Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Foto di Balik Layar TNI AU Lakukan Modifikasi Cuaca hingga Turun Hujan
Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Pemerintah dan TNI AU melakukan modifikasi cuaca selama kemarau panjang, menyemai NaCl serta dry ice untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

  • BNPB mencatat 889 hektare lahan masih terbakar di Sumsel dan 2.456 hektare di Kalteng per 26 Oktober 2026; 61 armada serta puluhan ribu personel dikerahkan.

  • OMC dijalankan dari Kalimantan Selatan karena jarak pandang Kalteng rendah. Dry ice berfungsi memecah lapisan inversi asap, sedangkan NaCl digunakan dalam proses pembentukan hujan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    TNI AU menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca dengan penyemaian dry ice dan Natrium Klorida untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan serta membantu pembentukan hujan.
  • Who?
    Personel TNI AU mengoperasikan pesawat NC-212, CN-295, dan C-130; BNPB mengerahkan personel serta armada pemadaman. BMKG menjelaskan fungsi dry ice dalam operasi tersebut.
  • Where?
    Penyemaian dilakukan dari Kalimantan Selatan menuju wilayah sekitar Palangkaraya, Pulau Pisang, Katingan, Seruyan, dan Kotawaringin Timur. Karhutla masih terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
  • When?
    Data luas kebakaran dan pengerahan personel disampaikan pada Senin, 26 Oktober 2026. Keterangan TNI AU mengenai misi udara disampaikan pada hari yang sama.
  • Why?
    Operasi dilakukan saat kemarau panjang dan karhutla masih meluas. Dry ice digunakan untuk memecah lapisan inversi akibat asap, sedangkan NaCl disemai dalam upaya modifikasi cuaca.
  • How?
    Dry ice dan NaCl dimasukkan ke tangki berkonsol di pesawat, lalu ditaburkan melalui sistem corong pada ketinggian tertentu. Misi mencakup empat sortie dry ice serta penyemaian NaCl dari beberapa pesawat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
TNI AU menabur es kering dan garam dari pesawat supaya hujan bisa datang saat kemarau panjang. Mereka bekerja di dekat Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, tempat hutan dan tanah masih terbakar. Banyak orang, helikopter, dan pesawat juga membantu memadamkan api. Sekarang hujan mulai turun di Kalimantan Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Upaya modifikasi cuaca menunjukkan koordinasi nyata antara TNI AU, BNPB, dan BMKG dalam menghadapi kemarau serta kebakaran lahan. Penggunaan dry ice untuk membantu mengurai lapisan asap, disertai penyemaian NaCl dan pengerahan armada udara, mencerminkan penanganan yang terencana, dengan hujan yang mulai turun di Kalimantan Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah terus melakukan upaya modifikasi cuaca agar hujan turun d tengah kemarau panjang yang tengah melanda wilayah Indonesia. Bahkan, kini selain menyemai garam Natrium Clorida (NaCl), pemerintah lewat personel TNI Angkatan Udara ikut menaburkan dry ice atau es kering. Dry ice ditaburkan di wilayah yang tingkat kebakaran hutan dan lahannya masih parah yakni Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (26/10/2026), total luas lahan yang masih terbakar di Sumsel mencapai 889 hektare. Sedangkan di Kalteng, area yang masih terbakar mencapai 2.456 hektare.

"Penanganan dengan pengerahan personel darat di Kalteng mencapai 16.387 orang dan Sumsel 12.285 orang," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan pada Senin (26/10/2026).

Total ada 61 unit armada yang dikerahkan untuk memadamkan karhutla. Sebanyak 10 helikopter water bombing dan dua pesawat Casa disiagakan di Kalteng.

Di sisi lain, 5 unit helikopter water bombing dikerahkan di Sumsel. Sisanya 5 pesawat Casa juga disiagakan di Sumsel.

Sementara, TNI AU melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Selatan. Sebab, jarak pandang untuk penerbangan di Kalteng masih rendah.

"Misi udara digempur melalui koordinasi intensif armada NC-212 dengan nomor ekor A-2107 (Mayor Pnb Candra A.W) dan NC-212i/ dengan nomor ekor A-2119 (diterbangkan oleh Kapt Pnb Edwin A) yang menerbangkan empat sortie penyemaian dry ice di tenggara Palangkaraya. Penyemaian lalu diperkuat oleh pesawat NC-212 dengan nomor ekor A-2105 (diterbangkan oleh Mayor Pnb Adam N.F) yang menabur NaCl di selatan Palangkaraya dan ditutup aksi pesawat CN-295/A-2904 (diterbangkan oleh Mayor Pnb Ryan P) dan pesawat C-130 dengan nomor ekor A-1328 (diterbangkan oleh Mayor Pnb Matheus B.L) yang membombardir wilayah Pulau Pisang, Katingan, Seruyan hingga Kotawaringin Timur pada ketinggian 10 ribu hingga 12 ribu," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, di dalam keterangan pada hari ini.

Bila dilihat dari dokumentasi yang ada, es kering dan garam NaCl disemai dari tangki yang memiliki pipa. Tangki tersebut dimasukan ke dalam pesawat Casa. Ketika sudah berada di ketinggian tertentu, personel TNI AU menyebar es kering dan garam Natrium Klorida.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pernah menyebut penyemaian es kering ke udara bukan untuk membantu menurunkan hujan. Fungsi es kering itu untuk memecah lapisan inversi yang semakin pekat akibat tertutup asap karhutla.

Semakin pekat lapisan inversi itu maka semakin sulit sinar matahari masuk. Padahal, dalam proses pembuatan hujan buatan, dibutuhkan sinar matahari.

Begitu lapisan inversi terbuka, asap (dari karhutla) yang tadinya terhalang oleh lapisan inversi dan cukup pekat di bawah bisa sedikit terurai naik ke atas," ungkap Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo ketika memberikan keterangan di Baseops Lanud Halim Perdanakausuma, Jakarta Timur pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Berikut sejumlah foto yang menggambarkan bagaimana proses di balik layar penyemaian garam Natrium Klorida dan es kering untuk membantu menurunkan hujan.

1. Personel TNI AU memasukan es kering dengan peralatan keamanan seperti sarung tangan dan masker

Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)

2. Alat konsol penyemaian untuk hujan buatan siap dibawa masuk ke dalam pesawat Casa

Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)

3. Konsol penyemaian terdiri dari tangki (bak penampung semai) dan sistem corong

Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)

4. Konsol penyemaian dipasang dengan erat agar tidak bergerak saat pesawat lepas landas

Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)

5. Personel TNI AU sedang memasang sistem corong agar penaburan es kering dan NaCl berjalan baik

Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)

6. Konsol penyemaian dibawa menggunakan pesawat Super Hercules C-130J

Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)

7. Hujan mulai turun di Kalimantan Selatan usai dilakukan modifikasi cuaca

Personel TNI Angkatan Udara (AU) sedang menyiapkan alat untuk melakukan modifikasi cuaca baik dengan menyebar dry ice dan menyemari NaCl. (Dokumentasi Puspen TNI)

Curated For You

Editorial Team

Related Article