Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1,49 Juta Penerima Bansos Main Judol, Sebagian Besar Pemain Anak
Mensos Syaifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo konferensi pers di gedung Kemensos, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/ Dini Suciatiningrum)
  • Kemensos menemukan 1.494.652 penerima bansos terindikasi terkait judi online dari pemadanan data PPATK, namun transaksi bisa berasal dari anggota keluarga dalam satu KK.
  • Kelompok anak mendominasi lebih dari satu juta data terindikasi judi online, disusul kepala keluarga sekitar 458 ribu, istri 40 ribu, dan cucu lebih dari 23 ribu.
  • Sepanjang 2025, transaksi terdeteksi rata-rata Rp1,9 juta dengan tertinggi Rp2,68 miliar; Kemensos membuka klarifikasi, yang telah diikuti 44 ribu KPM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kemensos menemukan 1,49 juta keluarga penerima bantuan diduga ada yang main judi online. Banyak yang main adalah anak di dalam keluarga. Ada juga suami, istri, dan cucu. Uangnya ada dari Rp5.000 sampai Rp2,68 miliar. Sekarang keluarga yang diduga bisa menjelaskan lewat pendamping desa. Sudah 44 ribu orang memberi penjelasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang disapa Gus Ipul mengungkapkan 1.494.652 penerima bansos terindikasi judi online berdasarkan hasil pemadaman data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

Gus Ipul menegaskan indikasi transaksi tidak selalu berasal dari penerima bansos. Transaksi dapat ditemukan pada anggota keluarga lain yang terhubung dengan data penerima dalam satu KK, seperti anak, suami, istri, maupun cucu.

“Jadi kita cek dalam satu keluarga ini, ada tidak yang main judi online. Ketahuanlah ada anaknya ternyata, ada suaminya. Mungkin penerima bansosnya tidak main, tapi ternyata anaknya,” jelas Gus Ipul di Gedung Kemensos, Selasa (18/8/2026).

1. Pemain judol paling banyak anak

Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kemensos Joko Widiarto menunjukan data di Gedung Kemensos, Selasa (18/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kemensos Joko Widiarto merinci dari komposisi anggota keluarga dalam KK, status anak menjadi kelompok yang paling banyak terindikasi terkait transaksi judol, yakni lebih dari 1 juta data.

"Dari satu juta lebih data pemain judi online, sebagian besar merupakan anak. Kemudian peringkat kedua kepala keluarga, terutama suami, jumlahnya sekitar 458 ribu. Setelah itu istri, sekitar 40 ribu, dan lebih dari 23 ribu cucu terindikasi judol. Sisanya merupakan anggota keluarga dengan status lain, seperti menantu dan mertua," paparnya.

2. Nilai transaksi capai Rp2,68 miliar

Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kemensos Joko Widiarto menunjukan data di Gedung Kemensos, Selasa (18/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Sepanjang 2025, rata-rata nilai transaksi yang terdeteksi mencapai Rp1,9 juta. Nilai transaksi terendah tercatat Rp5.000, sedangkan yang tertinggi mencapai Rp2,68 miliar. Terkait transaksi yang mencapai Rp2,68 miliar Kemensos sedang mendalami lebih lanjut.

“Kalau rekening penerima bansos biasanya cuma untuk transfer kemudian diambil. Tapi sedang kami selidiki ini, apakah memang menggunakan rekening bansos atau tidak,” jelas Joko Widiarto.

3. Kemensos berikan waktu KPM untuk klarifikasi

Ilustrasi bansos/ Dok Kemensos

Untuk menjaga akurasi data, Kemensos memberikan kesempatan kepada KPM yang terindikasi untuk melakukan klarifikasi melalui aplikasi SIKS-NG pendamping dan operator desa/Dinsos. Ada dua mekanisme yang dapat ditempuh.

KPM dapat menyanggah apabila merasa tidak pernah melakukan judi online, termasuk jika identitasnya diduga digunakan pihak lain.

Selain itu, KPM yang memang terlibat dapat menghentikan aktivitas judi online, menutup rekening yang digunakan, kemudian melaporkan penutupan rekening tersebut.

“Dari 1,49 juta (terindikasi judol) sudah ada 44 ribu yang melakukan klarifikasi,” kata Joko Widiarto.

Curated For You

Editorial Team

Related Article