Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Glass Skin Vs. Oily Skin, Kenali Perbedaannya agar Perawatanmu Tepat!
ilustrasi tipe kulit yang cocok untuk pembersih wajah (vecteezy.com/Viorel Kurnosov)
  • Glass skin adalah kondisi kulit sehat, halus, terhidrasi mendalam, dan bercahaya alami; bukan tipe kulit. Kilau muncul merata karena nutrisi serta perawatan konsisten.
  • Oily skin terjadi saat kelenjar sebasea menghasilkan sebum berlebih. Ciri utamanya kilau intens di T-zone, kulit terasa tebal, pori membesar atau tersumbat, serta rentan jerawat.
  • Kertas penyerap minyak dan pengamatan cermin membantu membedakan keduanya. Untuk mendukung glass skin, lakukan pembersihan, masker, eksfoliasi, pelembapan, dan penggunaan sunscreen rutin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebanyakan orang sering kali masih merasa bingung membedakan glass skin dan oily skin karena keduanya sekilas terlihat serupa. Baik glass skin maupun oily skin sama-sama dapat memberikan tampilan akhir yang glowy. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

Oily skin adalah tipe kulit yang menghasilkan sebum berlebih sehingga wajah tampak mengilap. Sementara itu, glass skin bukanlah tipe kulit, melainkan kondisi kulit yang sehat, terhidrasi, dan memancarkan cahaya alami. Perbedaan utama keduanya terletak pada penyebab kilau yang muncul. Glass skin berasal dari kulit yang terhidrasi dengan baik, sedangkan oily skin disebabkan oleh produksi minyak yang berlebihan. Simak penjelasan lebih lengkap mengenai perbedaan glass skin dan oily skin berikut ini!

1. Mengenal arti glass skin

Ilustrasi glass skin (freepik.com/makistock)

Glass skin merupakan istilah yang lahir dari tren kecantikan di Seoul, Korea Selatan, yang identik dengan ciri khas KBeauty. Istilah ini menggambarkan kondisi kulit yang bersih, halus, bercahaya, dan tampak sebening kaca.

Glass skin sendiri merujuk pada kondisi kulit yang memiliki tekstur halus, sehat, dan tampak nyaris tanpa cela. Hal ini dapat dicapai karena kulit mendapatkan nutrisi yang cukup, terhidrasi dengan baik, serta dirawat secara konsisten sehingga menghasilkan kesan kulit yang bening dan bercahaya layaknya kaca.

“Tipe kulit glass skin ini memastikan bahwa kulit tidak hanya berkilau di permukaan saja, tetapi juga terhidrasi secara mendalam sehingga menghasilkan kilau sehat yang menawan,” ungkap Yu-Jun Park, Kepala Edukasi Produk di SeoulCeuticals, dikutip dari Seoul Ceuticals.

2. Mengenal arti oily skin

ilustrasi kulit berminyak (freepik.com/rawpixel.com)

Berbeda dengan glass skin yang menunjukkan kulit dengan tingkat hidrasi yang tinggi dan tampak sehat, oily skin merupakan kondisi ketika kelenjar sebasea bekerja lebih aktif sehingga menghasilkan sebum secara berlebihan. Kulit berminyak biasanya terasa lebih tebal saat disentuh dan area tertentu, terutama T-zone (dahi, hidung, dan dagu), akan terlihat mengilap secara berlebihan.

Produksi minyak yang berlebih memang dapat membuat kulit tampak lembap, tetapi kondisi ini berbeda dengan kilau alami yang dimiliki glass skin. Kulit berminyak juga sering disertai pori-pori yang tampak lebih besar, mudah tersumbat, serta lebih rentan mengalami jerawat.

“Tampilan yang biasa terlihat dari seseorang dengan tipe kulit oily skin adalah kulit yang tampak terlalu mengilap, dengan karakteristik rentan terhadap jerawat, pori-pori tersumbat, dan pori-pori membesar,” demikian tertulis dalam artikel Tatcha berjudul Oily vs. Glowy Skin: How to Tell The Difference (And Get the Glow).

3. Cara mengetahui tipe kulit glass skin atau oily skin

ilustrasi kulit berminyak (pexels.com/Mikhail Nilov)

Laman Seoul Ceuticals membagikan beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah kulitmu termasuk glass skin atau oily skin.

  1. Gunakan kertas penyerap minyak: cobalah menggunakan kertas penyerap minyak dengan menempelkannya pada wajah selama beberapa saat. Setelah itu, perhatikan hasilnya. Jika kertas meninggalkan bekas minyak yang jelas atau terasa basah, berarti wajah menghasilkan minyak berlebih. Sebaliknya, jika kertas tidak menyerap banyak minyak, kemungkinan kilau pada wajah berasal dari kulit yang sehat dan terhidrasi.

  2. Bercermin: mengamati kondisi wajah di depan cermin juga dapat membantu mengenali jenis kulit. Glass skin akan memancarkan kilau yang merata di seluruh wajah sehingga tampak sehat dan bercahaya. Sementara itu, oily skin biasanya menunjukkan kilau yang lebih intens dan tidak merata, terutama di area T-zone seperti dahi, hidung, dan dagu.

4. Tips untuk memiliki glass skin

ilustrasi perawatan wajah (unsplash.com/Oleg Ivanov)

  1. Gunakan masker dan pembersih wajah: membersihkan wajah secara menyeluruh dan menggunakan masker secara rutin, dapat membantu menjaga kulit tetap bersih serta mempersiapkannya untuk menerima rangkaian perawatan berikutnya dengan lebih optimal.

  2. Exfoliasi: dapat membantu mengangkat sel kulit mati, mengatasi pori-pori yang tersumbat, serta mengurangi kulit kusam yang menghalangi kulit memancarkan cahaya alaminya.

  3. Gunakan pelembap: pelembap membantu menjaga keseimbangan kadar air pada kulit, mengurangi produksi minyak berlebih, serta membuat kulit terasa lebih kenyal, lembut, dan bercahaya dalam waktu yang lebih lama.

  4. Gunakan sunscreen: merupakan tahapan penting dalam rutinitas skincare untuk mendapatkan tampilan glass skin. Selain melindungi kulit dari paparan sinar matahari, penggunaan sunscreen juga dapat membantu menjaga kesehatan skin barrier dan memberikan hasil akhir yang tampak lebih bercahaya.

Mengetahui perbedaan antara glass skin dan oily skin sangat penting karena akan memengaruhi cara merawat kulit. Dengan mengenali kondisi kulit sejak dini, kamu bisa menentukan perawatan yang paling sesuai sehingga kesehatan kulit tetap terjaga dan permasalahan kulit dapat ditangani dengan lebih tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article