Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Mahasiswa Putus Kuliah Gegara Desil, Pramono Instruksikan Disdik Cek
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Sekretaris Utama BPS RI, Zulkipli di pendopo, Balai Kota, Senin (31/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut enam mahasiswa tidak dapat melanjutkan kuliah setelah perubahan desil membuat mereka tak lagi menerima KJMU.
  • Pramono menginstruksikan Kepala Disdik DKI Nahdiana mengecek langsung nama mahasiswa terdampak perubahan desil dari penerima menjadi tidak menerima KJMU.
  • Pemprov DKI akan menentukan kelayakan KJMU berdasarkan hasil pengecekan dan data BPS; BPS juga berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek untuk cek ulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Enam mahasiswa di Jakarta tidak bisa lanjut kuliah karena bantuan KJMU mereka berhenti saat data desil berubah. Pak Pramono Anung minta Bu Nahdiana dari Dinas Pendidikan mengecek nama mereka lagi. Pemerintah Jakarta nanti memutuskan apakah mereka bisa dapat bantuan lagi. BPS juga sudah ikut mengecek bersama Kementerian Pendidikan Tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan enam mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak bisa melanjutkan kuliah karena perubahan desil.

"Saya juga banyak mendapatkan masukan bahwa kemarin katanya saya juga akan mengecek itu, ada enam orang yang akhirnya tidak bisa melanjutkan kuliah, karena tidak mendapatkan lagi KJMU," ucap Pramono di Balai Kota, Senin (31/8/2026).

1. Pramono instruksikan Disdik cek ulang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan orentasi penerima baru KJMU di Balai Kota, Kamis (19/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono memerintahkan secara khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, untuk melakukan rechecking secara langsung kepada para mahasiswa yang terdampak perubahan desil.

"Saya sudah minta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan pengecekan nama-nama yang desilnya berubah, dari yang dulu mendapatkan KJMU, sekarang tidak mendapatkan KJMU," katanya.

2. Pemprov DKI yang memutuskan penerima KJMU

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan orentasi penerima baru KJMU di Balai Kota, Kamis (19/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono mengatakan Pemprov DKI nanti akan memutuskan, apakah mahasiswa tersebut nanti masih berhak mendapatkan KJMU atau tidak berdasarkan hasil rechecking.

"Untuk itu, dilakukan pengecekan, karena toh beda dengan daerah lain. Untuk Jakarta, keputusan KJMU itu kan ada di kita, gitu. Berdasarkan data yang ada di hasil BPS tadi," ucapnya.

3. BPS sudah cek ulang

Cara cek desil DTSEN. (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Sementara, menanggapi adanya mahasiswa yang kehilangan bantuan karena perubahan desil, Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Zulkipli, mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) untuk mengecek ulang.

"Terkait dengan teman-teman yang merasa keluar beasiswanya karena perubahan desilnya. Jadi sebenarnya ini sudah ada kerja sama untuk kita sama-sama mengecek ulang terkait dengan hal itu," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article