Pramono: 252 Siswa Keracunan MBG di Cakung Sudah Ditangani

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan 252 siswa yang diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis di Pulogebang sudah mendapatkan penanganan dari pihak terkait.
- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 252 laporan gejala keracunan, dengan 188 siswa telah mengakses layanan medis dan 26 masih dirawat di fasilitas kesehatan.
- Sebagai tindak lanjut, Dinkes melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyedia makanan melalui inspeksi lingkungan, pelatihan penjamah makanan, serta penerbitan sertifikat kebersihan dan keamanan pangan.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi insiden keracunan 252 pelajar saat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur. Meski irit menjawab, Pramono menyebut pelajar yang diduga keracunan MBG telah ditangani.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menduga pangsit isi tahu yang rasanya masam menjadi penyebab keracunan. Hasil pemeriksaan laboratorium dijadwalkan keluar paling cepat Selasa, 12 Mei 2026.
"Yang MBG sudah tertangani, nanti Kepala Dinas Pendidikan yang akan menyampaikan," kata dia, Senin (11/5/2026).
1. Dinkes lakukan pendataan

Sebelumnya, ratusan siswa di Jakarta Timur diduga mengalami gejala keracunan, usai MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Timur Cakung Pulogebang 15, Jakarta Timur, Jumat, 8 Mei 2026.
Kala itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta lakukan pendataan dan penanganan terhadap kasus ini. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan pihaknya sudah menerima laporan dari orang tua siswa yang anaknya mengalami gejala usai mengonsumsi makanan MBG.
“Dari orang tua yang melaporkan anaknya bergejala, ada 252 yang melapor,” kata Ani saat dihubungi IDN Times, Sabtu, 9 Mei 2026.
2. Ada 187 siswa akses penanganan medis

Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa tercatat sudah mengakses fasilitas layanan kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Sementara itu, hingga hari ini tercatat ada 26 siswa yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan," katanya.
3. Dinkes lakukan pembinaan

Terbaru, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pembinaan dan pengawasan SPPG Pulogebang 15 usai insiden ini. Tindakan pembinaan mencakup inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan penjamah makanan, serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi.



















