Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

⁠Profil Kartika Sari Soekarno, Putri dari Ratna Sari Dewi-Sukarno

⁠Profil Kartika Sari Soekarno, Putri dari Ratna Sari Dewi-Sukarno
Kartika Sari Soekarno (instagram.com/kartikasoekarnofoundation)
  • Kartika Sari Dewi Soekarno, lahir 11 Maret 1967, adalah putri Sukarno dan Ratna Sari Dewi. Ia dibesarkan di Paris serta menempuh pendidikan di Swiss.
  • Kartika pernah menjadi wartawan televisi di Tokyo, bekerja di biro periklanan New York, dan di yayasan swasta AS sebelum mendirikan Kartika Soekarno Foundation.
  • KSF berdiri pada 1998 untuk menjaga akses pendidikan anak Indonesia saat krisis Asia Tenggara, lalu memperluas program mandiri pendidikan serta kesehatan di sejumlah kabupaten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nama Kartika Sari Dewi Soekarno kerap jadi perbincangan publik. Sebagai putri semata wayang Sukarno dari Ratna Sari Dewi, sosok Kartika punya perjalanan hidup yang gak kalah menarik buat ditelusuri.

Yuk, kenalan lebih jauh sama profil lengkap Kartika Sari Dewi Soekarno!

  1. 1. Profil singkat Kartika Sari Soekarno

    Kartika Sari Soekarno (instagram.com/kartikasoekarnofoundation)
    Kartika Sari Soekarno (instagram.com/kartikasoekarnofoundation)

    Karina Kartika Sari Dewi Soekarno lahir pada 11 Maret 1967 dan merupakan putri dari pasangan Presiden Pertama Indonesia, Sukarno, dan istrinya yang berdarah Jepang, Ratna Sari Dewi Soekarno. Sebagai salah satu keturunan langsung Bung Karno, sosok Kartika kerap membuat orang-orang penasaran.

    Kartika dibesarkan di Paris dan melanjutkan pendidikan di Swiss, pengalaman yang kemudian membentuk wawasan internasionalnya sejak dini. Masa kecil dan pendidikan yang dihabiskannya di Eropa ini juga yang membuka jalan baginya buat berkarier di berbagai kota besar dunia, sebelum akhirnya lebih banyak aktif dalam kegiatan sosial.

  2. 2. Perjalanan pendidikan dan karier Kartika

    Kartika Sari Soekarno (instagram.com/kartikasoekarnofoundation)
    Kartika Sari Soekarno (instagram.com/kartikasoekarnofoundation)

    Setelah menyelesaikan pendidikannya di Swiss, Kartika dan sang ibu kembali ke Jepang, di mana dia sempat berkarier sebagai wartawan televisi di Tokyo. Saat sang ibu pindah ke Amerika Serikat, Kartika turut serta dan melanjutkan kariernya di sebuah biro periklanan di New York, pengalaman lintas benua yang kemudian jadi modal penting ketika dia mulai terjun ke dunia yayasan.

    Selama berada di AS, Kartika sempat bekerja di sebuah yayasan swasta, pengalaman yang akhirnya mendorongnya untuk mendirikan yayasan sendiri bernama Kartika Soekarno Foundation (KSF). Yayasan yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda ini bergerak di bidang pendidikan dasar, kebudayaan, dan kesejahteraan ibu-anak Indonesia.

  3. 3. Mengenal Kartika Soekarno Foundation (KSF)

    Kartika Sari Soekarno (instagram.com/kartikasoekarnofoundation)
    Kartika Sari Soekarno (instagram.com/kartikasoekarnofoundation)

    Dilansir laman resminya, KSF lahir pada tahun 1998 sebagai wujud kepedulian Kartika terhadap dampak krisis ekonomi yang melanda Asia Tenggara kala itu. Bersama UNICEF dan CARE-USA, KSF menginisiasi kampanye 'Mencegah Generasi yang Hilang' buat memastikan anak-anak Indonesia tetap punya akses pendidikan di tengah situasi sulit. Upaya ini berhasil menghimpun dana besar sehingga programnya bisa berjalan luas.

    Seiring berjalannya waktu, KSF gak cuma mendukung program UNICEF, tapi sejak 2004 mulai menjalankan inisiatif pendidikan mandiri di tiga kabupaten di Nusantara, sebelum akhirnya diperluas lagi dengan program kesehatan di tiga kabupaten lainnya. Seluruh kegiatan ini ditopang oleh dewan direksi yang bekerja secara sukarela tanpa imbalan, termasuk tokoh berpengalaman seperti Stephen Woodhouse, mantan Direktur Negara UNICEF untuk Indonesia.

    Demikian profil Kartika Sari Soekarno. Semoga sosoknya menginspirasimu!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More