Share Article

Pernah merasa aroma parfum berubah setelah beberapa jam dipakai? Saat pertama kali disemprot, wanginya mungkin terasa segar. Namun, setelah beberapa waktu, aromanya bisa berubah menjadi lebih lembut, manis, woody, atau bahkan musky. Perubahan inilah yang dikenal sebagai dry down.

Dry down pada parfum adalah tahap akhir dalam perkembangan aroma parfum di kulit. Pada fase ini, aroma yang terasa di awal sudah mulai menghilang dan berganti dengan aroma dari base notes yang memiliki karakter lebih dalam serta tahan lama. Tahap ini biasanya mulai terasa sekitar 30 menit hingga beberapa jam setelah parfum disemprotkan dan dapat bertahan selama berjam-jam, bahkan sampai keesokan harinya.

  1. 1. Mengenal tiga lapisan aroma parfum

    ilustrasi menggosok parfum
    ilustrasi menggosok parfum (pexels.com/Aleksey Danilchenko)

    Parfum umumnya memiliki beberapa lapisan aroma yang berkembang secara bertahap. Lapisan tersebut terdiri dari top notes, middle notes, dan base notes:

    • Top notes

    Top notes adalah aroma yang paling pertama tercium sesaat setelah parfum disemprotkan. Molekul aromanya cenderung lebih ringan dan mudah menguap. Citrus, herbal ringan, dan beberapa aroma aldehyde merupakan contoh yang sering ditemukan pada lapisan ini. Karena lebih cepat menguap, top notes biasanya hanya bertahan sekitar 15–30 menit. Meski singkat, lapisan ini penting karena menjadi kesan pertama yang muncul ketika seseorang mencium parfum.

    • Middle notes

    Setelah top notes mulai memudar, middle notes atau heart notes perlahan menjadi lebih dominan. Lapisan ini bisa dianggap sebagai inti karakter sebuah parfum. Aroma floral, buah, dan rempah sering digunakan dalam lapisan ini. Middle notes biasanya bertahan lebih lama dibandingkan dengan top notes dan dapat menjadi penghubung antara aroma pembuka dengan aroma akhir parfum.

    • Base notes

    Base notes terdiri dari molekul aroma yang lebih berat dan menguap lebih lambat. Contohnya adalah kayu, resin, musk, vanila, dan amber. Ketika parfum memasuki tahap dry down, base notes menjadi semakin dominan. Inilah yang membuat aroma parfum terasa lebih dalam, lembut, dan menetap lebih lama di kulit.

    Sebenarnya, ketiga lapisan tersebut tidak langsung muncul secara terpisah. Sesaat setelah disemprotkan, hidung kita dapat mencium campuran berbagai aroma. Namun, seiring berjalannya waktu, bahan yang lebih mudah menguap akan menghilang lebih dulu sehingga keseimbangan aromanya berubah.

  2. 2. Kenapa aroma parfum bisa berubah setelah dipakai?

    ilustrasi parfum
    ilustrasi parfum (pexels.com/Valeria Boltneva)

    Perubahan aroma parfum bukan berarti parfumnya rusak atau kualitasnya buruk. Justru, hal tersebut merupakan bagian dari cara parfum dirancang. Ada beberapa faktor yang membuat aroma parfum berkembang seiring waktu:

    • Setiap bahan memiliki kecepatan penguapan yang berbeda

    Bahan parfum memiliki tingkat penguapan yang berbeda. Molekul ringan seperti citrus lebih cepat menguap, sedangkan aroma seperti sandalwood, musk, vanilla, dan amber bertahan lebih lama sehingga semakin terasa saat parfum memasuki dry down.

    • Kondisi kulit memengaruhi aroma

    Kelembapan, minyak alami, dan suhu kulit dapat memengaruhi perkembangan parfum. Kulit berminyak cenderung membuat aroma lebih tahan lama, sedangkan kulit kering dapat membuat parfum lebih cepat memudar. Inilah sebabnya parfum yang sama bisa menghasilkan aroma berbeda pada setiap orang.

    • Hidung bisa terbiasa dengan aroma parfum

    Setelah terus-menerus mencium aroma yang sama, indra penciuman dapat beradaptasi dan menjadi kurang peka. Kondisi ini disebut olfactory adaptation atau nose blindness, sehingga parfum mungkin terasa hilang bagi pemakainya meski masih bisa tercium oleh orang lain.

  3. 3. Kenapa dry down penting saat memilih parfum?

    ilustrasi parfum
    ilustrasi parfum (pexels.com/High Rollick studio)

    Dry down menjadi salah satu tahap penting untuk diperhatikan ketika mencoba parfum. Aroma yang tercium saat pertama kali disemprotkan belum tentu menggambarkan aroma parfum setelah bertahan beberapa jam di kulit. Karena itu, sebaiknya jangan langsung membeli parfum hanya berdasarkan aroma pada semprotan pertama. Berikan waktu agar parfum berkembang dan perhatikan bagaimana aromanya setelah sekitar satu hingga beberapa jam.

    Dengan memahami dry down, kamu bisa mengetahui apakah karakter parfum sesuai dengan selera dan kondisi kulitmu. Aroma yang awalnya terasa terlalu tajam juga dapat berubah seiring waktu. Saat memasuki fase dry down, aromanya bisa menjadi lebih lembut dan nyaman.

    Perubahan aroma dari awal hingga dry down pada parfum justru menjadi bagian yang menarik. Setiap bahan memiliki karakter dan kecepatan penguapan yang berbeda, sementara kondisi kulit membuat perkembangannya terasa lebih personal. Karena itu, aroma yang tertinggal setelah beberapa jam bisa terasa jauh berbeda dari semprotan pertama dan menjadi karakter parfum yang paling melekat pada pemakainya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More