Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Minyak Sea Buckthorn dan Manfaatnya bagi Kulit

Mengenal Minyak Sea Buckthorn dan Manfaatnya bagi Kulit
ilustrasi face oil (pexels.com/Los Muertos Crew)
Intinya Sih
  • Minyak sea buckthorn berasal dari tanaman Hippophae rhamnoides yang tumbuh di Eropa dan Asia, kaya vitamin C, serta dapat digunakan untuk perawatan kulit maupun dikonsumsi.
  • Kandungan antioksidan dan asam linoleat dalam minyak sea buckthorn membantu melembapkan kulit, mengatur produksi sebum, mencerahkan warna kulit, serta menyamarkan garis halus dan kerutan.
  • Minyak ini umumnya aman untuk semua jenis kulit, namun pemilik kulit berjerawat disarankan memilih produk non-komedogenik agar tidak menyumbat pori-pori saat digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jika kamu penggemar skincare pasti mengetahui bahwa ada banyak jenis minyak alami yang sering digunakan sebagai produk perawatan kulit. Mulai dari minyak argan, minyak almond, minyak rosehip, hingga yang paling terkenal adalah minyak zaitun.

Semua jenis minyak tersebut tentu memiliki manfaat tersendiri, seperti membantu menghidrasi kulit, mengurangi jerawat, sampai menyamarkan tanda-tanda penuaan dini. Namun, tahukah kamu kalau ada satu jenis minyak alami yang berfungsi untuk mencerahkan kulit?

Ya, minyak yang dimaksud adalah minyak sea buckthorn. Minyak alami ini dikenal punya segudang manfaat, termasuk mencerahkan kulit. Yuk, kenalan lebih dekat dengan minyak sea buckthorn dalam artikel ini!

1. Apa itu minyak sea buckthorn?

ilustrasi tanaman sea buckthorn
ilustrasi tanaman sea buckthorn (pexels.com/Kris Møklebust)

Meskipun namanya sea buckthorn, perlu diketahui bahwa minyak ini tidak berasal dari laut, melainkan dari tanaman Hippophae rhamnoides yang sering tumbuh di sepanjang pantai Skandinavia. Dilansir Vogue Scandinavia, tanaman ini juga dapat ditemukan di Eropa dan Asia.

Menurut Mette Skjærbæk, pendiri Karmameju Bioactive Skincare, minyak sea buckthorn didapat dari ekstrak biji, buah beri, dan daun semak Hippophae rhamnoides. Minyak ini diketahui memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Tidak hanya dapat dioleskan ke kulit, tetapi juga bisa dikonsumsi.

2. Manfaat minyak sea buckthorn bagi kulit

ilustrasi face oil
ilustrasi face oil (pexels.com/Mikhail Nilov)

Karena mengandung antioksidan dan vitamin C yang tinggi, minyak sea buckthorn efektif melawan radikal bebas. Dr. Marisa Garshick, MD, seorang dokter spesialis kulit bersertifikat dan asisten profesor klinis di Universitas Cornell, mengatakan bahwa minyak sea buckthorn bisa membantu melembapkan kulit serta mengontrol produksi minyak berlebih pada wajah.

“Minyak ini dapat melembapkan kulit karena mengandung asam linoleat yang secara alami ada dalam sebum. Dengan kata lain, minyak ini bisa membantu mengatur kadar sebum pada wajah,” jelas Garshick, dilansir Byrdie.

Jika kamu mengalami masalah kulit kusam dan warna kulit tidak merata, minyak sea buckthorn dapat memperbaiki warna kulit, memudarkan hiperpigmentasi, dan mencerahkan kulit. Tak hanya itu, minyak sea buckthorn juga efektif menyamarkan tampilan garis-garis halus dan kerutan.

3. Apakah minyak sea buckthorn bisa menyebabkan iritasi kulit?

ilustrasi seorang perempuan menggunakan face oil
ilustrasi seorang perempuan menggunakan face oil (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Dr. Orit Markowitz, MD, seorang dokter spesialis kulit bersertifikat dan pendiri Markowitz Medical, dikutip dari Byrdie, menjelaskan bahwa minyak sea buckthorn sebenarnya relatif aman digunakan untuk semua jenis kulit. Namun, ada sedikit catatan bagi pemilik kulit berjerawat.

“Walaupun tidak ada penelitian yang menunjukkan, bahwa minyak ini memiliki komponen dermatitis kontak atau dermatitis iritasi, tetapi produk berbasis minyak apa pun yang mengandung asam lemak seperti asam linoleat, mungkin bukan pilihan terbaik bagi kulit yang rentan berjerawat,” kata Garshick menambahkan.

Jika kamu termasuk salah satu pemilik kulit acne prone dan ingin mencoba minyak sea buckthorn, Garshick menyarankan supaya membeli produk yang sudah teruji klinis non-commedogenic. Hal ini bertujuan supaya produk dapat terserap sempurna dan tidak menyumbat pori-pori.

4. Cara menggunakan minyak sea buckthorn untuk kulit

ilustrasi seorang perempuan menggunakan face oil
ilustrasi seorang perempuan menggunakan face oil (pexels.com/SHVETS production)

Khusus minyak sea buckthorn murni pemakaiannya sangat sederhana. Kamu hanya butuh beberapa tetes minyak ke telapak tangan, kemudian oleskan pada bagian kulit yang ingin dirawat. Sebaiknya, gunakan minyak sea buckthorn sebelum menggunakan tabir surya di pagi hari dan gunakan kembali sebelum mengoleskan pelembap di malam hari.

“Minyak sea buckthorn umumnya aman digunakan sekali sehari," kata Garshick.

“Tergantung pada formulasinya. Minyak ini dapat diaplikasikan langsung untuk mengunci hidrasi atau jika dalam bentuk serum, sebaiknya diaplikasikan setelah membersihkan kulit dan sebelum memakai pelembap,” imbuhnya.

Saat ini, sudah ada banyak brand kecantikan yang memproduksi skincare dengan kandungan minyak sea buckthorn. Lewat antioksidan tinggi yang ada di dalamnya, diharapkan kandungan minyak ini bisa membantu memperbaiki warna kulit kusam dan masalah kulit lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us