Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Perawatan Kulit yang Direkomendasikan Dermatolog Sebelum Usia 40-an
ilustrasi membersihkan wajah (pexels.com/miriamalonso)
  • Dermatolog menekankan pentingnya membangun rutinitas skincare sejak usia muda untuk menjaga skin barrier, kolagen, dan mencegah kerusakan akibat sinar matahari sebelum memasuki usia 40-an.
  • Tujuh langkah utama meliputi penggunaan vitamin C, retinoid malam hari, sunscreen harian, pembersih lembut, pelembap lipid-rich, eksfoliasi teratur, serta pemeriksaan kulit rutin ke dokter spesialis.
  • Kebiasaan perawatan dini membantu memperlambat tanda penuaan alami seperti garis halus dan kekeringan kulit, sekaligus menjaga kesehatan serta kecerahan kulit jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Merawat kulit sebelum memasuki usia 40 tahun bukan berarti berusaha menghentikan proses penuaan. Sebaliknya, banyak dermatolog menyarankan untuk membangun kebiasaan perawatan kulit sejak dini agar skin barrier tetap sehat, produksi kolagen lebih terjaga, dan risiko kerusakan akibat sinar matahari dapat diminimalkan.

Memasuki usia 40-an, mulai terjadi perubahan pada kulit akibat berkurangnya kadar estrogen, melambatnya regenerasi sel, hingga menurunnya produksi kolagen. Karena itu, perlu pencegahan sebelum menginjak usia tersebut menjadi investasi penting untuk menjaga kulit tetap sehat dalam jangka panjang. Yuk, ketahui perawatan apa saja yang perlu kamu lakukan sebelum usia 40-an!

1. Jadikan vitamin C sebagai skincare andalan di pagi hari

ilustrasi memeriksa keadaan kulit di cermin (pexels.com/olly)

Vitamin C menjadi salah satu kandungan yang paling sering direkomendasikan dermatolog untuk digunakan sejak usia 20-an dan dipertahankan hingga memasuki usia 40-an. Sebagai antioksidan, vitamin C membantu melindungi kulit dari radikal bebas sekaligus mendukung produksi kolagen agar kulit tetap kencang.

Tak hanya itu, vitamin C juga membantu mencegah munculnya flek hitam dan membuat kulit tampak lebih cerah. Gunakan pada pagi hari sebelum pelembap dan sunscreen untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

"Vitamin C merupakan bahan pencerah kulit yang luar biasa. Selain membantu meningkatkan produksi kolagen, vitamin C juga memiliki manfaat antioksidan serta membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV," ujar Dr. Loretta Ciraldo, dokter spesialis dermatologi kosmetik, dikutip dari Byrdie.

2. Mulai gunakan retinoid sebagai perawatan malam

ilustrasi perempuan sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/ivan-samkov)

Retinoid menjadi salah satu bahan aktif yang paling banyak didukung penelitian dalam dunia dermatologi. Turunan vitamin A ini bekerja membantu merangsang produksi kolagen sekaligus mempercepat pergantian sel kulit sehingga tampilan garis halus dapat berkurang seiring penggunaan yang konsisten.

Selain dikenal sebagai bahan anti-aging, retinoid juga membantu mengatasi dua penyebab utama jerawat, yaitu penumpukan sel kulit mati dan peradangan. Penelitian bahkan menunjukkan, bahwa penggunaan retinoid secara konsisten dapat membantu memperbaiki tampilan garis halus dan kerutan dalam waktu sekitar 12 minggu.

"Retinoid adalah tulang punggung dari setiap perawatan jerawat. Retinoid membantu mengatasi dua penyebab utama jerawat, yaitu penumpukan sel kulit mati dan peradangan," ujar Dr. Dendy Engelman, dokter spesialis kulit bersertifikat, dikutip dari Byrdie.

3. Gunakan sunscreen setiap hari tanpa terkecuali

ilustrasi menggunakan krim wajah (pexels.com/sorashimazaki)

Paparan sinar ultraviolet merupakan salah satu penyebab utama munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti hiperpigmentasi, flek hitam, hingga kerutan. Bahkan, aktivitas sederhana seperti berkendara atau duduk di dekat jendela tetap membuat kulit terpapar sinar UV.

