Jelang Muktamar NU, Alumni KHAS Kempek Solid Dukung Said Aqil Siradj

- Ribuan alumni Pondok Pesantren KHAS Kempek yang tergabung dalam Ikhwan KHAS Nusantara mendukung Kiai Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam pada Muktamar NU ke-35.
- Dukungan diikrarkan dalam rangkaian ziarah, zikir, dan doa bersama di Cirebon pada 15 Agustus 2026, menjelang Muktamar NU di Tambakberas, Jombang.
- Kegiatan mencakup doa untuk para masyayikh dan zuriyah KHAS Kempek, sekaligus memperkuat spiritualitas, solidaritas alumni, serta penyampaian aspirasi kepemimpinan NU.
Jakarta, IDN Times - Ribuan alumni Pondok Pesantren KHAS Kempek yang bergabung dalam Ikhwan KHAS Nusantara menyampaikan dukungan kepada Kiai Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Dukungan tersebut disampaikan dalam rangkaian ziarah, zikir, dan doa bersama yang digelar di Cirebon pada Sabtu (15/8/2026), menjelang pelaksanaan Muktamar NU di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
1. Aspirasi alumni dalam melihat kebutuhan kepemimpinan NU

Kegiatan para santri Pesantren (IDN Times/Prayugo Utomo) Senior alumni Kiai Nur Mubin bersama sejumlah kiai alumni KHAS Kempek memimpin ikrar dukungan kepada Kiai Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam pada Muktamar NU ke-35.
Ketua Panitia, Ustaz Akromi, menyebut dukungan tersebut merupakan aspirasi yang berkembang di kalangan Ikhwan KHAS Nusantara.
“Dalam momentum Muktamar NU di Jombang, dukungan alumni kepada Buya Said untuk menjadi Rais Aam menjadi salah satu aspirasi yang berkembang di kalangan Ikhwan KHAS Nusantara," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (19/8/2026).
Akromi menegaskan, dukungan kepada Kiai Said merupakan pilihan dan aspirasi alumni dalam melihat kebutuhan kepemimpinan NU ke depan.
“Bagi kami, dukungan terhadap Buya Said adalah bagian dari aspirasi alumni. Namun, aspirasi itu tetap kami tempatkan dalam semangat silaturahmi, penghormatan kepada masyayikh, dan ikhtiar agar kepemimpinan ke depan membawa kemaslahatan yang lebih luas,” ujar Akromi.
2. Ziarah dan doa jadi momentum memperkuat hubungan antar alumni

ilustrasi silaturahmi (pexels.com/Bezalens) Sebelum menyampaikan dukungan, para alumni melakukan ziarah ke Maqbarah Masyayikh Kempek dan melanjutkan zikir serta doa bersama di Pondok Pesantren Misykat Al-Anwar, Cirebon.
Adapun doa tersebut ditujukan untuk kesehatan KH Musthofa Aqil Siroj, Kiai Said Aqil Siroj, serta seluruh zuriyah KHAS Kempek.
“Doa yang kami panjatkan bukan hanya untuk kesehatan para masyayikh dan zuriyah KHAS, tetapi juga untuk keberkahan pesantren, kesinambungan perjuangan para masyayikh, kemaslahatan alumni, serta kebaikan masyarakat secara luas,” ujar Akromi.
Akromi juga mengatakan, kegiatan tersebut memiliki tiga agenda utama, yakni penguatan spiritualitas, solidaritas alumni, dan penyampaian aspirasi menjelang Muktamar NU ke-35. Menurutnya, Ikhwan KHAS Nusantara tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi ruang untuk mempertahankan nilai dan tradisi yang diwariskan pesantren.
3. PBNU gelar Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026. Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan salah satu agenda Muktamar adalah memilih Ketua Umum PBNU.
"Diharapkan bisa berlangsung pada bulan Agustus yang akan datang dan diawali penyelenggaraan Munas dan Konbes. Nah ini terus kita lakukan dan insyaAllah semuanya bisa berjalan lancar dan kita mohon dukungan dari Pengurus Wilayah maupun Pengurus Cabang untuk semuanya berfokus dan menyiapkan diri mengikuti Muktamar tersebut," ujar Gus Ipul di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Gus Ipul mengatakan, terkait siapa saja peserta yang bisa ikut dalam Muktamar ke-35 NU, sudah tercantum pada anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) PBNU.
"Menyangkut siapa saja yang berhak menjadi peserta Muktamar juga sudah ada ketentuannya di dalam AD-ART maupun peraturan-peraturan yang lain. Dan yang juga penting tim juga sudah dibentuk untuk menuntaskan seluruh SK seluruh keputusan-keputusan yang diperlukan dalam rangka menuju Muktamar tersebut," kata dia.
Oleh karena itu, dia berharap, tidak ada pihak lain yang mengganggu proses menuju Muktamar ke-35 NU. Saat ini, ada isu Sekjen PBNU tidak mau tanda tangan surat, itu tidak benar.
"Jadi tidak ada yang menghambat, tidak ada yang, katakanlah, mengganggu semuanya berjalan dengan lancar kalau ada kabar sekjen tidak mau tanda tangan dan lain sebagainya itu adalah kabar-kabar yang tidak benar," kata dia.
Saat ditanya kapan dan di mana penyelenggaraannya, Gus Ipul mengaku masih dalam proses pembahasan. Dia menyebut, Muktamar ke-35 NU digelar pada Agustus 2026.
"Ya tempatnya banyak yang sudah mengajukan ya dari berbagai daerah tetapi tentu ini nanti akan diputuskan pada waktunya. Dan sekali lagi diawali nanti ini penentuannya penentuan tempat dan tanggal Muktamar itu penentuannya diawali musyawarah antara Rais Aam dan Ketua Umum. Ya salah satunya di Lirboyo, ada juga di NTB ya yang mengajukan, ada juga di Sumatra Barat dan Jakarta," ucap dia.

















