Penembakan Dekat Istana Presiden Meksiko Tewaskan Satu Orang

- Penembakan di Plaza Santo Domingo, beberapa blok dari Istana Presiden Meksiko, menewaskan pria 42 tahun dan melukai dua pria berusia 39 tahun pada 27 Juli 2026.
- Otoritas menyatakan serangan menargetkan tiga korban secara langsung. Pelaku kabur menggunakan sepeda motor, sementara polisi menelusuri CCTV, saksi, dan selongsong peluru.
- Kasus ditangani Kementerian Publik untuk mengungkap pelaku serta motif. Pengamanan sekitar Istana Presiden diperketat setelah insiden di kawasan yang dikenal marak pemalsuan dokumen.
Jakarta, IDN Times - Seorang pria tewas dan dua orang lainnya terluka dalam aksi penembakan di pusat Kota Meksiko pada Senin (27/7/2026). Peristiwa ini terjadi di Plaza Santo Domingo, hanya beberapa blok dari Alun-alun Zócalo dan Istana Presiden Meksiko.
Otoritas setempat memastikan bahwa aksi tersebut merupakan penyerangan langsung terhadap para korban. Polisi kini memburu para pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor serta menyelidiki motif di balik penembakan tersebut.
1. Penembakan di Plaza Santo Domingo menargetkan tiga warga
Penembakan berlangsung di persimpangan Jalan República de Brasil dan Belisario Domínguez, kawasan Centro Histórico. Lokasi ini berada tidak jauh dari kompleks pemerintahan dan area wisata Zócalo.
Seorang pria berusia 42 tahun meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka tembak. Sementara itu, dua korban pria berusia 39 tahun mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
"Para pelaku mendekati korban, lalu menembak mereka secara langsung," kata perwakilan Sekretariat Keamanan Warga, dilansir The Hindu.
Petugas medis memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum membawa kedua korban luka ke Hospital General de La Villa.
2. Upaya polisi mengejar pelaku
Setelah melepaskan tembakan, para pelaku melarikan diri ke arah utara Kota Meksiko dengan sepeda motor. Polisi segera memantau jaringan kamera pengawas (CCTV) kota untuk memetakan jalur pelarian mereka.
Tim penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti selongsong peluru dari tempat kejadian perkara. Hingga saat ini, polisi belum menangkap tersangka mana pun.
"Petugas melacak pergerakan para tersangka melalui kamera pengawas untuk mengetahui rute pelarian mereka," ujar juru bicara Kepolisian Investigasi.
Penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti lain untuk mengidentifikasi pelaku dan mengetahui motif penyerangan.
3. Wilayah kejadian dikenal rawan aktivitas kejahatan lokal
Plaza Santo Domingo merupakan kawasan bersejarah di pusat Kota Meksiko yang dipenuhi bangunan era kolonial. Meski berdekatan dengan pusat pemerintahan, area tersebut juga dikenal sebagai lokasi maraknya aktivitas pemalsuan dokumen.
"Penembakan terjadi di Plaza Santo Domingo, lokasi yang dikenal sebagai tempat pembuatan dan penjualan dokumen palsu," ungkap pihak Kepolisian.
Pihak berwenang menyatakan bahwa aksi penembakan di kawasan pusat kota tergolong jarang terjadi jika dibandingkan dengan area yang menjadi basis kartel narkoba. Kasus ini kini ditangani oleh Kementerian Publik untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara pengamanan di sekitar Istana Presiden diperketat.



















