ilustrasi mentor dan junior (pexels.com/Thirdman)
Penjelasan saja kadang belum cukup untuk bikin junior paham sebuah pekerjaan, dan ISTJ sadar soal itu. Dia lebih suka kasih contoh langsung, dari urutan pengerjaan sampai detail kecil yang sering terlewat. Sambil melihat prosesnya, junior ikut menangkap standar ketelitian yang dibutuhkan.
ISTJ gak cuma lihat hasil akhirnya, tapi juga ngecek detail yang sering kelewat dari mata junior. Kalau ada data yang keliru atau dokumen yang belum lengkap, dia menjelaskan letak salahnya dan cara membenahinya. Lama-lama, junior terbiasa mengecek ulang pekerjaannya sebelum diserahkan, jadi gak selalu menunggu koreksi dari senior.
Senior yang tegas tapi gak menggurui bukan berarti membiarkan junior belajar sendiri. Dia tahu kapan harus memberi arahan dan kapan cukup mendampingi. Nah, dari kelima tipe tadi, kamu paling mirip yang mana?