Ayah Suleiman, pemimpin Palestinian Youth Movement di wilayah Washington mengatakan, pandangan warga AS ke Israel, terutama terhadap Netanyahu, kini sudah mulai berubah. Sebab, banyak warga AS yang kini menentang agresi Israel di tanah Palestina. Oleh karena itu, banyak warga AS yang mengecam kunjungan sang perdana menteri ke Washington.
Kelompok Pro-Palestina AS Kecam Kunjungan Netanyahu ke Washington

- Kelompok pro-Palestina AS mengecam kunjungan Benjamin Netanyahu ke Washington karena agresi Israel di Gaza dan Tepi Barat, di tengah perubahan pandangan publik Amerika terhadap Israel.
- Demonstran dari sejumlah organisasi berbaris menuju Rumah Blair dan Gedung Putih, menyerukan embargo senjata bagi Israel serta penangkapan Netanyahu, yang dijamin Trump tidak akan ditangkap.
- Netanyahu bertemu Donald Trump untuk membahas perang Iran dan konflik Israel-Lebanon, sementara Volodymyr Zelenskyy bertemu Trump guna membicarakan perang Rusia-Ukraina dan meminta tambahan bantuan militer.
Jakarta, IDN Times - Kelompok pro-Palestina Amerika Serikat (AS) mengecam kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke Washington D.C., pada Selasa (28/7/2026) waktu AS atau Rabu (29/7/2026) waktu Indonesia. Sebab, mereka geram atas tindakan Netanyahu yang hingga kini masih memerintahkan Israel untuk melakukan agresi militer di Palestina, terutama di Gaza dan Tepi Barat.
“Yang kita saksikan adalah perubahan arah pandangan publik Amerika (Serikat) terhadap Israel. Hal ini perlahan akan mulai mengubah posisi para pejabat terpilih. Orang-orang yang vokal menentang Israel memenangkan pemilihan pendahuluan," kata Suleiman kepada The New Arab.
1. Kelompok pro-Palestina menggelar demo di tengah kunjungan Netanyahu

Di tengah kunjungan Netanyahu, kelompok pro-Palestina AS juga menggelar aksi demo besar-besaran di Washington. Para demonstran ramai-ramai menggelar pawai protes ke Rumah Blair, tempat Netanyahu menginap. Setelah itu, pawai lantas berlanjut ke Gedung Putih. Sebab, di sanalah Netanyahu bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump.
Selain Palestinian Youth Movement, demo ini juga diikuti oleh Party for Socialism and Liberation and the National Iranian American Council. Dalam demo ini, organisasi tersebut juga menyuarakan kecamannya terhadap Netanyahu dan agresi Israel di wilayah Palestina. Mereka juga menyerukan embargo senjata terhadap Israel dan mendesak AS untuk menangkap Netanyahu.
Namun, seruan penangkapan Netanyahu ini selalu diabaikan oleh Trump. Bahkan, Trump juga menjamin Netanyahu tidak akan ditangkap ketika berkunjung ke Negeri Paman Sam.
2. Netanyahu baru bertemu Trump sejak perang dengan Iran meletus

Netanyahu sendiri berkunjung ke AS untuk bertemu Trump. Ini menjadi pertemuan perdana Netanyahu dengan Trump sejak perang antara Iran melawan AS dan Israel meletus pada 28 Februari lalu. Sebelum bertemu Trump, Netanyahu sempat menghadiri prosesi pemakaman mendiang Senator AS asal Carolina Selatan sekaligus sekutu setia Trump, Lindsey Graham.
Dalam pertemuan itu, Netanyahu dan Trump membicarakan sejumlah hal, termasuk soal perang dengan Iran dan penyelesaian perang Israel dan Lebanon. Netanyahu mengatakan, pertemuan dengan Trump berjalan lancar. Ia menyebut pertemuan itu sebagai kesempatan paling berharga yang pernah terjadi di dalam hidupnya.
“Itu adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan teman kami, Presiden AS (Donald) Trump. Ini sebuah kesempatan untuk bertukar pikiran serta berkoordinasi mengenai hal-hal yang penting bagi keamanan dan masa depan Israel,” jelas Netanyahu, seperti dilansir Times of Israel.
3. Volodymyr Zelenskyy juga berkunjung ke AS

Selain Netanyahu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, juga berkunjung ke AS pada hari yang sama. Sama dengan Netanyahu, Zelenskyy berkunjung ke Washington untuk menghadiri pemakaman Graham dan bertemu dengan Trump di Gedung Putih.
Dalam pertemuan tersebut, Zelenskyy mendiskusikan sejumlah hal dengan Trump. Salah satunya adalah soal perang antara Rusia dan Ukraina. Dalam pertemuan tersebut, Zelenskyy meminta Trump untuk menambah bantuan militer untuk Ukraina.
“Pertemuan yang baik dengan Presiden Trump di Ruang Oval. Terima kasih atas semua yang kita lakukan bersama untuk melindungi nyawa warga Ukraina dan memajukan perdamaian. Pertama dan terpenting, saya menyampaikan belasungkawa kami kepada Presiden Trump atas meninggalnya Lindsey Graham. Beliau adalah sahabat sejati Ukraina,” tulis Zelenskyy dalam unggahan di X.





















