Dari Swipe ke Serius: Tren Baru Anak Muda Muslim

- Anak muda Muslim kini bergeser dari budaya kencan cepat menuju pendekatan serius seperti ta’aruf, menekankan kesesuaian nilai hidup dan kesiapan berkomitmen dalam membangun rumah tangga.
- Data menunjukkan 71,04 persen pemuda Indonesia pada 2025 belum menikah, sementara angka pernikahan nasional turun sekitar 30 persen dalam satu dekade terakhir.
- Menjawab tren itu, PT Setara Komunika Futura meluncurkan Sekufu pada Februari 2026 sebagai platform matchmaking berbasis nilai untuk membantu generasi muda mencari pasangan secara lebih terarah dan bertanggung jawab.
Cara anak muda memandang pernikahan sedang berubah. Percakapan soal “kapan nikah” perlahan bergeser menjadi “dengan siapa membangun hidup” dan “bagaimana prosesnya lebih aman serta terarah.”
Di tengah dinamika itu, sebagian pemuda Muslim mulai melirik pendekatan yang lebih serius seperti ta’aruf, proses perkenalan dengan niat jelas menuju pernikahan. Fokusnya bukan lagi sekadar chemistry awal, melainkan kesesuaian nilai hidup, visi keluarga, dan kesiapan berkomitmen.
Perubahan pola pikir ini sejalan dengan tren sosial yang lebih luas. Data menunjukkan mayoritas pemuda Indonesia pada 2025 masih berstatus belum menikah, mencapai 71,04 persen. Dalam satu dekade terakhir, angka pernikahan nasional juga menurun sekitar 30 persen, dari 2,1 juta pernikahan pada 2014 menjadi 1,47 juta pada 2024.
Bagi generasi muda, perjalanan menuju pernikahan kini terasa lebih kompleks. Tekanan ekonomi, perubahan prioritas hidup, hingga pengalaman relasi di ruang digital menjadi faktor yang ikut memengaruhi.
1. Lelah dengan budaya swipe

Budaya kencan serba cepat berbasis visual dinilai tak selalu menghadirkan relasi yang mendalam. Interaksi singkat, minim konteks, dan arah hubungan yang kabur membuat sebagian orang mempertanyakan kembali cara mereka mencari pasangan.
Kebutuhan akan proses yang lebih bermakna inilah yang melatarbelakangi lahirnya Sekufu. Platform ini diperkenalkan PT Setara Komunika Futura sebagai layanan matchmaking bagi Muslim Indonesia yang ingin menjalani proses pencarian pasangan secara lebih terstruktur.
Sekufu resmi diluncurkan pada Februari 2026 dan dapat diakses melalui situs sekufu.id serta aplikasi Android di Google Play Store.
“Data menunjukkan semakin banyak pemuda belum menikah dan angka pernikahan terus menurun. Di saat yang sama, banyak orang mulai lelah dengan budaya swipe yang serba cepat dan berbasis visual. Kami melihat ada kebutuhan akan pendekatan yang lebih serius, lebih terstruktur, dan berfokus pada kecocokan nilai hidup dan kesiapan menuju pernikahan,” ujar Co founder sekaligus COO Sekufu, Zahra Sharfina.
2. Pendekatan lebih terarah dan berbasis nilai

Sekufu mengusung konsep pengenalan yang menekankan keselarasan prinsip hidup dan kesiapan membangun rumah tangga. Pengguna tak hanya menampilkan foto dan biodata singkat, tetapi juga profil terstruktur yang menggambarkan nilai, tujuan pernikahan, hingga preferensi dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
Platform ini juga mengedepankan konteks koneksi yang lebih terpercaya, termasuk melalui lingkaran terdekat pengguna. Dengan demikian, proses perkenalan tidak berlangsung secara anonim dan minim arah, melainkan lebih bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut dirancang untuk menjawab keresahan generasi muda Muslim yang ingin mencari pasangan hidup secara serius, namun tetap relevan dengan kebiasaan digital saat ini.
3. Mencari pasangan dengan niat lebih jelas

Kehadiran platform seperti Sekufu mencerminkan perubahan gaya hidup anak muda urban. Mereka tetap adaptif terhadap teknologi, tetapi semakin selektif dalam urusan relasi jangka panjang.
Bagi sebagian orang, menemukan pasangan bukan lagi tentang seberapa cepat bertemu, melainkan seberapa dalam mengenal. Dengan mengedepankan keselarasan nilai, visi pernikahan, dan prinsip hidup, Sekufu mencoba menjadi ruang temu yang lebih matang, bukan sekadar ajang berkenalan, melainkan langkah awal membangun fondasi rumah tangga.
Di tengah tren penurunan angka pernikahan dan meningkatnya kesadaran akan relasi sehat, platform matchmaking berbasis nilai seperti ini menjadi alternatif yang relevan bagi anak muda Muslim Indonesia.


















