Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Muslim LifeFest 2026 Hadirkan Ekosistem Gaya Hidup Halal

Muslim LifeFest 2026 Hadirkan Ekosistem Gaya Hidup Halal
Suasana Muslim LifeFest 2026 (Dok. KPMI)
  • KPMI menggelar Muslim LifeFest 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada 28–30 Agustus, mempertemukan lebih dari 205 pelaku usaha halal dan menargetkan 45.000 pengunjung.
  • Pameran ini menjadi bagian rangkaian Muslim LifeFair 2026 untuk memperluas pasar UMKM, sekaligus wadah branding, peluncuran produk, serta akses kebutuhan halal seperti fesyen, makanan, kesehatan, dan wisata.
  • Muslim EduFest menghadirkan lebih dari 65 lembaga pendidikan Islam, sementara Bank Indonesia menekankan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) menggelar Muslim LifeFest 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 28–30 Agustus 2026. Selama tiga hari, pameran ini mempertemukan +205 pelaku usaha dari +7 kategori dengan keluarga Muslim yang mencari produk, layanan, dan informasi gaya hidup halal dalam satu lokasi. Panitia menargetkan 45.000 pengunjung sepanjang penyelenggaraan.

style="text-align: justify;">Muslim LifeFest 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) dan menjadi puncak dari rangkaian Muslim LifeFair yang sepanjang 2026 digelar di 4 kota, antara lain Bekasi, Makassar, dan Jakarta. Rangkaian tersebut merupakan bagian dari upaya KPMI memperluas akses pasar bagi UMKM dan pengusaha Muslim.

“Di sini ada beberapa produk. Ada fashion, food, halal medicine, tour and tourism, dan berbagai kebutuhan halal lifestyle lainnya,” ujar Sekretaris Jenderal KPMI Lucky Cahyo Kencono dalam keterangan resminya.

  1. 1. Menjadi kanal untuk memperkuat jenama sekaligus meluncurkan produk baru

    WhatsApp Image 2026-08-29 at 13.07.10.jpeg
    Suasana Muslim LifeFest 2026 (Dok. KPMI)

    Penyelenggaraan Muslim LifeFest merupakan penerapan empat pilar KPMI: literasi dan edukasi, produksi, pembiayaan, serta pemasaran. Bagi pelaku usaha, pameran ini menjadi kanal untuk memperkuat jenama sekaligus meluncurkan produk baru. Bendahara Umum KPMI Teuku Fadhil Aruna menilai momentum tiga hari tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk membangun kedekatan langsung dengan pasar.

    “Tujuannya adalah untuk memberikan semangat kepada teman-teman UMKM, para pengusaha yang mungkin ingin mem-branding-kan produknya, launching produk, kemudian memperkenalkan brand baru atau merek baru,” terang Fadhil.

  2. 2. Kebutuhan pendidikan keluarga mendapat ruang khusus

    WhatsApp Image 2026-08-29 at 13.07.10 (1).jpeg
    Suasana Muslim LifeFest 2026 (Dok. KPMI)

    Kebutuhan pendidikan keluarga mendapat ruang khusus melalui Muslim EduFest, pameran pendidikan yang digelar bersama Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII). Program ini menghadirkan +65 lembaga pendidikan Islam dari jenjang SD-SMP-SMA hingga perguruan tinggi dalam satu lokasi.

    “Buat teman-teman keluarga Muslim yang ingin mencari sekolah untuk anak-anaknya, ini tepat banget untuk mencari sekolah langsung. Yang mungkin biasanya harus door-to-door ke sekolah masing-masing, sekarang satu tempat bisa langsung mencari sekolah yang sesuai dengan anak-anaknya,” ungkap Fadhil.

  3. 3. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah

    WhatsApp Image 2026-08-29 at 13.07.11.jpeg
    Suasana Muslim LifeFest 2026 (Dok. KPMI)

    Dari perspektif pengembangan ekonomi syariah, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Ndari Suryaningsih mengapresiasi penyelenggaraan Muslim LifeFest 2026.

    “Sebenarnya apa yang diselenggarakan ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia juga melakukan kebijakan dalam hal pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan tujuan untuk mendorong Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” ucap Ndari.

    Ndari menambahkan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menuntut kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan asosiasi agar ekosistemnya menguat dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia agar menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global tentunya merupakan hal yang perlu kita kolaborasikan secara bersama-sama dan tidak bisa dikerjakan secara masing-masing,” kata Ndari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles