5 Cara Jaga Kesehatan Mental di Tengah Bad News Era

- Batasi konsumsi berita dengan jadwal khusus, misalnya satu atau dua kali sehari, agar tetap mengikuti isu penting tanpa membuat pikiran terus-terusan lelah.
- Pilih media kredibel, periksa sumber, tanggal, konteks, dan laporan lain sebelum membagikan informasi untuk menghindari misinformasi serta konten yang memancing emosi.
- Peduli tidak berarti harus menyelesaikan semua masalah; lakukan tindakan realistis, tetap nikmati aktivitas harian, dan ambil jeda digital saat kecemasan, tidur, atau konsentrasi terganggu.
Bangun tidur, buka ponsel, lalu langsung baca berita tentang bencana, konflik, kekerasan, ekonomi hancur, atau berbagai masalah sosial. Belum selesai membaca satu berita, muncul unggahan lain yang gak kalah bikin sesak. Siklus seperti ini terasa semakin biasa di era ketika informasi bisa datang kapan saja setiap harinya.
Bahkan ketika kamu sedang tak mencarinya, bad news bisa muncul begitu saja dari banyak sumber. Terlalu sering terpapar kabar buruk memang bikin pikiran penuh dan stres. Namun, menutup mata dari semua persoalan juga bukan satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan mental. Kamu bisa peduli dengan apa yang terjadi di sekitar tanpa harus membuat dirimu tenggelam dalam setiap berita dengan lima cara berikut.
1. Batasi waktu untuk mengonsumsi berita

ilustrasi membaca berita di koran (pexels.com/cottonbro) Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental di tengah bad news era adalah membatasi kapan dan berapa lama kamu membaca berita. Terus-menerus scrolling justru bisa membuat pikiran sulit beristirahat. Kamu gak harus mengetahui setiap perkembangan dalam hitungan menit. Untuk sebagian besar berita, membaca pembaruan satu atau dua kali sehari sudah cukup.
Coba buat waktu khusus untuk baca berita. Misalnya, kamu bisa membacanya setelah sarapan atau pada sore hari. Jangan menjadikan berita sebagai hal pertama yang dikonsumsi setelah bangun atau sebelum tidur, terutama jika topiknya mengganggu suasana hati. Cara ini bantu kamu mengatur energi sehingga tetap bisa mengikuti isu penting tanpa harus online sepanjang waktu.
2. Pilih sumber informasi yang terpercaya

ilustrasi menggunakan sosial media (pexels.com/Karola G) Tidak semua informasi yang muncul di media sosial memiliki konteks yang lengkap. Judul yang provokatif, potongan video, unggahan tanpa sumber, atau komentar netizen bisa membuat sebuah peristiwa terlihat jauh lebih dramatis daripada faktanya. Karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih sumber berita. Kamu bisa mengikuti beberapa media yang kredibel daripada membaca puluhan akun sekaligus.
Ketika menemukan informasi yang mengejutkan, jangan langsung menyebarkannya. Periksa sumber, tanggal publikasi, konteks, dan apakah informasi tersebut juga dilaporkan oleh sumber lain. Kebiasaan ini selain menghindari misinformasi, juga mengurangi paparan terhadap konten yang sengaja dibuat untuk memancing emosi. Mengetahui sebuah isu tak berarti kamu harus ikut berada di tengah keributan digitalnya.
3. Bedakan antara peduli dan merasa harus menyelesaikan semuanya

ilustrasi memegang ponsel (unsplash.com/josephgruenthal) Ada perbedaan antara peduli dan merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh masalah tersebut. Ketika melihat kabar tentang bencana atau ketidakadilan, wajar jika muncul rasa sedih, atau marah. Namun, kamu tak memiliki kendali atas semua hal yang terjadi di dunia. Jika ada sesuatu yang memang bisa dilakukan, fokuslah pada tindakan yang realistis.
Misalnya, berdonasi, membantu menyebarkan informasi yang sudah terverifikasi, menjadi relawan dan sebagainya. Tindakan kecil tetap memiliki arti. Kamu tak perlu melakukan semuanya sekaligus hanya karena merasa bersalah setelah membaca sebuah berita. Mematikan ponsel dan kembali menjalani aktivitas juga bukan berarti kamu menjadi orang yang gak peduli kok.
4. Beri ruang untuk hal-hal yang membuat hidup terasa normal

ilustrasi membaca buku (pexels.com/George Milton) Ketika timeline dipenuhi kabar buruk, mudah untuk merasa bahwa dunia hanya berisi masalah. Padahal, kehidupan sehari-hari tetap memiliki banyak hal kecil yang menyenangkan. Menonton film, membaca buku, memasak, bermain dengan hewan peliharaan, dan berolahraga, tetap bisa kamu lakukan.
Justru, aktivitas tersebut dapat memberikan jeda bagi pikiran setelah menerima terlalu banyak informasi. Kamu juga gak perlu merasa bersalah saat tertawa atau menikmati hari di tengah banyaknya masalah yang terjadi. Rasa senang tak menghapus kepedulianmu terhadap persoalan orang lain. Istirahat dan melakukan hal yang menyenangkan adalah cara menjaga kapasitas agar kamu tetap bisa berfungsi dengan baik.
5. Kenali kapan kamu perlu mengambil jeda dari berita

ilustrasi yoga (unsplash.com/elleirva) Setiap orang memiliki batas toleransi yang berbeda terhadap informasi negatif. Karena itu, perhatikan perubahan pada dirimu setelah terlalu banyak mengonsumsi berita. Apakah kamu menjadi lebih mudah cemas? Apakah tidur terganggu? Apakah sulit berkonsentrasi karena terus memikirkan berita tertentu?
Jika jawabannya sering iya, mungkin sudah waktunya mengurangi paparan berita untuk sementara. Kamu bisa melakukan digital detox sederhana, seperti berhenti mengikuti akun tertentu, mematikan notifikasi berita, atau menentukan waktu tanpa media sosial. Jeda tersebut tidak harus berlangsung berhari-hari. Bahkan beberapa jam tanpa scrolling bisa bikin pikiran kembali tenang.
Hidup di tengah bad news era memang membuat kita lebih mudah mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di dunia. Namun, peduli tak harus berarti terus-menerus merasa cemas. Pilih informasi yang perlu diketahui, tentukan tindakan yang sanggup dilakukan, lalu berikan ruang bagi diri sendiri untuk istirahat, ya!











![[QUIZ] Dari Karakter SpongeBob, Apakah Mimpi Masa Depan yang akan Terwujud?](https://image.idntimes.com/post/20190607/spongebob-btw1jb2b8rh-5803e59a78a1d9fbdcbda56bf9b8562d.jpg)



![[QUIZ] Sahabat SpongeBob, Apakah Keunggulanmu Dibanding Teman-teman Lain?](https://image.idntimes.com/post/20250604/magen-43da29a867d49c1f351ac6b665d26419-30326102e311e355aaa73a429bac93e5.jpg)



![[QUIZ] Jika Kamu Tinggal di Bikini Bottom, Apakah Profesi Ideal Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20250603/magen-43da29a867d49c1f351ac6b665d26419-049a3e3b0d1965d724bee7653f1d10a9.jpg)

