Widuri Retno Ningrum, Montesori Educator dan praktisi Talent Mapping (dok. Widuri Retno)
Tahun 2020 menggoyahkan segala sektor bisnis apa pun. Pandemik merupakan masa yang berat untuk siapa pun, tak terkecuali Widuri. Namun, pandemik jugalah yang membukakan jalan bagi Widuri untuk mengambil diploma Montessori secara online. Sebuah keputusan yang terasa nekat tetapi makin membukakan banyak peluang dan penawaran baru dalam hidupnya.
Berbekal nekat dan kepercayaan dari orang-orang sekitar, Widuri mulai sering membagikan sharing di media sosial. Bukan hanya itu, ia juga kerap mengisi kulwap atau kuliah whatsapp, mengajar online di berbagai komunitas, dan bekerja sama dengan brand-brand, membuat webinar, membuka kelas offline pertamanya di tahun 2023 sampai sekarang.
Ia menyadari, “Mungkin ini salah satu misi hidup saya, kayaknya saya akan berkontribusi di pendidikan anak usia dini. Kayak merasa itu panggilan jiwa saya.”
Meskipun tidak ada pengalaman mengajar di sekolah formal, Widuri mulai membuka kelas Montessori hanya berbekal ilmu yang ia punya dan dukungan dari teman-teman yang merelakan anak mereka menjadi kelompok belajar pertama secara offline di Our Meaningful Journey.
Sempat ada keraguan dan ketakutan tapi Widuri tetap melakukan berbagai trial and error sepanjang membuka kelas Montessori dan parenting ini. Dari hanya lima anak sampai sekarang sudah ratusan anak murid. Dari ruang tamu, kini Widuri sudah punya tempat sendiri untuk Our Meaningful Journey.
Gak berhenti di Montessori, Widuri juga mendalami Fitrah Based Education, yaitu pendekatan Islami yang menyesuaikan stimulasi dengan tahapan fitrah usia anak. Serta Positive Discipline yang ia terapkan juga kepada murid-muridnya. Selain kelas parenting di Our Meaningful Journey, Widuri juga membuka kelas anak @kelasmainseru.sby dan kelas untuk calistung (baca, tulis, hitung).
“Positive Discipline itu lebih ke metode cara kita apa ya membuat anak disiplin tanpa kekerasan. Jadi kan biasanya orang-orang tuh mikir bahwa disiplin itu ya harus dengan keras gitu ya, tegas gitu. Tegas kan bukan berarti keras tapi kita membantu anak-anak disiplin secara mandiri dari dalam dirinya gitu. Dalam arti Positive Discipline itu ya kita tegas tapi juga bisa lembut gitu. Itu ada teori-teori sendiri yang menurut saya juga selaras dengan Fitrah Based Education dan juga Montessori,” paparnya.
Di tahun 2019, Widuri bersama ketiga temannya membuat komunitas ibu dan anak (@seplaydate) di Surabaya. Dari 20 orang saja, kini sudah ada 300 lebih anggota dalam komunitas yang tiap bulannya aktif mengadakan playdate.