Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Skandal Militer Jerman Terkuak, Ada Hampir 2 Ribu Dugaan Kasus Asusila

Skandal Militer Jerman Terkuak, Ada Hampir 2 Ribu Dugaan Kasus Asusila
bendera Jerman (unsplash.com/Maheshkumar Painam)
  • Kementerian Pertahanan Jerman mencatat hampir 2.000 dugaan pelanggaran asusila di Bundeswehr selama lima tahun, dengan pengaduan naik dari 312 kasus pada 2021 menjadi 472 pada 2025.
  • Dari laporan tersebut, 1.114 kasus diteruskan ke kejaksaan; tercatat 828 pelecehan seksual, lebih dari 50 dugaan terhadap anak, lebih dari 200 terkait pornografi anak, dan 395 penyerangan seksual.
  • Inspektur Jenderal Carsten Breuer menegaskan pelanggaran maupun pembiaran harus berkonsekuensi, sementara riset sedang menelaah dugaan banyak korban enggan melapor karena kekhawatiran karier dan ketidakpercayaan investigasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr tengah menghadapi persoalan internal setelah data Kementerian Pertahanan Jerman mengungkap hampir 2.000 dugaan kasus pelanggaran asusila dalam kurun lima tahun. Data yang pertama kali dilaporkan oleh media Der Spiegel tersebut memperlihatkan pola pelanggaran yang terjadi di lingkungan militer negara itu.

Berdasarkan sistem pelaporan internal Kementerian Pertahanan Jerman, jumlah pengaduan melonjak dari 312 kasus pada 2021 menjadi 472 kasus pada 2025. Pihak berwenang menyatakan bahwa peningkatan ini sebagian dapat mencerminkan meningkatnya kesediaan para korban untuk melapor, bukan semata-mata perilaku personel yang memburuk.

  1. 1. Lonjakan pengaduan dan rincian pelanggaran asusila

    ilustrasi pelecehan seksual
    ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com/Mohamed Hassan)

    Skala kasus tersebut menuai sorotan para pengamat setelah hanya 1.114 dari hampir 2.000 laporan yang pernah diteruskan ke kejaksaan umum. Pelecehan seksual menempati daftar teratas dari laporan tersebut dengan 828 insiden yang tercatat selama periode lima tahun.

    Menurut ringkasan internal pelanggaran di kementerian tersebut, lebih dari 50 kasus dugaan melibatkan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Selain itu, lebih dari 200 kasus lainnya berkaitan dengan pornografi anak, sementara perilaku ekshibisionisme dilaporkan terjadi dalam 31 peristiwa terpisah.

    Penyelidik militer juga mendata 395 laporan dugaan penyerangan seksual, pemaksaan, atau pemerkosaan di tubuh angkatan bersenjata. Dugaan eksploitasi seksual tercatat muncul dua kali dalam data tersebut, meski kementerian belum dapat mengonfirmasi adanya putusan bersalah terkait hal itu.

  2. 2. Peringatan tegas inspektur jenderal militer

    Inspektur Jenderal Bundeswehr Carsten Breuer
    Inspektur Jenderal Bundeswehr Carsten Breuer (Arlington National Cemetery, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Sebagaimana dilansir TRT World, Inspektur Jenderal Bundeswehr Carsten Breuer mengeluarkan peringatan internal yang tegas kepada para prajurit dan komandan. Breuer akhirnya buka suara dan menyatakan keprihatinannya atas tingginya angka insiden yang masuk ke dalam pencatatan militer.

    "Jumlah kasus yang dilaporkan terlalu tinggi," kata Breuer dalam sebuah arahan internal kepada seluruh jajaran. Dia memperingatkan bahwa pelanggaran semacam itu tidak boleh "diterima oleh atasan, bawahan, atau rekan sejawat" di unit mana pun.

    Breuer juga menegaskan bahwa tindakan pembiaran terhadap pelanggaran tersebut tidak dapat dibenarkan. "Bahkan sengaja memalingkan muka atau menoleransi secara diam-diam insiden seperti itu harus memiliki konsekuensi," tegas Breuer.

  3. 3. Studi data tersembunyi dan kendala pelaporan korban

    ilustrasi korban pelecehan seksual
    ilustrasi korban pelecehan seksual (pixabay.com/Gerd Altmann)

    Saat ini sekitar 267 ribu orang bertugas di militer Jerman baik dalam peran berseragam maupun posisi sipil. Dari jumlah tersebut, prajurit perempuan mencakup 13 persen, dengan laporan yang menyebutkan bahwa penyerangan seksual yang terkadang melibatkan atasan terjadi berulang kali di barak militer.

    Para peneliti memperingatkan bahwa skala pelecehan yang sebenarnya kemungkinan jauh melebihi angka resmi yang tercatat. Lembaga penelitian Center for Military History and Social Sciences dari militer Jerman kini tengah menjalankan riset terkait dugaan minimnya laporan, yang dinamakan studi angka gelap atau dark figure study (kasus nyata yang terjadi namun disembunyikan).

    Kekhawatiran tentara perempuan terhadap dampak jenjang karier serta ketidakpercayaan pada prosedur investigasi dinilai terus membungkam banyak korban di unit mereka. Temuan awal dari investigasi terkait fenomena laporan yang belum terdata tersebut diharapkan keluar sebelum akhir tahun ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More