Jakarta, IDN Times - Amnesty International Indonesia mengecam keras kebijakan program diklat militer bagi warga dan pelajar yang ditangkap pasca-demo 27 Agustus di Jakarta.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan mengirim warga dan pelajar ke barak hanya karena berpartisipasi dalam demonstrasi, mengirimkan pesan yang keliru ke publik. Hak untuk menyampaikan pendapat lewat demonstrasi adalah tindakan bermasalah.
“Kami mengecam dengan keras kebijakan yang melanggar hak asasi manusia (HAM)) ini. Ini merupakan bagian dari remiliterisasi ruang sipil yang semakin menguat di Indonesia. Kebijakan ini merupakan langkah represif yang harus segera dihentikan," tegasnya dalam keterangan, Kamis (10/9/2026).
