Ilustrasi umpatan. (unsplash.com/krakenimages)
Berdasarkan kajian bahasa dan literatur lokal, kata sundala secara harfiah memiliki arti pelacur atau perempuan jalang (wanita tunasusila). Maknanya hampir serupa dengan kata "sundal" dalam bahasa Indonesia.
Secara historis, istilah sundala di Sulawesi Selatan mulai dikenal luas sejak awal tahun 1990-an. Pada awalnya, kata ini digunakan untuk menyebut kelompok tertentu seperti waria atau individu yang penampilannya dianggap menyimpang dari norma sosial pada masa itu. Seiring berjalannya waktu, penggunaannya meluas menjadi bagian dari kosakata umpatan umum.
Biasanya, kata ini dikeluarkan saat emosi seseorang sedang memuncak atau ketika mereka merasa sangat jengkel terhadap lawan bicaranya.
Meski begitu, di kalangan anak muda atau orang-orang yang sudah sangat akrab di Makassar kerap memakai kata tersebut di kehidupan sehari-hari. Tujuannya untuk mencairkan suasana dan membangun keakraban antar-teman dekat. Tapi ingat, jangan asal pakai kata ini kepada orang asing atau orang yang belum begitu kenal, karena bisa berujung salah paham hingga memicu kemarahan.