Jakarta, IDN Times - Berbicara tentang perayaan Hari Kartini tahun ke tahun, tentu gak terlepas dari bagaimana momentum ini ditandai dengan berkebaya atau mengenakan wastra Indonesia. Meski begitu, baru-baru ini, banyak narasi dan diskursus yang mempertanyakan perayaan Hari Kartini. Apakah memang hanya berporos di pemakaian kebaya/wastra saja? Lantas, bagaimana dengan nilai-nilai yang sebenarnya Kartini gaungkan?
Hal tersebut kemudian disampaikan juga oleh Yenny Wahid, Social Entrepreneur, Political Activist, dan advocate for peace and tolerance, dalam acara Leadership & Liberation in Heels: Women in Focus oleh Social Quotient Indonesia bersama Happy Hearts Indonesia pada Rabu (29/4/2026) di Kuningan City Ballroom, Jakarta Selatan. Menurutnya, boleh saja merayakan Hari Kartini dengan berkebaya karena itu juga bentuk dari kebebasan berekspresi. Namun, jangan sampai melupakan hal-hal ini!
