Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Bentrokan di Jalan Tambak Matraman yang Tewaskan Satu Orang
Situasi Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, semakin memanas pada Minggu (26/7/2026) malam Pukul 23.55 WIB (IDN Times/Ilman Nafian)

Jakarta, IDN Times - Bentrokan antara kelompok massa dengan warga terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Juli 2026. Kericuhan ini terjadi pada pukul 10.00 WIB dan kembali memanas saat tengah malam hingga meluas ke Matraman Dalam.

Satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini dan seorang korban lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Polisi menangkap sejumlah pelaku yang diduga terlibat dan mengerahkan personel gabungan untuk menjaga lokasi.

Berikut fakta-fakta bentrokan di Jalan Tambak hingga Matraman Dalam, Jakarta Pusat. 


1. Pelaku merusak UMKM dan dibalas warga sekitar

Ilustrasi bentrokan (IDN Times/Mardya Shakti)

Peristiwa ini berawal dari dua orang yang berboncengan menggeber motornya saat melewati pedagang nasi uduk tersebut. Kemudian, warga yang tengah makan di sana menegur mereka, namun keduanya diduga tidak terima. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat (Jakpus), Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, mengatakan, kemudian dua orang ini mengajak teman-temannya untuk datang ke lokasi dan melakukan keributan, bahkan merusak tempat jualan hingga ada warga yang terpukul.

“Dua orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan, bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul,” kata Reynold.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengungkap warga sekitar membalas dengan menyerang tempat kelompok tersebut hingga terjadi keributan yang meluas hingga ke Jalan Tambak. 

"Kemudian, dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat kelompok tersebut sehingga terjadilah keributan tersebut," kata dia.

Dalam bentrokan tersebut, warga dan kelompok tersebut terlibat lempar-lemparan batu hingga terjadi penganiayaan.

2. Satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya dalam kondisi kritis

ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

Lebih lanjut, Roby mengatakan, terdapat dua korban akibat peristiwa ini yang langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, satu orang dalam kondisi kritis sementara yang lainnya meninggal dunia. 

"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," ucap dia.

Menurut keterangan dari Kombes Pol Reynold, korban meninggal berinisial K, 23 tahun, dan korban kritis berinisial DS. 

“Dengan inisial yang satu atas nama inisial K dan yang satu DS,” ujar dia.


3. Polisi menangkap tiga pelaku penganiayaan dan tiga klaster

Ilustrasi tersangka pelaku kriminal yang diborgol (unsplash.com/@anneniuniu)

Dari peristiwa itu, polisi memeriksa 15 saksi yang dibagi menjadi tiga klaster lokasi, yaitu Matraman, Matraman Dalam, dan Jalan Tambak. 

“Jadi, terkait dengan peristiwa yang ada di Matraman, Matraman Dalam, dan peristiwa di Jalan Tambak ini, kami pisahkan. Mana korban atau pun yang patut diduga sebagai pelaku, tentunya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Reynold,

Kemudian, Polres Metro Jakarta Pusat menangkap terduga pelaku penganiayaan terhadap K (23). Reynald mengatakan, ketiga pelaku berinisial S,T, dan U. 

“Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan,” kata Reynold di Jalan Tambak.


4. Puluhan warga dan keluarga korban geruduk Polsek Menteng

Sejumlah warga mendatangi Polsek Metro Menteng, Jakarta, pada Minggu (26/7/2026) malam imbas bentrok di Jalan Matraman (IDN Times/Ilman Nafian)

Usai bentrokan, puluhan warga mendatangi Polsek Menteng pada malam harinya untuk meminta rekan dan keluarganya dibebaskan. 

Awalnya, para warga berdiskusi bersama sejumlah polisi di depan pintu pagar Polsek. Namun, diskusi tersebut tidak menemukan titik terang yang dianggap baik oleh kedua belah pihak. 

Akhirnya, beberapa orang mulai memukul pagar Polsek Metro Menteng dan berteriak agar pihak-pihak yang dibebaskan segera dibebaskan. 

