Seberapa Sering Kamu Harus Menggunakan Kondisoner pada Rambut?

Selain sampo, salah satu perawatan rambut yang kerap digunakan ialah kondisioner. Kondisioner merupakan produk haircare yang berfungsi untuk melembapkan dan menutrisi setiap helai rambut.
Umumnya, kondisioner digunakan setelah keramas. Lalu, seberapa sering harus menggunakan kondisoner pada rambut? Berikut telah IDN Times rangkum penjelasannya.
1. Apa itu kondisioner?

Dikutip Healthline, seorang penulis Kelly Weimert dan sudah diulas secara medis oleh praktisi perawat di bidang estetika dan kosmetik, Cynthia Cobb, DNP, APRN, WHNP-BC, FAANP, kondisioner adalah pelembap rambut yang biasanya terbuat dari cationic surfactants, emolien, dan oil. Kondisioner mempunyai tiga manfaat utama, yakni:
Mengembalikan kelembapan rambut yang hilang setelah keramas.
Melembapkan rambut usai melakukan perawatan kimia, seperti pewarnaan dan pelurusan.
Memulihkan rambut dari kerusakan, baik diakibatkan oleh paparan sinar matahari maupun alat pengering rambut.
2. Seberapa sering kamu harus menggunakan kondisioner pada rambut?

Menurut Weimert, seberapa sering kamu harus menggunakan kondisioner pada rambut, sebenarnya tergantung pada jenis rambut serta kondisioner yang digunakan. Secara umum, kondisioner yang dipakai oleh banyak orang ialah Rinse-Out Conditioner (kondisioner bilas). Kondisioner ini dioleskan seusai keramas dan dibilas setelah didiamkan selama satu sampai dua menit.
Menurut penata rambut profesional sekaligus pendiri Bomane Salon yang berbasis di LA, Andrea Jaclyn, kondisioner bilas sebaiknya digunakan setiap habis keramas. Meskipun sampo berfungsi membersihkan rambut dan kulit kepala, tapi bahan-bahan di dalamnya juga kadang berpotensi menarik air dari kulit kepala membuat rambut dan kulit kepala terasa kering.
“Sama seperti ketika kamu mencuci wajah, lalu tidak melembapkannya dengan moisturizer, kulit wajah akan terasa kering. Begitupun jika kamu tidak menggunakan kondisioner setelah keramas, rambut bisa terasa kering dan kasar,” ujar Jaclyn dikutip Mind Body Green.
Lebih lanjut, Weimert menuliskan bahwa jika kamu menggunakan Leave-in Conditioner (kondisioner tanpa bilas), maka kamu bisa mengaplikasikan produk ini seminggu sekali untuk melembapkan rambut yang kering dan memperbaiki rambut yang rusak. Sementara itu, jika kamu menggunakan jenis Deep Conditioner dengan tekstur lebih kental dibanding Rinse-Out dan Leave-in Conditioner, maka kamu hanya boleh memakainya satu kali dalam sebulan.
3. Cara menggunakan kondisioner dengan benar

Mirip seperti penjelasan pada poin pertama, cara menggunakan kondioner tergantung pada jenis kondisioner itu sendiri. Misal, jika kamu mempunyai kondisioner bilas (Rinse-Out Conditioner), disarankan untuk mengoleskan produk tersebut dari tengah hingga ke ujung rambut.
Beberapa orang mungkin tergoda memakai kondisoner tersebut di kulit kepala karena efeknya yang mampu membuat rambut terasa halus nan lembut seketika. Akan tetapi, penting diingat, Rinse-Out Conditioner tidak dirancang untuk pemakaian di kulit kepala. Apabila kamu tetap ingin menggunakan kondisioner layaknya sampo, maka kamu bisa mencari produk sampo yang sudah dilengkapi dengan kandungan kondisioner.
4. Tanda rambutmu terlalu sering menggunakan kondisioner

Meskipun kondisioner dapat memberikan banyak manfaat bagi rambut, memakainya terlalu banyak atau sering juga bisa menimbulkan masalah. Selain itu, kondisioner yang kurang sesuai kebutuhan rambut dapat menghilangkan khasiat yang seharusnya kamu rasakan.
“Menggunakan kondisioner yang tidak sesuai dengan jenis rambut atau mengoleskannya terlalu dekat ke akar bisa membuat rambut terasa berminyak setelah keramas, sulit diatur/ditata, dan terasa berat” kata Jaclyn.
Apabila kamu mengalami tanda-tanda di atas, segera kurangi frekuensi pemakaian kondisioner. Kemudian, gunakan kondisioner sesuai panduan yang terletak pada label kemasan produk.
5. Tanda rambut kamu kekurangan kondisioner

Selain kelebihan kondisioner, rambut yang kekurangan kondisioner juga bisa menimbulkan masalah. Menurut Jaclyn, ciri-ciri rambut yang kekurangan nutrisi dan hidrasi, yakni rambut terasa kering dan rapuh, mudah rontok, ujung rambut jadi keriting, dan sulit disisir (kusut).
Jika rambut kamu mengalami tanda-tanda di atas, maka mulailah meningkatkan frekuensi pemakaian kondisioner. Gunakan kondisioner sesuai takaran serta waktu yang sudah ditentukan pada label kemasan produk.
Pada akhirnya, seberapa sering kamu harus menggunakan kondisioner kembali lagi pada jenis rambut dan kondisioner yang kamu miliki. Jadi, jangan sampai salah, ya!