“Bantu anak memahami bahwa jumlah yang mereka hitung dapat dituliskan menggunakan sebuah simbol yang disebut angka,” jelas Rebecca A. Palacios, Ph.D., seorang pendidik yang mengajar prasekolah selama lebih dari tiga puluh tahun di Corpus Christi, dikutip dari HuffPost.
8 Aktivitas Matematika untuk Anak Prasekolah, Bisa Sambil Bermain!

Belajar matematika untuk anak prasekolah gak harus selalu duduk di depan buku dan mengerjakan soal. Berbagai kegiatan sederhana di rumah ternyata bisa menjadi kesempatan untuk mengenalkan konsep jumlah, ukuran, perbandingan, hingga pengelompokan kepada anak. Dengan cara yang menyenangkan, anak bisa belajar matematika tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran.
Justru, aktivitas sehari-hari bisa membuat konsep matematika terasa lebih dekat dengan kehidupan anak. Kamu gak perlu menyiapkan alat khusus karena sebagian besar kegiatan ini dapat dilakukan menggunakan benda-benda yang sudah ada di rumah. Berikut beberapa aktivitas yang bisa kamu coba bersama anak.
1. Menghitung bahan saat membuat camilan

ilustrasi memasak ibu dan anak (pexels.com/rdne) Saat membuat camilan bersama anak, libatkan ia dalam menghitung bahan yang akan digunakan. Misalnya, minta anak mengambil tiga buah pisang, lima potong biskuit, atau beberapa sendok tepung sesuai kebutuhan. Aktivitas sederhana ini membantu anak mengenali bahwa angka berkaitan dengan jumlah benda yang bisa dilihat dan disentuh secara langsung.
Kamu juga bisa meminta anak menghitung kembali bahan yang sudah dimasukkan ke dalam mangkuk. Sesekali tanyakan apa yang terjadi jika jumlah salah satu bahan ditambah atau dikurangi satu. Dengan begitu, anak mulai memahami konsep penambahan dan pengurangan secara sederhana melalui kegiatan yang menyenangkan.
2. Membagi makanan secara adil

ilustrasi ibu dan anak memeriksa buah (pexels.com/pavel-danilyuk) Waktu makan bisa menjadi kesempatan untuk mengenalkan konsep pembagian kepada anak. Misalnya, letakkan beberapa potong buah di piring dan minta anak membaginya secara merata untuk dirinya dan anggota keluarga lain. Anak dapat belajar bahwa jumlah benda perlu diperhatikan agar setiap orang mendapatkan bagian yang sama.
Kalau jumlah makanan tidak bisa dibagi rata, kamu bisa mengajak anak mencari tahu penyebabnya. Tanyakan apakah ada yang mendapatkan lebih banyak atau lebih sedikit dan bagaimana cara membuat pembagiannya lebih seimbang. Permainan sederhana ini membantu anak mengenal konsep perbandingan dan pembagian tanpa harus menggunakan istilah matematika yang rumit.
3. Mengatur meja makan

ilustrasi memasak bersama dengan keluarga (.pexels.com/augustderichelieu) Ajak anak membantu menyiapkan meja makan dengan memasangkan satu piring, sendok, dan gelas untuk setiap orang. Tanyakan berapa orang yang akan makan, lalu minta anak menghitung perlengkapan yang perlu disiapkan.
Kegiatan ini mengenalkan konsep korespondensi satu per satu, yaitu setiap orang membutuhkan perlengkapan masing-masing. Jika ada lima orang tetapi hanya empat sendok, anak bisa belajar menghitung dan menemukan benda yang masih kurang.
4. Mengelompokkan pakaian saat mencuci

