Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2.269 Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak, DKI Gencarkan Edukasi

2.269 Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak, DKI Gencarkan Edukasi
Dinas PPAPP DKI Jakarta menggelar edukasi keluarga untuk mencegah kekerasan terhadap anak, Jumat (3/7/2026)/dok Dinas PPPAP
Intinya Sih
  • Dinas PPAPP DKI Jakarta mencatat 2.269 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2025, dengan rata-rata enam kasus per hari dan kemungkinan masih banyak yang belum dilaporkan.
  • Pemerintah DKI menggelar Penyuluhan Keluarga Serentak di 267 kelurahan untuk memperkuat peran orang tua dalam mencegah kekerasan melalui pengasuhan positif dan komunikasi hangat di keluarga.
  • Kegiatan penyuluhan juga menekankan pentingnya waktu bersama keluarga pada malam hari agar anak lebih terpantau, terlindungi, serta terhindar dari risiko kekerasan dan penyalahgunaan teknologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 2.269 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2025. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata enam kasus setiap hari dan diperkirakan belum mencerminkan kondisi sebenarnya karena masih ada kasus yang belum dilaporkan.

Merespons tingginya angka tersebut, Dinas PPAPP menggelar Penyuluhan Keluarga Serentak di 267 kelurahan se-DKI Jakarta pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran orang tua dalam mencegah kekerasan terhadap anak melalui pengasuhan yang positif.

1. Keluarga jadi benteng pertama

IMG-20260703-WA0023.jpg
Dinas PPAPP DKI Jakarta menggelar edukasi keluarga untuk mencegah kekerasan terhadap anak, Jumat (3/7/2026)/dok Dinas PPAPP

Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Karena itu, penguatan peran keluarga harus dimulai dari meningkatnya kesadaran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab seluruh pihak, tidak hanya pemerintah. Orang tua adalah pelindung pertama dan utama bagi anak. Melalui Penyuluhan Keluarga Serentak ini, kami ingin mengajak setiap keluarga untuk lebih hadir dalam kehidupan anak, membangun komunikasi yang hangat, serta memberikan pengawasan yang penuh kasih sayang," ujar Dwi.

2. Penyuluhan dilakukan serentak

IMG-20260703-WA0017.jpg
Dinas PPAPP DKI Jakarta menggelar edukasi keluarga untuk mencegah kekerasan terhadap anak, Jumat (3/7/2026)/dok Dinas PPAPP

Penyuluhan Keluarga Serentak dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Kesehatan, pemerintah kota dan kabupaten administrasi, kecamatan, kelurahan, hingga kader Dasawisma, Jumantik, dan Posyandu.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengisi survei refleksi pengasuhan untuk membantu orang tua mengevaluasi sejauh mana pendampingan, pengawasan, dan perlindungan yang telah diberikan kepada anak.

3. Manfaatkan waktu bersama keluarga pada malam hari

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadiri kegiatan Promosi Program Pembangunan Keluarga di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Planet.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadiri kegiatan Promosi Program Pembangunan Keluarga di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Planet Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5). (Dok. Pemprov DKI)

Salah satu pesan yang disampaikan dalam penyuluhan adalah pentingnya memanfaatkan waktu bersama keluarga pada malam hari. Anak diharapkan sudah berada di rumah mulai pukul 18.00 WIB untuk belajar, beribadah, beristirahat, dan membangun komunikasi dengan orang tua.

"Penyuluhan ini bukan sekadar menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi membangun kesadaran bahwa perlindungan anak dimulai dari keluarga. Ketika orang tua hadir, mengenal aktivitas anak, dan membangun komunikasi yang baik, maka risiko kekerasan, eksploitasi, hingga penyalahgunaan teknologi dapat dicegah sejak dini," kata Dwi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More