Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Harus Dihindari Saat Memasang AC di Rumah

5 Hal yang Harus Dihindari Saat Memasang AC di Rumah
ilustrasi air conditioner (id.sharp)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pemasangan AC yang salah bisa memengaruhi kenyamanan, estetika, biaya listrik, dan kesehatan penghuni rumah.
  • Beberapa posisi yang harus dihindari antara lain di atas pintu atau jendela, tepat di atas kepala tempat tidur, serta dekat furnitur atau plafon.
  • Penempatan AC dengan jarak dan ketinggian ideal membantu efisiensi pendinginan, menjaga daya tahan perangkat, serta menghemat penggunaan listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

AC atau air conditioner kini menjadi salah satu barang elektronik yang banyak digunakan khususnya di area perkotaan karena suhu yang panas. Namun, tidak banyak orang tahu bahwa pemasangan AC yang salah bisa berpengaruh pada kenyaman, estetika, pengeluaran biaya listrik, bahkan kesehatan dari pemilik rumah.

Jangan sampai ruangan yang sejuk, ternyata memiliki dampak yang kurang baik bagi pemilik rumah bila tidak tahu pemasangan AC yang baik. Salah satu hal penting yang diperhatikan saat pemasangan AC adalah posisi peletakan. Salah peletakan AC tentu membuat peforma AC menjadi tidak efisien dan merusak estetika.

Biar gak salah pasang AC di rumah, berikut ada lima hal yang perlu kalian hindari saat hendak memasang AC. Penasaran? Simak penjelasannya di bawah ini biar makin paham. 

Table of Content

1. Memasang AC di atas pintu dan jendela

1. Memasang AC di atas pintu dan jendela

ilustrasi ruangan ber-AC (unspalsh.com/ Steven Ungermann)
ilustrasi ruangan ber-AC (unspalsh.com/ Steven Ungermann)

Hal pertama yang perlu kalian hindari adalah memasang AC di atas pintu dan jendela serta menghadap jendela atau pintu. Pada posisi tersebut hawa dingin akan mudah sekali keluar ruangan. Sehingga pemasangan pada posisi tersebut membuat kinerja AC menjadi terforsir sehingga memnbutuhkan daya listrik yang besar. 

Tentu hal tersebut berimplikasi pada tagihan listrik yang besar dan daya tahan AC akan berkurang. Letakkan AC pada posisi yang dekat cendela atau pintu agar udara bisa tersebar secara maksimal di ruangan dan tidak mudah keluar ruangan.

2. Memasang AC di atas kepala tempat tidur

ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Max Vakhtbovych)
ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Berikutnya sangat tidak disarankan memasang AC di kamar tidur dengan posisi di atas kepala kalian. Meskipun AC akan terasa sejuk secara cepat namun hal itu berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kalian.

AC yang menghadap kepala secara langsung akan membuat kualitas wajah menjadi kering, masuk angin, atau bahkan gangguan pernapasan pada paru-paru. Posisi ideal AC di kamar tidur adalah di atas posisi kaki kalian sehingga udara AC tidak langsung terkena bagian kepala atau badan kalian.

3. Memasang AC di ruangan dengan paparan sinar matahari secara langsung

ilustrasi ruangan ber-AC (unspalsh.com/Kevin Woblickn)
ilustrasi ruangan ber-AC (unspalsh.com/Kevin Woblickn)

Pemasangan AC pada ruangan dengan intensitas sinar matahari yang besar atau biasanya dengan kaca yang banyak, sebiasa mungkin dihindari. Kecuali kalian menggunakan tipe AC sentral seperti di mal atau perkantoran, karena AC tersebut punya spesifikasi khusus untuk ruangan dengan kaca yang banyak dan pastinya juga harganya mahal.

Sebetulnya, jika memang terbatas pada anggaran, kalian bisa menggunakan AC di rumah dengan intensitas paparan sinar matahari yang tinggi. Namun hal itu akan berdampak pada besarnya pengeluaran listrik karena AC membutuhkan daya yang besar saat dipasang di ruangan tersebut.

4. Memasang AC dekat dengan benda furnitur rumah

ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Pixabay)

Pemasangan AC di ruangan yang terlalu sempit ternyata berdampak kurang baik dalam jangka panjang. Udara dingin dari AC yang mengenai perabot dari kayu seperti lemari akan memicu kayu menjadi lapuk dan rapuh seiring waktu.

Selain itu, benda-benda dari logam yang posisinya terlalu dekat dengan AC akan mudah timbul karat. Maka dari itu pastikan memasang AC dengan jarak yang cukup jauh dari perabot rumah tangga. Nah, apabila dirasa ruangan kalian sempit dan terbatas kalian bisa menggunakan AC dengan PK kecil.

5. Memasang AC di dekat plafon

ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Max Vakhtbovych)
ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Posisi dan ketinggian AC juga berpengaruh pada efektif dan efisiensi fungsi AC itu sendiri. Maka dari itu idealnya AC di pasang dengan ketinggian minimal 2,5 meter dari lantai dan memberikan jarak sekitar 30 cm dari atap atau plafon rumah.

Ketinggian AC yang ideal akan menghasilkan udara sejuk yang merata dan bisa menghasilkan sirkulasi udara yang baik. Pemberian jarak antara AC dan plafon selain itu juga berguna agar AC mudah dibersihkan pada bagian atasnya. 

Apabila kalian tidak tahu atau kesulitan dalam memasang AC, kalian bisa memnaggil jasa teknisi AC untuk memasangkan. Harapannya dengan tahu hal perlu dihindari saat memasang AC kalian tidak boros listrik, ruangan tetap sejuk maksimal, dan tidak mengganggu kesehatan. Terakhir, perlu juga diingat semakin besar ruangan tentu jenis PK (Paard Kracht) juga semakin tinggi agar hasilnya maksimal, pun sebaliknya

FAQ seputar Hal yang Harus Dihindari Saat Memasang AC di Rumah

Kenapa AC tidak boleh dipasang dekat jendela?

Karena terkena sinar matahari langsung sehingga membuat AC bekerja lebih keras dan konsumsi listrik menjadi lebih tinggi.

Apa dampak memasang AC di atas pintu?

Udara dingin mudah keluar saat pintu dibuka sehingga ruangan sulit dingin dan AC menjadi kurang efisien saat digunakan.

Mengapa AC tidak boleh terhalang benda?

Karena dapat menghambat sirkulasi udara sehingga pendinginan tidak merata dan kinerja AC menjadi kurang optimal.

Apakah aman memasang AC di atas elektronik?

Tidak, karena risiko tetesan air dapat merusak perangkat elektronik yang berada di bawah unit AC tersebut.

Kenapa posisi AC tidak boleh terlalu panas?

Suhu panas membuat AC bekerja lebih berat sehingga cepat rusak dan penggunaan listrik menjadi lebih boros.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
Jumawan Syahrudin
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us