Jakarta, IDN Times - Milisi Houthi dikabarkan berhasil mengambil alih Kota Mocha, salah satu kota pelabuhan yang ada di Yaman. Kabar tersebut disampaikan oleh tiga sumber internal Pemerintah Yaman yang tidak disebut namanya kepada kantor berita Reuters pada Kamis (10/9/2026).
Konflik Memanas, Houthi Berhasil Ambil Alih Kota Mocha di Yaman

- Milisi Houthi dilaporkan menguasai penuh Kota Mocha, kota pelabuhan strategis Yaman, berdasarkan tiga sumber internal pemerintah; sebagian besar penduduk mulai mengungsi ke Aden.
- Angkatan bersenjata Yaman ditarik dari Mocha setelah gagal menahan tekanan Houthi, meski sempat memanggil bala bantuan untuk mempertahankan kota dan pelabuhan tersebut.
- Pejabat Yaman menyebut mundurnya pasukan sebagai strategi konsolidasi untuk serangan balasan, sementara perebutan Mocha memperlihatkan konflik dan serangan Houthi yang kian meningkat.
Berdasarkan keterangan tiga sumber tadi, Mocha kini sudah sepenuhnya dikontrol oleh Houthi. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk Yaman yang tinggal di kota tersebut kini mulai mengungsi untuk mencari tempat yang aman dari ancaman milisi tersebut. Mereka semua dikabarkan mengungsi ke Aden, sebuah kota yang ada di Yaman selatan.
1. Angkatan bersenjata Yaman juga sudah mundur dari Mocha

ilustrasi militer Yaman (pexels.com/Besra Akar) Angkatan bersenjata Yaman saat ini juga sudah sepenuhnya ditarik mundur dari Mocha. Militer Yaman sebetulnya sempat berupaya melawan pasukan Houthi untuk mempertahankan kota tersebut. Namun, mereka akhirnya memutuskan menyerah dan mundur karena pasukan Houthi terlalu kuat.
“Pemerintah Yaman sudah mencoba melawan. Mereka memanggil bala bantuan, tetapi tekanan militer yang luar biasa dari Houthi Ansar Allah akhirnya menyebabkan mereka merebut pelabuhan dan kota itu sendiri,” kata koresponden Al Jazeera di Yaman, Yousef Mawry, mengutip informasi dari sumber militer Yaman.
2. Pejabat Yaman menyebut penarikan mundur pasukan dari Mocha sebagai strategi

potret wilayah Yaman (pexels.com/Lara Jameson) Di sisi lain, seorang anggota Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Tariq Saleh, mengatakan bahwa penarikan mundur militer Yaman dari Mocha bukan untuk menyerah. Justru, itu adalah strategi untuk mengalahkan Houthi. Saleh menjelaskan, penarikan pasukan Yaman dari Mocha bertujuan untuk mengatur ulang strategi agar bisa digunakan untuk memerangi Houthi.
Selain itu, langkah taktis ini diambil guna memperkuat lini pertahanan serta memastikan efektivitas serangan balasan yang lebih terarah terhadap Houthi. Dengan konsolidasi kekuatan yang lebih matang, pasukan Yaman optimistis bisa membalikkan keadaan dan merebut kembali wilayah-wilayah strategis yang sebelumnya sempat dikuasai oleh milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris tersebut.
3. Perebutan Kota Mocha oleh Houthi menandai konflik yang semakin memanas

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops) Sebagai informasi, Mocha merupakan salah satu kota strategis di Yaman karena letaknya dekat dengan Laut Merah. Kota tersebut punya banyak pelabuhan yang kerap digunakan Yaman untuk melakukan aktivitas perdagangan internasional. Meski demikian, menurut Kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad Al-Alimi, kota tersebut tidak sepenuhnya berada di bawah kendali Yaman.
Perebutan Kota Mocha oleh Houthi ini menandai bahwa konflik antara milisi tersebut dengan Yaman semakin memanas. Hal ini juga bisa dilihat dari peningkatan serangan Houthi ke sejumlah wilayah di Yaman selama beberapa pekan terakhir. Pasukan Yaman juga sudah banyak yang tewas imbas serangan kelompok pemberontak tersebut.





















