Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, 20 Rumah Terdampak

3 min read
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, 20 Rumah Terdampak
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026) pagi (Dok. BNPB)
  • Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada Minggu pagi, berpusat di laut 14 kilometer barat daya Kodi pada kedalaman 10 kilometer, tanpa potensi tsunami.

  • Data sementara BNPB mencatat 20 rumah terdampak di Sumba Barat Daya, termasuk 19 rusak ringan dan satu rusak sedang, serta kerusakan pada fasilitas ibadah, pendidikan, dan umum.

  • Satu warga mengalami luka ringan akibat reruntuhan dan telah menjalani rawat jalan; BNPB, BPBD, serta aparat masih memantau, mendata dampak, dan mengimbau kewaspadaan gempa susulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026) pagi.

Gempa terjadi pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA dan berdampak pada sejumlah bangunan serta menyebabkan satu orang mengalami luka ringan.

Berdasarkan data sementara yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 20 rumah di Sumba Barat Daya terdampak gempa.

Kerusakan terdiri dari 19 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Pendataan kerusakan dan dampak gempa masih terus dilakukan petugas di lapangan.

  1. 1. Gempa berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami

    Sejumlah rumah di Sumba Barat Daya terdampak dan mengalami kerusakan akibat gempa, berdasarkan data sementara BNPB.
    Berdasarkan data sementara yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 20 rumah di Sumba Barat Daya terdampak gempa (Dok. BNPB)

    Berdasarkan parameter awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

    Gempa berada pada koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. BNPB menyebut gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

    Guncangan dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat. Sejumlah warga sempat keluar dari rumah saat merasakan guncangan. Namun, kondisi kemudian kembali kondusif.

    Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga dilaporkan merasakan guncangan cukup kuat. Hingga siaran pers BNPB diterbitkan, tidak ada laporan mengenai potensi tsunami.

  2. 2. Puluhan bangunan mengalami kerusakan

    Kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana, dengan total 19 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang.
    Kerusakan terdiri dari 19 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang (Dok. BNPB)

    Di Sumba Barat Daya, 20 rumah warga tercatat terdampak gempa. Kerusakan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

    Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan. Ketiganya yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.

    Gempa juga berdampak pada fasilitas pendidikan SDK Manu Toghi dan fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu.

    Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat tercatat tiga unit rumah atau asrama Koramil mengalami kerusakan ringan. Dua bangunan KDKMP juga mengalami kerusakan berupa plafon dan retak pada tembok.

    BNPB menyatakan pendataan terhadap kemungkinan kerusakan rumah, fasilitas umum, fasilitas pemerintahan, serta infrastruktur lainnya masih dilakukan.

  3. 3. Satu orang luka, 173 personel disiagakan

    Ilustrasi Gempa Bumi.
    Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Anjani Asra)

    Selain menyebabkan kerusakan bangunan, gempa mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan ketika gempa terjadi. Korban telah mendapatkan penanganan dan menjalani rawat jalan.

    BNPB memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat akibat gempa tersebut.

    BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan BPBD Kabupaten Sumba Barat melakukan pemantauan kondisi pascagempa. Kodim 1613/Sumba Barat dan Kodim 1629/Sumba Barat Daya juga turut memantau wilayah terdampak.

    BNPB bersama BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan BPBD kabupaten terdampak masih melakukan monitoring serta koordinasi. Pemutakhiran data korban, kerusakan, dan kebutuhan masyarakat dilakukan berdasarkan hasil asesmen di lapangan.

    “Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, serta instansi terkait lainnya,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam siaran pers BNPB, Minggu (4/10/2026).

    Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan yang kondisinya belum dinyatakan aman.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More