Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Solusi Kulit Cerah dan Terhidrasi Selama Berpuasa, Bye Kulit Kering!

Solusi Kulit Cerah dan Terhidrasi Selama Berpuasa, Bye Kulit Kering!
ilustrasi kulit kering (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Selama Ramadan, kulit rentan mengalami multi-layer hydration loss akibat kurang cairan, pola tidur berubah, serta konsumsi makanan tinggi gula dan garam saat berbuka.
  • Konsep deep hydration penting untuk menjaga kelembapan hingga lapisan terdalam kulit agar tetap kenyal, sehat, dan memiliki skin barrier yang kuat.
  • Pemilihan moisturizer water-based dengan kandungan hyaluronic acid direkomendasikan karena mampu mengikat air hingga seribu kali beratnya dan menjaga kulit tetap lembap tanpa terasa berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Selama Ramadan, kamu mungkin merasa kulit jadi lebih kering, kusam, dan muncul jerawat. Ternyata, asupan cairan dan perubahan pola tidur memberi pengaruh terhadap hidrasi kulit, terutama di siang hari selama berpuasa. Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.DVE selaku dermatolog, menerangkan bahwa saat Ramadan kulit kita dapat mengalami kondisi yang disebut multi-layer hydration loss. Hal ini disampaikan di acara media launch kampanye "Neutrogena Hydro Boost Your Glow: 10 out of 10", Kamis (5/3/25) lalu di One Satrio, Jakarta Selatan.

Multi-layer hydration loss diterangkan Fitria sebagai gangguan yang membuat kulit kering karena beberapa penyebab sekaligus. Pasalnya, saat bulan puasa terjadi banyak perubahan, seperti asupan cairan, mengonsumsi makanan tinggi gula dan garam saat berbuka puasa, serta siklus tidur yang berubah. Lalu, bagaimana hal itu mempengaruhi kondisi kulit dan solusi untuk menanganinya?

1. Saat berpuasa, kita mungkin mengalami multi-layer hydration loss

ilustrasi skincare routine
ilustrasi skincare routine (unsplash.com/Kaeme)

Kondisi kulit kering yang sering terjadi di bulan Ramadan biasanya terjadi karena beberapa faktor yang saling berkaitan. Hal inilah yang disebut dengan multi-layer hydration loss, yakni istilah yang menggambarkan keadaan ketika kulit mengalami kekurangan kelembapan dari berbagai sisi, sehingga membuatnya terasa lebih kering dan kurang terhidrasi.

Secara ilmiah, Fitria menerangkan bahwa kulit memiliki tiga lapisan, yakni epidermis, dermis, dan subcutis atau subdermis. Jika bicara soal kelembaban, berarti fokus pada lapisan epidermis yang di dalamya memiliki beberapa lapisan, mulai dari stratum basale (dasar), stratum spinosum (duri), stratum granulosum (granular), stratum lucidum (bening, terutama di telapak tangan/kaki), dan stratum korneum(tanduk).

"Kalau kita lihat stratum korneum, kalau dilihat diperbesar, dia itu susunannya seperti brick and mortar. Brick itu adalah batu bata, mortarnya itu adalah lipid lamellar layer. Jadi, perkatnya si batu bata itu adalah korneositnya, sel-selnya, dan stratum porneum itu, berapa lapis sih? Biasanya sekitar 10 sampai 20 lapis," jelas Fitria.

"Apa yang terjadi kalau kulitnya kering? Yang terjadi adalah, akan renggang tuh, antara sesl-sel korneositnya renggang. Alhasil kalau kena cahaya, cahaya akan dipendarkan dengan tidak rata, tidak direfleksikan dengan baik. Apa yang terjadi? Kulit kelihatan kusam terus kalau dia longgar, tidak terhidrasi dengan baik, gampang tadi untuk bahan alergen dan bahan iritan untuk masuk," lanjutnya.

2. Pentingnya deep hydration

ilustrasi kulit kering
ilustrasi kulit kering (freepik.com/freepik)

Kulit yang sehat dan cerah bisa didapatkan dari hidrasi yang baik. Untuk itu, Fitria menerangkan lebih lanjut mengenai konsep deep hydration yang banyak dibicarakan dalam dunia perawatan kulit. Deep hydration membantu menjaga kandungan air di berbagai lapisan kulit, tidak hanya di permukaan, agar kelembapan dapat bertahan lebih lama.

Fitria menerangkan manfaat deep hydration, "Tentunya kita akan lihat bahwa air itu akan terdistribusi pada berbagai lapisan yang ada di stratum korneum, kemudian kulitnya akan terasa lebih kenyal, lebih souffle, skin barrier-nya lebih bagus, dan kalau makeup, makeup-nya menempel dengan baik. Jadi, gak perlu touch up berlebihan".

Dengan hidrasi yang optimal dan menerapkan pendekatan deep hydration, kondisi kulit akan menjadi lebih kuat dan sehat. Pasalnya, healthy skin akan menciptakan lapisan kulit yang kuat, sehingga gak mudah gatal, crack, dan iritan gak mudah masuk menembus kulit. Hidrasi tidak hanya terjadi di permukaan, namun juga terjadi hingga di lapisan terdalam, seperti lapisan stratum corneum yang telah dijelaskan sebelumnya.

3. Cara tetap memilih moisturizer yang melembapkan sekaligus mencerahkan

ilustrasi kulit kering
ilustrasi kulit kering (freepik.com/freepik)

Menjaga kelembapan menjadi kunci esensial dalam mempertahankan kesehatan kulit. Langkah yang paling simpel namun tidak boleh diabaikan adalah menggunakan moisturizer secara rutin.

"Dengan menjaga kelembapan, penggunaan moisturizer yang tepat akan bisa selalu menjaga kesehatan kulitnya," ujar Fitria.

Baginya, moisturizer yang punya sifat deep hydration tidak selalu memiliki tekstur yang heavy, thick, dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Moisturizer dengan tekstur water-based dapat menjadi pertimbangan pertama. Jenis pelembap ini jika dioleskan dapat langsung menyerap, cepat menyatu dengan kulit.

Selanjutnya, pilih moisturizer yang tidak lengket karena mudah menyerap. Perhatikan juga untuk memilih jenis produk pelembap yang non-comedogenic, bisa digunakan dengan berbagai jenis kulit, dan bisa di-layering, sehingga tetap nyaman bila ingin digunakan sebagai base makeup.

Salah satu komponen yang direkomendasikan ada di moisturizer adalah hyaluruonic acid. Hyaluronic acid pada dasarnya merupakan kandungan yang secara alami sudah ada di dalam kulit, namun memiliki manfaat yang besar dalam mengikat dan menahan air.

"Hyaluronic acid adalah molekul yang secara alami memang ada di kulit kita. Dan fungsinya sangat hebat, sangat powerful. Kenapa? Karena hyaluronic acid ini bisa attrack water and holds water. Jadi dia mengikat air, terus airnya tetap di-keep di situ," pungkasnya.

Kemampuan dari molekul hyaluronic acid ini bisa mengikat hingga seribu kali dari beratnya. Hyaluronic acid sendiri merupakan molekul kecil, tapi mampu membawa atau mengikat ribuan molekul air. Inilah yang membuat kulit menjadi lebih lembap apabila komponen ini ada di dalam kulit.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us