6 Kesalahan Menggunakan Saringan yang Bisa Bikin Alat Cepat Rusak

- Saringan plastik dapat melengkung bila dipakai untuk bahan terlalu panas tanpa memeriksa batas suhu; pilih material tahan panas sesuai kebutuhan.
- Menggosok jaring terlalu keras, menekan makanan, atau menumpuk benda berat dapat melengkungkan jaring dan melonggarkan sambungan saringan.
- Saringan logam perlu dikeringkan sebelum disimpan untuk mengurangi risiko karat, serta dibersihkan dengan sabun dan spons nonabrasif sesuai materialnya.
Saringan termasuk salah satu benda dapur yang kelihatannya tahan banting. Dipakai untuk mencuci sayuran, meniriskan mi, menyaring santan, sampai membuang air rebusan, alat ini hampir selalu masuk dalam rutinitas memasak.
Karena bentuknya sederhana, kamu mungkin merasa gak ada perlakuan khusus yang perlu diperhatikan. Padahal, kebiasaan kecil saat menggunakan atau mencucinya bisa membuat saringan cepat berubah bentuk, berkarat, atau bahkan rusak. Apalagi kalau saringan dipakai hampir setiap hari tanpa pernah diperhatikan kondisinya.
Jenis saringan juga ternyata cukup beragam, mulai dari plastik, stainless steel, aluminium, sampai saringan berjaring sangat halus. Setiap bahan punya ketahanan yang berbeda terhadap panas, tekanan, dan bahan pembersih.
Kesalahan yang terlihat sepele pun bisa memberikan dampak berbeda pada tiap jenis saringan. Jadi kalau kamu ingin alat ini tetap awet, cara menggunakannya perlu sedikit diperhatikan. Yuk, cek enam kebiasaan yang mungkin tanpa sadar masih kamu lakukan.
1. Menuangkan bahan yang terlalu panas ke saringan plastik

ilustrasi saringan (pexels.com/Anna Shvets) Saringan plastik memang praktis dan ringan, tetapi gak semuanya dirancang untuk menerima suhu tinggi. Menuangkan air mendidih atau makanan yang baru diangkat dari kompor ke saringan tanpa melihat keterangan produknya bisa membuat plastik melengkung.
Dalam kondisi tertentu, perubahan bentuk tersebut dapat membuat saringan gak lagi stabil saat digunakan. Bagian jaring atau sambungannya juga bisa mengalami perubahan jika materialnya gak tahan panas. Masalahnya, kerusakan seperti ini biasanya baru terlihat setelah dilakukan berulang kali.
Sebelum menggunakan saringan plastik untuk bahan panas, cek dulu apakah materialnya memang dirancang untuk suhu tersebut. Kalau kamu sedang meniriskan pasta, mi, atau sayuran yang baru direbus, saringan berbahan tahan panas bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Jangan mengandalkan perkiraan hanya karena saringan terlihat tebal dan kokoh. Setiap produk bisa memiliki batas penggunaan yang berbeda. Kebiasaan membaca petunjuk kecil pada kemasan ternyata bisa menyelamatkan alat dari kerusakan lebih cepat.
2. Menggosok saringan terlalu keras

ilustrasi saringan (pexels.com/Salim Da) Pernah menemukan noda yang menempel di sela-sela jaring saringan lalu langsung menggosoknya sekuat tenaga? Cara tersebut memang terasa efektif untuk menghilangkan kotoran membandel. Namun, tekanan yang terlalu kuat bisa membuat jaring tipis berubah bentuk, terutama pada saringan berbahan kawat halus. Bagian sambungan juga bisa menjadi longgar jika terus mendapat tekanan. Saringan yang jaringnya sudah berubah bentuk tentu gak akan senyaman ketika masih dalam kondisi baik.
Sebaiknya, rendam terlebih dahulu saringan yang memiliki sisa makanan sulit dibersihkan. Air hangat dan sabun dapat membantu melunakkan residu sehingga kamu gak perlu menggosok terlalu keras. Gunakan spons atau sikat yang sesuai untuk menjangkau bagian sela-sela jaring. Setelah bersih, bilas dan keringkan dengan baik. Membersihkan secara perlahan justru bisa membuat saringan bertahan lebih lama.
3. Menggunakan saringan sebagai alat menekan makanan

