Erson mengklaim dari metode penyemaian es kering dan garam, hujan sudah mulai turun di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, meskipun intensitas hujan yang turun belum cukup untuk memadamkan karhutla.
Modifikasi Cuaca dan Dry Ice Jadi Andalan Pemerintah Padamkan Karhutla

Jakarta, IDN Times - Suasana Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sudah sibuk sejak Senin (26/10/2026) pagi. Sejumlah prajurit TNI Angkatan Udara (AU) terlihat memasukkan boks-boks styrofoam ke dalam pesawat C-130J Super Hercules bernomor ekor A-1339. Boks styrofoam itu berisi dry ice atau es kering untuk dipasok ke Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengatakan es kering itu digunakan untuk membantu proses terjadinya hujan buatan. Yakni, untuk memecah lapisan inversi agar bisa terbuka.
"Begitu lapisan inversi itu terbuka, maka asap karhutla yang tadinya terhalang oleh lapisan inversi dan cukup pekat di bawah, bisa sedikit terurai naik ke atas," ungkap Budi di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, hari ini.
Dengan begitu, sinar matahari bisa masuk, sehingga proses terjadinya hujan bisa terbentuk.
1. TNI AU sudah distribusikan 54 ton material bahan semai ke Sumatra dan Kalimantan

Pesawat Super Hercules C-130J yang mengangkut logistik untuk pemadaman karhutla di Pulau Kalimantan dan Sumatra. (Dok. TNI Angkatan Udara) Sementara, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal TNI Ali Gusman, mengatakan hingga hari ini total sudah 54 ton material bahan semai yang didistribusikan ke Banjarmasin dan Palembang. Ia mengatakan modifikasi cuaca tidak dilakukan dari Jakarta.
Modifikasi cuaca dilakukan dari dua kota itu, lantaran karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan masih luas. Alhasil, kabut asap yang dihasilkan membuat jarak pandang menurun.
"TNI AU melalui Lanud Halim Perdanakusuma telah mendistribusikan total 54 ton material bahan semai selama lima hari pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga hari ini. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan dua pesawat C-130 Hercules dari Skuadron udara 31 dengan membawa bahan berupa dry ice dan natrium klorida (NaCl) untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel dan Sumsel," kata Ali, hari ini.
Ali menyebut dukungan transportasi udara merupakan wujud komitmen TNI AU membantu penanganan karhutla, dengan tetap mengutamakan keselamatan terbang dan kerja.
"Dengan adanya kelancaran bahan semai untuk OMC maka diharapkan potensi terjadinya hujan di wilayah sasaran meningkat, sehingga dapat membantu mengatasi kebakaran, serta mengurangi kabut asap yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat," tutur dia.
2. BMKG sebut dry ice bantu modifikasi cuaca, harus dikirim dari Jakarta

Bentuk fisik es kering atau dry ice yang dikirim dari Jakarta untuk membantu modifikasi cuaca di wilayah terdampak karhutla. (Dok. Puspen TNI) Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pengarah Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Marsekal Muda TNI Erson Sinaga, mengatakan pihaknya menyiagakan tiga pesawat casa untuk melakukan tiga operasi berbeda, yakni menyemaikan es kering, garam NaCl untuk menurunkan hujan buatan, dan patroli udara. Selain alutsista milik TNI AU, ada pula satu helikopter Mi-17 milik TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Darat (AD).
"Jadi, dari hasil penyemaian, baik dry ice dan garam, personel kami melakukan patroli untuk melihat dampak dari penyemaian pada pagi dan siang. Hal itu dilakukan setiap hari dan waktunya masih dinamis, menyesuaikan kondisi asap serta awan," ungkap Erson di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, hari ini.
Namun, agar penyemaian es kering bisa terlaksana, maka pasokannya harus terus dikirim dari Jakarta. Sebab, di Sumsel dan Kalteng tidak tersedia pemasok es kering.
Pengiriman es kering telah dilakukan sejak Rabu, 21 Oktober 2026. Pekan lalu, es kering diangkut menggunakan pesawat Airbus A400-M dan didistribusikan ke Sumsel dan Kalimantan Selatan.
"Setiap harinya akan kami kirim logistik berupa dry ice dan garam. Untuk teknologi dry ice cukup mumpuni, sehingga menjadi prioritas bagi kami untuk dikirim ke spot-spot yang ada kekuatan TNI," tutur Erson.
3. Masih ada 481 hektare lahan yang belum dipadamkan

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni terus memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Hari ini, water bombing telah dilakukan 26 kali water bombing di wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, Tanjung Puting. (Dok. Kemenhut) Sementara, Direktur Penanganan Darurat Wilayah I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Riyanto, mengatakan total luas hutan yang masih terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 481,26 hektare. Meski begitu, masih ada dua provinsi yang masih menjadi fokus pemerintah yakni Sumsel dan Kalteng.
"Itu sebabnya kami melakukan modifikasi cuacara secara massif," ujar Agus ketika menjawab pertanyaan IDN Times.
Sementara, di Kalteng, area yang terbakar paling luas berada di Taman Nasional Tanjung Puting. Di luar area Taman Nasional Tanjung Puting, total area yang masih terbakar mencapai 74 hektare.
"Area yang belum dipadamkan dan berada di luar Taman Nasional Tanjung Puting dipadamkan oleh Satgas Darat. Mereka sudah berhasil memadamkan 58,31 hektare, sehingga masih tersisa 16 hektare yang masih terbakar," tutur Agus.





















