Jakarta, IDN Times - Pemerintah terus melakukan upaya modifikasi cuaca agar hujan turun d tengah kemarau panjang yang tengah melanda wilayah Indonesia. Bahkan, kini selain menyemai garam Natrium Clorida (NaCl), pemerintah lewat personel TNI Angkatan Udara ikut menaburkan dry ice atau es kering. Dry ice ditaburkan di wilayah yang tingkat kebakaran hutan dan lahannya masih parah yakni Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (26/10/2026), total luas lahan yang masih terbakar di Sumsel mencapai 889 hektare. Sedangkan di Kalteng, area yang masih terbakar mencapai 2.456 hektare.
"Penanganan dengan pengerahan personel darat di Kalteng mencapai 16.387 orang dan Sumsel 12.285 orang," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan pada Senin (26/10/2026).
Total ada 61 unit armada yang dikerahkan untuk memadamkan karhutla. Sebanyak 10 helikopter water bombing dan dua pesawat Casa disiagakan di Kalteng.
Di sisi lain, 5 unit helikopter water bombing dikerahkan di Sumsel. Sisanya 5 pesawat Casa juga disiagakan di Sumsel.
Sementara, TNI AU melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Selatan. Sebab, jarak pandang untuk penerbangan di Kalteng masih rendah.
"Misi udara digempur melalui koordinasi intensif armada NC-212 dengan nomor ekor A-2107 (Mayor Pnb Candra A.W) dan NC-212i/ dengan nomor ekor A-2119 (diterbangkan oleh Kapt Pnb Edwin A) yang menerbangkan empat sortie penyemaian dry ice di tenggara Palangkaraya. Penyemaian lalu diperkuat oleh pesawat NC-212 dengan nomor ekor A-2105 (diterbangkan oleh Mayor Pnb Adam N.F) yang menabur NaCl di selatan Palangkaraya dan ditutup aksi pesawat CN-295/A-2904 (diterbangkan oleh Mayor Pnb Ryan P) dan pesawat C-130 dengan nomor ekor A-1328 (diterbangkan oleh Mayor Pnb Matheus B.L) yang membombardir wilayah Pulau Pisang, Katingan, Seruyan hingga Kotawaringin Timur pada ketinggian 10 ribu hingga 12 ribu," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, di dalam keterangan pada hari ini.
Bila dilihat dari dokumentasi yang ada, es kering dan garam NaCl disemai dari tangki yang memiliki pipa. Tangki tersebut dimasukan ke dalam pesawat Casa. Ketika sudah berada di ketinggian tertentu, personel TNI AU menyebar es kering dan garam Natrium Klorida.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pernah menyebut penyemaian es kering ke udara bukan untuk membantu menurunkan hujan. Fungsi es kering itu untuk memecah lapisan inversi yang semakin pekat akibat tertutup asap karhutla.
Semakin pekat lapisan inversi itu maka semakin sulit sinar matahari masuk. Padahal, dalam proses pembuatan hujan buatan, dibutuhkan sinar matahari.
Begitu lapisan inversi terbuka, asap (dari karhutla) yang tadinya terhalang oleh lapisan inversi dan cukup pekat di bawah bisa sedikit terurai naik ke atas," ungkap Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo ketika memberikan keterangan di Baseops Lanud Halim Perdanakausuma, Jakarta Timur pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Berikut sejumlah foto yang menggambarkan bagaimana proses di balik layar penyemaian garam Natrium Klorida dan es kering untuk membantu menurunkan hujan.
