Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kopilot Flydubai Sempat Minta Izin Berdoa Sebelum Membajak

3 min read
Kopilot Flydubai Sempat Minta Izin Berdoa Sebelum Membajak
potret pesawat Flydubai (pexels.com/Shaahy)
  • Kopilot Flydubai Hamam Al-Hammami meminta izin berdoa sebelum menyerang pilot Smit Machchhar sekitar lima menit kemudian dalam penerbangan Dubai-Tel Aviv.
  • Menurut jaksa UEA, Al-Hammami menyerang untuk mengambil alih pesawat dan ingin menabrakkannya ke daratan; ia memukul, menikam pilot, lalu menukikkan pesawat.
  • Machchhar yang terluka membuka pintu kokpit sehingga penumpang membantu mengendalikan pesawat; Netanyahu memujinya, sementara ia masih dirawat intensif di UEA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kopilot pesawat Flydubai, Hamam Al-Hammami, sempat meminta izin untuk berdoa sebelum melakukan pembajakan. Hal tersebut disampaikan oleh pilot pesawat Flydubai yang terbang bersama Al-Hammami, Smit Machchhar, ketika melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Sabtu (3/10/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Machchhar menjelaskan semua hal yang terjadi dalam insiden pembajakan pesawat Flydubai dengan tujuan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) ke Tel Aviv, Israel yang dilakukan Al-Hammami pada Rabu (30/09/2026) lalu. Salah satu hal yang ia ceritakan kepada Netanyahu adalah detik-detik sebelum pembajakan terjadi.

  1. 1. Al-Hammami langsung melakukan serangan usai berdoa

    Serangan menggunakan pisau.
    ilustrasi serangan (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Machchhar mengatakan, sekitar 5 menit usai berdoa, Al-Hammami langsung melakukan serangan bertubi-tubi kepadanya. Kopilot yang terungkap berasal dari Oman itu memukul bagian belakang kepala Machchhar. Kemudian, ia menikam Machchhar menggunakan kapak darurat yang tersimpan di dalam kokpit. 

    “Kemudian, setelah itu, pukulan terus berdatangan, satu demi satu. Saat itulah saya menyadari bahwa bukan pesawatnya yang bermasalah, melainkan orang lain yang berada di kokpit bersama saya,” jelas Machchhar kepada Netanyahu, seperti dilansir Times of Israel, Minggu (4/10/2026).

  2. 2. Al-Hammami ingin mengambil alih kendali pesawat

    Kokpit pesawat.
    potret kokpit pesawat (pexels.com/Ramaz Bluashvili)

    Menurut Jaksa Penyelidik UEA, Al-Hammami melakukan serangan untuk mengambil alih kendali pesawat dari Machchhar. Sebab, ia dikabarkan ingin menabrakkan pesawat tersebut ke daratan. Machchhar mengatakan, usai dirinya diserang, Al-Hammami langsung menurunkan ketinggian pesawat hingga menukik tajam. 

    Melihat hal tersebut, Machchhar tidak mau tinggal diam. Meski sedang dalam keadaan tidak berdaya usai terkena tikaman, Machchhar mengaku langsung berupaya berdiri untuk membuka pintu kokpit agar bisa meminta bantuan. Beruntungnya, ia berhasil membuka pintu kokpit sehingga orang-orang berhasil masuk dan memberi bantuan.

    “Jika saya tidak melakukannya, saya akan mati. Saya mengerahkan semua yang saya miliki dan langsung menuju pintu (kokpit) dan membukanya. Para penumpang yang menunggu di luar kemudian bergegas masuk ke kokpit dan membantu mengendalikan kembali pesawat. Rekan-rekan saya dari luar mencoba memasukkan kode, tetapi orang itu (Al-Hammami) tidak mengizinkan untuk membuka kode tersebut,” lanjut Machchhar.

  3. 3. Netanyahu menyebut Machchhar sebagai pahlawan

    Benjamin Netanyahu sedang diwawancara.
    potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/IsraelinUSA via commons.wikimedia.org/IsraelinUSA)

    Dalam panggilan telepon tersebut, Netanyahu memberikan pujiannya kepada Machchhar. Sekutu setia Donald Trump itu menyebut Machchhar sebagai pahlawan karena berhasil menyelamatkan penumpangnya dari tangan orang tidak bermoral seperti Al-Hammami. Ia juga berterima kasih kepada Machchhar karena sudah menyelamatkan sejumlah warga Israel yang terbang menggunakan Flydubai. 

    “Anda adalah pahlawan Israel, Anda adalah pahlawan India, dan Anda adalah pahlawan seluruh dunia. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa orang-orang di sini akan menyambut Anda dengan tangan terbuka,” kata Netanyahu kepada Machchhar.

    Saat ini, Machchhar masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang ada di UEA. Namun, kondisinya saat ini dikabarkan sudah jauh lebih baik. Oleh karena itu, ia sudah bisa menanggapi berbagai permintaan wawancara dari sejumlah pihak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More