"Semua ranjau telah disingkirkan dan atau diledakkan dari dalam perairan internasional Selat Hormuz. Iran telah diberitahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan segera dan secara otomatis dihancurkan. Kebijakan tanpa toleransi terhadap penempatan ranjau diberlakukan sepenuhnya," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Selasa (25/8/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.
Trump Klaim Sudah Basmi Semua Ranjau Iran di Selat Hormuz

- Presiden AS Donald Trump mengklaim CENTCOM telah menyingkirkan atau meledakkan seluruh ranjau Iran di perairan internasional Selat Hormuz, serta menerapkan kebijakan penghancuran otomatis bagi pemasangan ranjau baru.
- Iran dan Oman menyepakati kebebasan berlayar di Selat Hormuz, termasuk menyiapkan jalur alternatif kapal komersial untuk menjamin keamanan dan kelancaran pelayaran.
- Iran mulai memasang ranjau pada Maret setelah menutup Selat Hormuz pascaserangan AS-Israel; gangguan pelayaran kemudian menghambat ekspor minyak Timur Tengah dan menaikkan harga.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim sudah berhasil membasmi semua ranjau laut Iran yang dipasang di Selat Hormuz. Trump mengatakan, semua ranjau tersebut berhasil disingkirkan oleh Pusat Komando (CENTCOM) militer AS yang bertugas di Timur Tengah.
1. Iran dan Oman menyepakati perjanjian kebebasan berlayar di Selat Hormuz
Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort) Klaim ini dilontarkan Trump tidak lama setelah Iran dan Oman menyepakati perjanjian kebebasan berlayar di Selat Hormuz. Kesepakatan itu diraih usai Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad bin Hamoud Al-Busaidi melakukan diskusi selama beberapa bulan terakhir.
Dalam perjanjian tersebut, Iran dan Oman akan berupaya menyiapkan jalur pelayaran alternatif baru bagi kapal-kapal komersial yang ingin melintas di Selat Hormuz. Jalur itu sebetulnya sudah disiapkan, tetapi belum difinalisasi oleh kedua negara. Teheran dan Muscat menjelaskan, jalur tersebut menjadi komitmen kedua negara untuk menjamin keamanan dan kebebasan berlayar di Selat Hormuz.
2. Iran mulai memasang banyak ranjau di Selat Hormuz pada Maret

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency) Sebagai informasi, Iran mulai memasang banyak ranjau laut di Selat Hormuz pada Maret lalu. Langkah ini dilakukan setelah Teheran menutup dan menguasai Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS dan Israel pada 28 Februari. Tidak ada yang tahu berapa jumlah pasti ranjau yang dipasang Iran di selat tersebut. Namun, AS memprediksi Teheran telah memasang puluhan ranjau laut di sana.
Pemasangan ranjau laut ini sempat mengganggu pelayaran kapal di Selat Hormuz. Sebab, kapal-kapal komersial yang ingin melintas di sana khawatir akan terkena jebakan dan ledakan ranjau Teheran. Hal ini lantas membuat aktivitas ekspor minyak dari Timur Tengah ke pasar global terhambat sehingga harganya naik.
3. Iran disebut punya banyak persediaan ranjau laut

potret ranjau laut (commons.wikimedia.org/The wub) Iran sendiri dikabarkan punya sekitar 2.000 sampai 6.000 cadangan ranjau laut. Hal ini karena ranjau laut merupakan salah satu jenis senjata yang murah untuk diproduksi. Dilansir ABC News, ada empat jenis ranjau laut yang dimiliki Iran, yakni Limpet Mine, Moored Mine, Drifting Mine, dan Seabed Mine. Keempat ranjau tersebut punya fungsi dan ciri khasnya masing-masing.
Limpet Mine merupakan ranjau laut yang bisa menempel di kapal. Jika meledak, ranjau ini bisa merusak badan kapal dan membuatnya tenggelam. Moored Mine merupakan jenis ranjau yang terpasang di permukaan laut. Namun, ranjau ini terhubung dengan sebuah jangkar yang terpasang di dasar laut. Lebih lanjut, Drifting Mine merupakan ranjau yang dipasang mengambang di permukaan laut. Ranjau ini bisa terlihat oleh langsung mata telanjang. Sementara itu, Seabed Mine merupakan ranjau yang dipasang di dasar laut.




















