Koleksi karya Andhita Siswandi, "ADORN", diluncurkan dalam show di Half Patiunus. 23 Oktober 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
Setiap kepulangan membawa cerita tentang apa yang ditinggalkan, sekaligus tentang apa yang ingin dibangun kembali. Bagi Andhita Siswandi, presentasi ADORN di Fashion Nation 2026 merupakan pertunjukan yang telah tertunda dari rencana koleksi musim gugur/dingin sebelumnya. Kini, ia kembali dengan koleksi Spring/Summer 2027 yang menandai babak baru dalam perjalanan kreatifnya.
Koleksi ini juga memperlihatkan bagaimana Andhita berusaha menyeimbangkan ekspresi personal dan kebutuhan pasar. Ia tidak meninggalkan karakter quirky yang telah melekat pada karyanya, tetapi mengolahnya melalui struktur yang lebih rapi, siluet yang lebih terarah, serta detail yang dapat diterapkan secara fleksibel.
Presentasi tersebut dilengkapi dengan alas kaki rancangan Rajnik yang dibuat khusus untuk Andhita Siswandi, koleksi kacamata dari Optik Seis, serta aksesori dari Havilah. Di luar koleksi utama, ia juga menghadirkan kaus edisi terbatas untuk kegiatan sosial, dengan seluruh keuntungan penjualan didonasikan kepada korban terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Namun, mungkin pesan paling personal dari pertunjukan ini justru tidak terletak pada busana yang berjalan di atas panggung. Ia hadir melalui keinginan Andhita untuk menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa kehidupan profesional dan keluarga tidak harus saling meniadakan.
"Saya ingin menyampaikan pesan untuk anak-anak saya, bahwa bekerja dan berkarya itu akan tetap menjadi sebuah pilihan. Bahkan setelah mereka memiliki anak dan berkeluarga," ungkapnya.
Kalimat tersebut menjadi penutup yang terasa dekat dengan banyak perempuan. Sebab, perjalanan membangun karier tidak selalu berlangsung lurus. Ada masa ketika seseorang perlu memprioritaskan keluarga, ada waktu untuk berhenti, dan ada kesempatan untuk memulai kembali dengan cara yang berbeda.
ADORN pun menjadi lebih dari sekadar koleksi busana. Ia adalah bukti bahwa seseorang dapat berubah tanpa harus kehilangan dirinya, serta dapat kembali berkarya tanpa menyangkal perjalanan yang telah membentuknya.
Ada keindahan yang lahir dari hal-hal yang langsung terlihat: warna yang lembut, siluet yang anggun, dan pita yang menjadi aksen khas. Namun, ada pula keindahan yang tumbuh lebih dalam, tersembunyi di balik proses panjang yang tidak selalu disaksikan orang lain.
ADORN merangkum keduanya. Melalui koleksi ini, Andhita Siswandi kembali ke panggung mode dengan perspektif yang lebih matang. Ia membawa identitas desainnya, pengalaman sebagai seorang ibu, dan pemahaman baru tentang arti menciptakan busana yang benar-benar dibutuhkan perempuan.
Kepulangannya tidak terasa seperti usaha untuk mengulang masa lalu. Namun, justru menjadi cara untuk melanjutkan perjalanan dengan langkah yang lebih mantap—lebih terstruktur, lebih peka, dan lebih terbuka terhadap kemungkinan.
Seperti pita yang dirangkai dengan cermat, kehidupan pun terdiri dari banyak simpul: karier, keluarga, mimpi, dan waktu untuk diri sendiri. Tidak semuanya selalu mudah disatukan, tetapi bukan berarti mustahil menemukan bentuk yang indah di antaranya.