“Bebaskan,” kata sejumlah massa. 

Kemudian, pihak keluarga korban yang meninggal dunia juga mendatangi Polsek Menteng. AKBP Roby mengatakan, pihak keluarga datang tanpa kerusuhan. 

“Iya, pihak keluarganya kelompok pemuda itu datang, tapi gak digeruduk,” kata Roby saat dihubungi. 

5. Keributan kembali memanas pada tengah malam

Situasi Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, semakin memanas pada Minggu (26/7/2026) malam Pukul 23.55 WIB (IDN Times/Ilman Nafian)

Pada pukul 23.30 WIB, massa dari kubu lawan kembali mendatangi Jalan Tambak hingga situasi semakin memanas. Massa membawa senjata tajam dan memaksa masuk Jalan Tambak, namun dihalangi aparat TNI dan kepolisian. Massa meneriaki polisi agar membuka jalan.

Sementara itu, di pintu depan menuju Jalan Tambak, massa juga membakar ban bekas. Usaha tersebut gagal, karena anggota Brimob dan TNI turut berjaga di lokasi. Sisi kanan dekat Masjid Jami’ Matraman, pintu masuk dijaga Brimob. Sementara, TNI berjaga di sisi kiri masjid, pintu masuk jalan.

Sejumlah massa juga terlihat membawa senjata tajam dan panah. Polisi sempat menyita panah yang dibawa massa.


6. Warga terjebak akibat kerusuhan

Bentrokan di Jalan Tambak, Jakarta Pusat, kembali terjadi tengah malam, Minggu (26/7/2026). (IDN Times/Ilman Nafian)

Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas terganggu dan para pekerja serta penghuni rumah kos yang hendak pulang mengalami kesulitan, karena akses jalan ditutup.

"Pak, saya kosnya di dalam," kata salah seorang warga.

"Gak bisa masuk," jawab polisi.

Sehingga para pekerja dan penghuni kos tersebut terpaksa harus putar balik.

Selain itu, pengunjung restoran di sekitar kawasan tersebut juga turut terjebak. Mereka ketakutan menjadi korban, dan memilih berada di dalam restoran.


7. Kondisi sudah kembali normal namun petugas masih berjaga di sejumlah titik

Puluhan polisi diterjunkan untuk menjaga lokasi pascabentrok di sekitar Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026) pagi (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Setelah bentrokan mereda, aparat gabungan masih disiagakan. Satu kompi satuan Polda Metro Jaya, Brimob, bersama satuan TNI tetap berjaga di Jalan Tambak pada pukul 03.00 WIB. 

"Saat ini ada satu kompi dari satuan Polda, Brimob, maupun satuan TNI yang kita letakkan atau pun posisikan di sekitaran Jalan Matraman Dalam," ujar Reynold di lokasi.

Penjagaan masih dilakukan hingga Senin (27/7/2026) pagi. Pantauan IDN Times di lokasi sekitar pukul 08.25 WIB, terlihat dua bus dan satu truk milik Brimob masih bersiaga di kawasan Jalan Matraman Dalam. 

Namun, aktivitas masyarakat sudah kembali normal dan lalu lintas di sekitar pun terlihat padat saat orang berangkat kerja. 

"Sudah kembali normal dari pagi, tapi masih ada polisi Brimob yang jaga di belakang (Matraman Dalam)," kata salah seorang tukang parkir yang enggan disebutkan namanya di sekitar lokasi kejadian.

Reynold juga mengatakan, terdapat dua kompi personel yang diterjunkan yang terdiri dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat. 

“Kita terjunkan dua kompi. Satu Polda, satu Polres,” kata dia saat ditemui di lokasi. 

Selain itu, berdasarkan pantauan IDN Times, sejumlah personel Korps Brimob dan TNI juga terlihat menjaga halaman Mapolsek Menteng setelah sempat didatangi massa usai terjadi bentrokan.


Editorial Team

Related Article