ilustrasi orang tua bermain bersama anak (pexels.com/keiraburton) Ketika mencuci pakaian, kamu bisa mengajak anak memisahkan pakaian berdasarkan kategori tertentu. Misalnya, pakaian berwarna terang dikelompokkan bersama, sedangkan pakaian berwarna gelap ditempatkan di kelompok lain. Anak juga dapat mengelompokkan pakaian berdasarkan jenis, seperti kaus, celana, atau kaus kaki.
Setelah selesai mengelompokkan, ajak anak membandingkan kelompok yang terbentuk. Tanyakan kelompok mana yang memiliki pakaian paling banyak dan mana yang paling sedikit. Aktivitas ini membantu anak mengenali konsep klasifikasi dan perbandingan melalui benda yang akrab dalam kehidupan sehari-hari.
5. Mencari pasangan kaus kaki

ilustrasi ayah dan anak sedang packing pakaian (pexels.com/ketutsubiyanto) Setelah mencuci pakaian, jadikan kegiatan mencari pasangan kaus kaki sebagai permainan. Minta anak menemukan dua kaus kaki dengan warna atau motif yang sama, lalu menentukan mana yang menjadi pasangannya.
Campurkan beberapa pasang kaus kaki dan biarkan anak mencari semuanya. Setelah itu, ajak anak menghitung pasangan yang ditemukan untuk melatih kemampuan mencocokkan, mengenali perbedaan, dan memahami jumlah.
6. Membandingkan isi dua wadah

ilustrasi balita dan adik bayi bermain bersama (pexels.com/pnwprod) Ambil dua wadah dengan ukuran berbeda dan isi dengan benda yang aman untuk anak. Minta anak menebak wadah mana yang isinya lebih banyak, lalu periksa jawabannya dengan menghitung atau memindahkan isinya.
Aktivitas ini membantu anak mengenal konsep lebih banyak, lebih sedikit, dan sama banyak. Kamu juga bisa menggunakan air dengan pengawasan orang dewasa agar anak belajar membandingkan isi kedua wadah.
“Ketika anak mempelajari hubungan antara ruang dan bentuk melalui alat fisik yang dapat disentuh, seperti teka-teki, kemampuan matematika mereka meningkat,” kata Dr. Katie Gilligan-Lee, seorang psikolog perkembangan dan peneliti di bidang perkembangan kognitif anak, dikutip dari The Guardian.
7. Mengukur tinggi tanaman

ilustrasi ibu dan anak panen tomat (pexels.com/yankrukov) Kalau di rumah ada tanaman, ajak anak memperhatikan perubahan ukurannya dari waktu ke waktu. Kamu bisa menggunakan penggaris atau benda sederhana sebagai alat ukur untuk mengetahui seberapa tinggi tanaman tersebut. Catat hasil pengukuran secara berkala agar anak dapat melihat bahwa angka dapat digunakan untuk menggambarkan ukuran.
Selain tinggi tanaman, anak juga bisa membandingkan dua tanaman yang berbeda. Tanyakan tanaman mana yang lebih tinggi, lebih pendek, atau memiliki ukuran yang hampir sama. Aktivitas ini mengenalkan konsep pengukuran dan perbandingan sekaligus membuat anak lebih peka terhadap perubahan di lingkungan sekitarnya.
8. Berbelanja dengan uang mainan

ilustrasi belanja grosir (pexels.com/gustavofring) Bermain jual-beli dengan uang mainan bisa menjadi cara seru mengenalkan angka dan nilai kepada anak. Buat toko kecil di rumah, beri harga sederhana pada beberapa barang, lalu minta anak memilih dan membayarnya.
Ajak anak menghitung uang yang perlu diberikan dan mengecek apakah jumlahnya cukup untuk membeli barang tersebut. Lewat permainan ini, anak belajar menggunakan angka dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mengenalkan matematika kepada anak prasekolah gak harus kaku karena banyak aktivitas sehari-hari yang bisa jadi media belajar. Biarkan anak bereksplorasi, mencoba, dan menemukan jawabannya sendiri agar matematika terasa menyenangkan, bukan sesuatu yang bikin takut.






















