Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Warung Madura Buka 24 Jam, IKAMA: Kami Multifungsi
Salah satu warung Madura di Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Ketua Umum IKAMA Muhammad Rawi menyebut warung Madura buka 24 jam untuk memanfaatkan waktu saat toko atau warung besar telah tutup.
  • Rawi mengatakan warung Madura memenuhi kebutuhan warga, menjaga aktivitas tetap berjalan, serta menjadi kepanjangan tangan aparat penegak hukum melalui penjagaan bergantian.
  • IKAMA menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah dan aparat menjaga keamanan serta ketertiban, dan menegaskan anggotanya tidak akan bertindak anarkis dalam demonstrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), Muhammad Rawi, mengungkap alasan warung Madura tetap buka 24 jam. Menurutnya, warung Madura memanfaatkan waktu ketika toko atau warung besar lainnya sudah tutup.

"Kenapa warung Madura itu selalu sampai hari ini bertahan? Karena kami memanfaatkan waktu ketika warung yang besar tutup, kami multifungsi," kata Rawi saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IKAMA se-DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri acara tersebut. Sebanyak 150 pengurus dilantik untuk memperkuat peran masyarakat Madura dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Jakarta.

Dalam sambutannya, Pramono mengapresiasi kontribusi masyarakat Madura yang selama ini ikut membangun Jakarta sebagai kota yang maju, rukun, dan inklusif. Menurutnya, IKAMA yang telah berdiri selama 52 tahun memiliki modal sosial yang kuat untuk terus berkontribusi bagi ibu kota.

1. Klaim kepanjangan tangan penegak hukum

Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Muhammad Rawi di Balai Kota, Rabu (19/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurut Rawi, warung Madura tidak hanya menjadi tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki fungsi sosial di lingkungan sekitar.

"Fungsi pertama mencari makan, fungsi yang kedua menjadi kepanjangan tangan aparat penegak hukum di sekitarnya. Insyaallah selama 24 jam memang kami bergantian di situ," ujarnya.

2. Warung Madura buat aktivitas masyarakat tetap berjalan

Warung Madura milik Nurul dan Yanto (IDN Times/Khusnul Hasana)

Rawi mengatakan keberadaan warung Madura yang beroperasi hingga malam juga membuat aktivitas masyarakat tetap berjalan. Ia menilai hal tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat Madura di Jakarta.

Selain itu, Rawi menegaskan, IKAMA berkomitmen bersinergi dengan pemerintah dan aparat dalam menjaga keamanan serta ketertiban.

"Jadi jika bicara keamanan, kebersihan insya Allah bersama-sama pemerintah tentu kami di bawah bimbingan beliau," katanya.

3. Madura tidak akan bertindak anarkis

Demo Mahasiswa UI di Bundaran Hotel Indonesia (IDN Times/Yosafat Diva Bayu W)

Terkait demonstrasi, Rawi memastikan, anggota IKAMA tidak akan melakukan tindakan anarkis. Ia berharap tidak ada pihak yang mengatasnamakan masyarakat atau ormas Madura untuk melakukan tindakan yang meresahkan.

"Kami tidak anarkis soal demo-demo, saya pastikan di bawah naungan IKAMA bisa dipastikan sulit diajak," ujar Rawi.

Editorial Team

Related Article