Ilustrasi saringan (pexels.com/Klaus Nielsen) Ada kebiasaan lain yang mungkin terlihat praktis, yaitu menekan makanan menggunakan saringan agar cairannya cepat keluar. Misalnya, kamu menekan tahu, sayuran, atau bahan lain menggunakan sendok maupun tangan. Padahal, jaring saringan gak selalu dirancang untuk menerima tekanan dari benda berat. Tekanan berulang bisa membuat jaring melengkung atau sambungannya berubah. Kalau jaring sudah rusak, fungsi utama saringan tentu ikut terganggu.
Biarkan gravitasi melakukan sebagian besar pekerjaannya ketika meniriskan bahan. Kalau membutuhkan proses pemerasan atau penekanan, gunakan alat yang memang dirancang untuk tujuan tersebut.
Kamu juga perlu memperhatikan ukuran bahan agar gak terlalu memenuhi saringan. Beban yang berlebihan dapat memberikan tekanan tambahan pada bagian jaring dan pegangan. Saringan mungkin terlihat sederhana, tetapi bukan berarti semua pekerjaan bisa dibebankan pada alat ini.
4. Menumpuk benda berat di atas saringan

Ilustrasi saringan (pexels.com/Gustavo Fring) Saringan yang sudah selesai dicuci biasanya langsung ditaruh di lemari bersama peralatan dapur lain. Masalah muncul ketika kamu menumpuk panci, wajan, atau mangkuk berat tepat di atasnya. Bentuk saringan bisa berubah karena mendapat tekanan dari benda-benda tersebut. Risiko ini lebih besar pada saringan yang memiliki jaring tipis atau rangka ringan. Sekali bentuknya berubah, mengembalikannya seperti semula belum tentu mudah.
Usahakan menyimpan saringan pada posisi yang gak membuatnya menerima beban berat. Kamu bisa menempatkannya di bagian atas tumpukan peralatan atau menggantungnya jika desainnya memungkinkan. Beri ruang yang cukup agar jaring gak tertekan oleh benda lain. Kalau punya beberapa jenis saringan, susun berdasarkan ukuran supaya gak saling menghimpit. Cara penyimpanan yang tepat bisa mengurangi risiko kerusakan meskipun alat tersebut gak sedang digunakan.
5. Membiarkan saringan tetap basah setelah dicuci

Ilustrasi saringan (pexels.com/Andres Ayrton) Saringan berbahan logam perlu mendapatkan perhatian khusus setelah dicuci. Sisa air yang terperangkap di sela-sela jaring atau bagian sambungan bisa membuat permukaan tetap lembap. Kalau materialnya rentan terhadap korosi, kondisi lembap yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko munculnya karat. Sisa makanan yang tertinggal juga bisa memperburuk keadaan. Karena itu, sekadar membilas saringan lalu memasukkannya ke dalam lemari bukan kebiasaan yang ideal.
Setelah dicuci, tiriskan saringan pada tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Kalau memungkinkan, keringkan menggunakan kain bersih sebelum menyimpannya. Periksa juga bagian sambungan dan tepi saringan karena air bisa tertahan di area tersebut. Jangan langsung menumpuk saringan yang masih basah bersama peralatan lain. Sedikit waktu tambahan untuk mengeringkannya bisa membantu menjaga kondisi alat tetap baik.
6. Menggunakan bahan pembersih yang terlalu keras

Ilustrasi saringan (pexels.com/Olga Kovalski) Keinginan membersihkan saringan sampai benar-benar mengilap terkadang membuat orang memilih bahan pembersih yang terlalu kuat. Padahal, gak semua material saringan cocok terkena bahan kimia atau pembersih abrasif tertentu. Permukaan logam dapat mengalami perubahan, sementara lapisan tertentu bisa rusak jika terus terkena bahan yang gak sesuai.
Jaring yang sangat halus juga bisa mengalami kerusakan jika digosok menggunakan alat abrasif. Jadi, bersih bukan berarti harus menggunakan pembersih yang paling keras. Gunakan sabun pencuci yang sesuai dan spons yang gak terlalu kasar untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau ada noda membandel, cari tahu dulu material saringan sebelum mencoba metode pembersihan tertentu.
Kamu juga bisa mengikuti petunjuk perawatan yang diberikan produsen, terutama untuk saringan khusus. Jangan mencampur berbagai bahan pembersih hanya untuk mengejar hasil yang lebih cepat. Cara yang lembut biasanya sudah cukup untuk menjaga saringan tetap bersih sekaligus mempertahankan kondisinya.
Mulai sekarang, coba perhatikan lagi bagaimana kamu menggunakan saringan di rumah. Apakah kamu pernah menekan bahan terlalu kuat, menggosok jaring sampai sekuat tenaga, atau langsung menyimpannya saat masih basah? Kalau iya, mungkin ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu ubah. Gak perlu melakukan perawatan yang rumit, cukup gunakan sesuai fungsi dan simpan secara tepat. Dari enam kesalahan tadi, mana yang paling sering kamu lakukan tanpa sadar?





















