Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
26 Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Jaktim Sudah Pulang dari RS
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)
  • Sebanyak 252 siswa di Jakarta Timur diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis pada 8 Mei 2026.
  • Dari total korban, 26 siswa sempat dirawat di rumah sakit dan kini seluruhnya telah dipulangkan setelah kondisi membaik.
  • Dinas Kesehatan DKI melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap SPPG Pulogebang melalui inspeksi lingkungan, pelatihan penjamah makanan, dan penerbitan sertifikat higiene sanitasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak sekolah di Jakarta Timur sakit perut setelah makan makanan gratis dari program makan bergizi. Ada 252 anak yang kena, dan 26 anak harus dirawat di rumah sakit. Sekarang semua anak itu sudah sembuh dan pulang ke rumah. Bu Ani bilang petugas kesehatan sudah cek tempat masaknya supaya aman lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemulangan seluruh 26 siswa yang sempat dirawat menunjukkan penanganan medis berjalan efektif dan kondisi para siswa telah membaik. Respons cepat Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga tampak melalui pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang, termasuk inspeksi lingkungan serta pelatihan kebersihan makanan, yang mencerminkan komitmen pemerintah menjaga keamanan program Makan Bergizi Gratis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan sebanyak 26 siswa yang sebelumnya menjalani rawat inap akibat dugaan keracunan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah dipulangkan.

"Anak-anak sudah pulang semua dari rumah sakit," ujar Ani singkat melalui pesan saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis (14/5/2026).

1. 252 siswa diduga keracunan MBG

Dinkes Tangsel Uji Sampel Takjil Ramadan untuk Cegah Keracunan (Dok. Dinkes Tangsel)

Sebelumnya, puluhan siswa di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jaktim Cakung Pulogebang 15 pada Jumat (8/5/2026).

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 252 siswa diduga terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 26 siswa sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

2. Sebanyak 26 siswa dirawat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)

Ani mengatakan dari 252 laporan dari orang tua siswa yang anaknya mengalami gejala usai mengonsumsi makanan tersebut, sebanyak 26 siswa masih dirawat.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa tercatat telah mengakses fasilitas layanan kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara itu, hingga hari ini tercatat ada 26 siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.

3. Dinkes bina SPPG Pulogebang

SPPG Jetis Patalan 3 yang memberikan layanan MBG pada siswa SDN Kowang Jetis. (IDN Times/Daruwaskita)

Pihaknya melalui Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang 15 Jakarta Timur, yang diduga terkait kasus gejala keracunan massal.

Ani menjelaskan bahwa bentuk pembinaan dan pengawasan tersebut dilakukan melalui inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), pelatihan bagi penjamah makanan, serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Dinkes melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Bentuknya melalui IKL, pelatihan penjamah makanan, dan penerbitan SLHS,” kata Ani.

Editorial Team