Karena itu, para dermatolog menyarankan penggunaan sunscreen setiap pagi dengan minimal SPF 30. American Academy of Dermatology (AAD) juga merekomendasikan untuk mengaplikasikan ulang sunscreen setiap dua jam ketika berada di luar ruangan atau setelah berkeringat maupun berenang agar perlindungannya tetap optimal.

"Gunakan pada seluruh area kulit yang terbuka setiap hari dan lakukan secara konsisten," jelas Dr. Craig Kraffert, dokter spesialis kulit sekaligus Presiden Amarte Skin Care, dikutip dari Byrdie.

4. Beralih ke pembersih wajah yang lebih lembut

ilustrasi cuci muka (freepik.com/pvproductions)

Memasuki usia dewasa, menjaga skin barrier menjadi salah satu prioritas utama dalam perawatan kulit. Karena itu, dermatolog menyarankan penggunaan facial cleanser yang lembut agar kulit tetap bersih tanpa menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan untuk mempertahankan kelembapan.

Menurut Dr. Dendy Engelman, ketika memasuki fase perimenopause, banyak orang justru membutuhkan pembersih yang lebih lembut, seperti cleansing oil. Produk dengan formula ringan membantu membersihkan wajah tanpa membuat kulit terasa semakin kering atau kaku setelah mencuci muka.

5. Jangan abaikan penggunaan pelembap

ilustrasi menggunakan krim wajah (pexels.com/karolinagrabowska)

Seiring bertambahnya usia, kulit cenderung menjadi lebih kering, mudah mengelupas, dan tampak kusam. Oleh karena itu, penggunaan pelembap setiap pagi dan malam menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus mendukung fungsi skin barrier.

Dermatolog juga menyarankan memilih pelembap yang mengandung lipid untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit. Kandungan tersebut bekerja menyerupai lipid alami yang secara bertahap berkurang seiring proses penuaan sehingga kulit tetap terasa nyaman dan tampak sehat.

6. Lakukan eksfoliasi secara rutin, tetapi jangan berlebihan

ilustrasi perempuan menggunakan krim wajah (pexels.com/anntarazevich)

Regenerasi sel kulit berlangsung lebih lambat seiring bertambahnya usia sehingga sel kulit mati lebih mudah menumpuk di permukaan kulit. Akibatnya, wajah tampak kusam dan tekstur kulit terasa kurang halus dibandingkan sebelumnya.

Untuk membantu mengangkat sel kulit mati, gunakan eksfoliator kimia yang mengandung AHA atau BHA. Dr. Corey Hartman, dokter spesialis kulit bersertifikat, dikutip dari Women's Health, merekomendasikan memulai eksfoliasi hingga dua kali seminggu, lalu meningkatkannya menjadi tiga kali seminggu setelah kulit mulai beradaptasi.

7. Lakukan pemeriksaan kulit secara berkala ke dokter spesialis kulit

ilustrasi menghilangkan bulu wajah dengan metode epilasi (pexels.com/sarbemanuel)

Selain menjalankan rutinitas skincare di rumah, pemeriksaan kulit secara berkala juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan kulit. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi lebih dini perubahan pada kulit, termasuk tanda-tanda awal kerusakan akibat sinar matahari maupun kondisi pra-kanker.

Menurut Dr. Audrey Kunin, dokter spesialis kulit bersertifikat, dikutip dari Byrdie, melakukan evaluasi kondisi kulit sejak memasuki usia dewasa memberikan peluang lebih besar untuk menemukan masalah pada tahap awal. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi kondisi kulit sebagai dasar pemeriksaan bersama dokter kulit guna memastikan tidak ada tanda-tanda awal perubahan kulit yang bersifat prakanker. Selalu jauh lebih mudah menemukan suatu masalah pada tahap awal dibandingkan harus menghadapi konsekuensinya ketika sudah terlambat," ujar Dr. Audrey Kunin.

Tak perlu menunggu tanda-tanda penuaan muncul untuk mulai merawat kulit dengan lebih serius. Semakin dini kebiasaan skincare yang tepat diterapkan, semakin besar peluang kulit tetap sehat dan bercahaya hingga memasuki usia 40-an.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article