Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
700 Anak Jalanan di Jakarta Terjaring Jadi Calon Siswa Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor, Selasa (2/6/2026). (Dok. Kemensos)
  • Kementerian Sosial menjaring lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta untuk menjadi calon siswa Sekolah Rakyat, dengan data yang masih diverifikasi dan dikoordinasikan bersama Pemprov DKI.
  • Gus Ipul menyebut belum ada penolakan dari anak maupun keluarga, bahkan sebagian sudah mengikuti pertemuan awal sambil menunggu kesiapan gedung sekolah.
  • Calon siswa berasal dari jenjang SD hingga SMA, namun kebutuhan untuk tingkat SD belum terpenuhi sepenuhnya sementara persiapan sarana Sekolah Rakyat masih berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
3 Juni 2026

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan Kemensos telah menjaring lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta untuk menjadi calon siswa Sekolah Rakyat. Data anak-anak tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi serta dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

pertengahan Juli

Pemerintah menargetkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi calon siswa Sekolah Rakyat dapat dimulai, sambil menunggu kesiapan sarana dan prasarana di sejumlah lokasi.

kini

Proses verifikasi data anak jalanan masih berlangsung, dan belum ada penolakan dari keluarga terhadap program Sekolah Rakyat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Sosial menjaring lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta untuk diproyeksikan menjadi calon siswa Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru.
  • Who?
    Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Kementerian Sosial, berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan pemerintah daerah setempat.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di wilayah DKI Jakarta, termasuk Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 3 Juni 2026, sementara kegiatan verifikasi data dan persiapan sekolah berlangsung menjelang tahun ajaran baru pertengahan Juli.
  • Why?
    Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan bagi anak jalanan agar dapat mengikuti jenjang SD, SMP, hingga SMA melalui fasilitas Sekolah Rakyat.
  • How?
    Anak-anak dijangkau langsung oleh Kemensos, datanya diverifikasi dan divalidasi bersama RT/RW serta Pemprov DKI sebelum ditetapkan sebagai peserta didik resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak anak jalanan di Jakarta, lebih dari tujuh ratus. Pak Menteri Sosial namanya Gus Ipul mau bantu mereka supaya bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Sekarang orang-orang lagi cek data anak-anak itu dan bicara sama keluarga mereka. Banyak yang senang dan mau sekolah. Nanti kalau semua siap, mereka bisa mulai belajar pertengahan Juli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Upaya Kementerian Sosial menjaring lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta sebagai calon siswa Sekolah Rakyat menunjukkan langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan. Proses verifikasi yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat menandakan koordinasi yang baik, sementara penerimaan positif dari keluarga memberi harapan bahwa program ini diterima dengan antusias dan berpotensi membawa perubahan konstruktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjaring lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta yang diproyeksikan menjadi calon siswa Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, saat ini data ratusan anak tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi sebelum ditetapkan sebagai peserta didik.

"Sudah ada, kita menjangkau lebih dari 700 anak. Sekarang datanya sedang diverifikasi, divalidasi, didatangi ke rumahnya, kemudian dikoordinasikan dengan RT/RW dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Gus Ipul di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2026).

1. Lebih dari 700 anak jalanan terjangkau

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia mengatakan, Kemensos juga telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk menyinkronkan data anak-anak jalanan yang akan mengikuti program Sekolah Rakyat.

"Pak Gubernur meminta kita melakukan konsolidasi bersama terkait data-data itu. Dari hasil penjangkauan, ada lebih dari 700 anak yang kita temukan di jalan," ujar dia.

2. Belum ada penolakan dari keluarga

Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)

Gus Ipul memastikan, hingga saat ini belum ada penolakan dari anak maupun keluarga yang dijangkau. Menurut dia, secara umum mereka menyambut baik kesempatan mengikuti Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah belum ada penolakan. Secara umum mereka mau menerima. Nanti akan kita ajak bertemu lagi secara bersama-sama. Sebagian sudah bertemu saat kegiatan di Jombang dan Cibinong, sementara sebagian lainnya masih menunggu gedung sekolah selesai," ujar dia.

3. Calon siswa yang terjaring SD sampai SMA

Tampak dari depan papan nama Sekolah Rakyat di Kota Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Terkait jenjang pendidikan, Gus Ipul mengatakan, calon siswa yang dijaring berasal dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Namun, kebutuhan peserta didik untuk jenjang SD masih belum sepenuhnya terpenuhi.

"Untuk SD, SMP, dan SMA. Memang yang alokasinya belum terpenuhi itu SD. Kalau SMP dan SMA sudah mencukupi," kata dia.

Dia berharap, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat dimulai pada pertengahan Juli. Namun, pemerintah masih melakukan konsolidasi karena kesiapan sarana dan prasarana di sejumlah lokasi Sekolah Rakyat belum merata.

Curated For You

Editorial Team

Related Article