Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Berhasil Teridentifikasi
Konferensi pers operasi DVI kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). (IDN Times/Anggi Leksa)
  • Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur melalui data sidik jari, catatan medis, dan properti korban.
  • Total korban jiwa mencapai 15 orang, dengan 10 jenazah dibawa ke RS Polri dan 5 lainnya meninggal di beberapa rumah sakit Bekasi serta telah diserahkan kepada keluarga masing-masing.
  • Kecelakaan bermula dari mogoknya taksi listrik di perlintasan JPL 85 Ampera yang menyebabkan efek domino hingga tabrakan fatal antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL PLB 5568A.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
35 menit sebelum kecelakaan utama

Sebuah taksi listrik mogok di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera dan tertemper KRL PLB 5181 relasi Jakarta–Cikarang, menyebabkan jalur terhambat.

28 April 2026

Tim DVI Polri melakukan proses rekonsiliasi pukul 14.00 WIB dan berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Polisi mengonfirmasi total korban jiwa mencapai 15 orang, dengan lima di antaranya telah diserahkan kepada keluarga.

malam ini

Sepuluh jenazah yang berada di RS Polri direncanakan akan diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses administrasi selesai.

kini

Pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden fatal tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
  • Who?
    Identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Polri bersama RS Polri, Bidokes Polda Metro Jaya, Inafis, dan tim forensik FK UI di bawah koordinasi Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, sementara proses identifikasi berlangsung di RS Polri Jakarta.
  • When?
    Proses rekonsiliasi dilakukan pada Selasa, 28 April 2026 pukul 14.00 WIB setelah kecelakaan yang terjadi sebelumnya di hari yang sama.
  • Why?
    Kecelakaan dipicu mogoknya taksi listrik di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera yang menyebabkan gangguan jalur dan efek domino hingga tabrakan kereta.
  • How?
    Taksi listrik tertemper KRL pertama sehingga jalur terhambat; KRL berikutnya berhenti darurat lalu ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Gambir menuju Surabaya Pasar Turi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Kereta cepat nabrak kereta yang lagi berhenti. Banyak orang luka dan ada yang meninggal. Polisi dan dokter cari tahu siapa korban dengan lihat sidik jari dan barang mereka. Sekarang sepuluh orang sudah dikenali dan mau dikasih ke keluarganya malam ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono mengatakan proses rekonsiliasi yang dilakukan pada Selasa (28/4/2026) pukul 14.00 WIB menyimpulkan 10 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer berupa sidik jari, serta data sekunder meliputi catatan medis dan properti milik korban.

"Tim gabungan dari RS Polri, Bidokes Polda Metro Jaya, Inafis, hingga tim forensik FK UI telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari TKP," ujar Prima dalam konferensi pers di RS Polri, Selasa, (28/4/2026).

Lebih lanjut, pihak kepolisian mengonfirmasi total korban jiwa dalam kecelakaan ini mencapai 15 orang. Selain 10 jenazah yang dibawa ke RS Polri, 5 korban lainnya meninggal dunia di beberapa rumah sakit di Bekasi (RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Mitra Bekasi Timur) dan telah langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Tak hanya itu, Tim DVI menyatakan mayoritas korban mengalami multiple trauma atau luka di hampir seluruh bagian tubuh akibat benturan keras. Rencananya, ke-10 jenazah yang berada di RS Polri akan segera diserahkan kepada pihak keluarga malam ini setelah proses administrasi dokumen selesai.

Sebelumnya, Tragedi ini bermula dari efek domino yang dipicu oleh mogoknya sebuah taksi listrik di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, 35 menit sebelum kecelakaan utama terjadi. Mobil tersebut tertemper oleh KRL PLB 5181 relasi Jakarta-Cikarang, yang mengakibatkan jalur terhambat. Kondisi ini memaksa KRL PLB 5568A yang berada di belakangnya untuk berhenti darurat di peron 2 Stasiun Bekasi Timur.

Nahas, KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindar dan menabrak bagian belakang KRL PLB 5568A yang sedang berhenti tersebut. Saat ini pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden fatal ini.

Editorial Team