700 Anak Jalanan di Jakarta Terjaring Jadi Calon Siswa Sekolah Rakyat

- Kementerian Sosial menjaring lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta untuk menjadi calon siswa Sekolah Rakyat, dengan data yang masih diverifikasi dan dikoordinasikan bersama Pemprov DKI.
- Gus Ipul menyebut belum ada penolakan dari anak maupun keluarga, bahkan sebagian sudah mengikuti pertemuan awal sambil menunggu kesiapan gedung sekolah.
- Calon siswa berasal dari jenjang SD hingga SMA, namun kebutuhan untuk tingkat SD belum terpenuhi sepenuhnya sementara persiapan sarana Sekolah Rakyat masih berlangsung.
Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjaring lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta yang diproyeksikan menjadi calon siswa Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, saat ini data ratusan anak tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi sebelum ditetapkan sebagai peserta didik.
"Sudah ada, kita menjangkau lebih dari 700 anak. Sekarang datanya sedang diverifikasi, divalidasi, didatangi ke rumahnya, kemudian dikoordinasikan dengan RT/RW dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Gus Ipul di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2026).
1. Lebih dari 700 anak jalanan terjangkau

Dia mengatakan, Kemensos juga telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk menyinkronkan data anak-anak jalanan yang akan mengikuti program Sekolah Rakyat.
"Pak Gubernur meminta kita melakukan konsolidasi bersama terkait data-data itu. Dari hasil penjangkauan, ada lebih dari 700 anak yang kita temukan di jalan," ujar dia.
2. Belum ada penolakan dari keluarga

Gus Ipul memastikan, hingga saat ini belum ada penolakan dari anak maupun keluarga yang dijangkau. Menurut dia, secara umum mereka menyambut baik kesempatan mengikuti Sekolah Rakyat.
"Alhamdulillah belum ada penolakan. Secara umum mereka mau menerima. Nanti akan kita ajak bertemu lagi secara bersama-sama. Sebagian sudah bertemu saat kegiatan di Jombang dan Cibinong, sementara sebagian lainnya masih menunggu gedung sekolah selesai," ujar dia.
3. Calon siswa yang terjaring SD sampai SMA

Terkait jenjang pendidikan, Gus Ipul mengatakan, calon siswa yang dijaring berasal dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Namun, kebutuhan peserta didik untuk jenjang SD masih belum sepenuhnya terpenuhi.
"Untuk SD, SMP, dan SMA. Memang yang alokasinya belum terpenuhi itu SD. Kalau SMP dan SMA sudah mencukupi," kata dia.
Dia berharap, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat dimulai pada pertengahan Juli. Namun, pemerintah masih melakukan konsolidasi karena kesiapan sarana dan prasarana di sejumlah lokasi Sekolah Rakyat belum merata.




















