Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Bagi penerima yang terbukti main judi online, bantuan tidak akan lagi disalurkan. Sebaliknya, penerima yang tidak terbukti tetap dapat menerima bantuan sesuai hasil pemeriksaan.
“Untuk penerima bansos ya pada masa ini aja, masa triwulan ketiga ini, nanti kan sampai bulan September ini kita beri kesempatan untuk klarifikasi. Kalau terbukti maka tidak akan kita salurkan, kalau mereka ternyata tidak terbukti maka akan kita salurkan,” kata dia.
Kemensos juga menemukan indikasi penyalahgunaan identitas penerima bansos. Lebih dari 10 ribu kartu tanda penduduk (KTP) penerima manfaat diduga digunakan pihak lain untuk berbagai kepentingan, mulai dari membuka rekening hingga membeli kendaraan, tanah, dan membuat perusahaan.
“Dipinjam pihak lain digunakan untuk membuka rekening atau membeli kendaraan bermotor, membeli tanah, atau membuat perusahaan. Itu yang kita temukan,” ucap dia.
Kemensos meminta para pendamping sosial meningkatkan edukasi kepada penerima manfaat agar tidak mudah menyerahkan KTP kepada pihak lain. Pendamping juga diminta melakukan asesmen terhadap kondisi keluarga untuk memastikan bantuan diterima pihak yang tepat.
Gus Ipul menegaskan, penggunaan bansos harus sesuai dengan tujuan program. Pemerintah ingin bantuan diterima keluarga yang membutuhkan sekaligus digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
“Memang ini memerlukan waktu tapi ini penting untuk memastikan bahwa bansos diterima mereka yang berhak dan yang kedua dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya,” tutur Gus Ipul.
Nilai transaksi judi online dalam data penerima bansos juga menjadi perhatian Kemensos. Gus Ipul menyebut terdapat penerima dengan transaksi mencapai Rp2,68 miliar, sementara nilai rata-rata transaksi berada di kisaran Rp1,9 juta.
Temuan tersebut masih akan diperiksa lebih lanjut melalui penelusuran profil dan pemeriksaan lapangan. Kemensos menargetkan hasil pendalaman dapat diperoleh dalam waktu dekat.