Jakarta, IDN Times - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengingatkan generasi muda agar penundaan pernikahan tidak melewati batas kesehatan reproduksi. Hal itu disampaikan di tengah penurunan jumlah kelahiran di Indonesia yang dinilai dapat berdampak pada struktur penduduk dan bonus demografi dalam jangka panjang.
"Saya menghormati dan menghargai orang yang menunda, selama itu dalam konteks kebaikan, seperti memperbaiki pendidikan, karier, mental, dan ekonomi. Tetapi jangan sampai penundaan itu kemudian melewati batas kesehatan reproduksi yang perlu diperhatikan," kata Wihaji dalam keterangannya, dikutip Rabu (26/8/2026).
